Otomotif / Mobil
Senin, 30 Maret 2026 | 13:03 WIB
Ilustrasi harga BBM terbaru di Pertamina, Shell, Vivo dan BP (freepik)
Baca 10 detik
  • Victoria dan Tasmania di Australia resmi menggratiskan transportasi umum demi merespons krisis harga BBM. 
  • Harga bensin di Australia nyaris tembus Rp35 ribu per liter akibat ketegangan geopolitik global. 
  • Warga Indonesia tengah menanti cemas potensi penyesuaian harga BBM non-subsidi per 1 April mendatang. 

Suara.com - Mengakali lonjakan harga BBM dunia, pemerintah Australia resmi menggratiskan transportasi umum, sebuah langkah yang mungkin membuat pekerja di Indonesia kembali mengidamkan WFH. Keputusan berani ini diambil demi meredam kepanikan masyarakat akibat krisis energi global yang kian mencekik.

Coba bayangkan, Anda tidak perlu lagi merogoh kocek sepeser pun untuk berangkat kerja. Itulah realita yang kini dirasakan warga di dua negara bagian Australia, yakni Victoria dan Tasmania.

Merespons krisis bahan bakar minyak yang kian menggila, pemerintah setempat mengambil langkah drastis: membebaskan biaya transportasi publik.

Berdasarkan laporan ABC dan 9News (30/3), seluruh layanan bus, trem, dan kereta api di Victoria digratiskan selama satu bulan penuh.

Menariknya, sistem ini dibuat sangat praktis. Penumpang tidak perlu lagi repot melakukan tap-in atau tap-out kartu di halte maupun stasiun. Tinggal masuk, duduk manis, dan turun di tempat tujuan.

"Kebijakan ini akan mengurangi beban pada SPBU dan membuat masyarakat jauh lebih berhemat," ungkap Perdana Menteri (PM) Victoria, Jacinta Allan. Ia menegaskan bahwa meski ini bukan solusi permanen, langkah jangka pendek ini sangat krusial sembari mencari cara agar harga BBM kembali masuk akal.

Ilustrasi kereta bawah tanah (pexels)

Di wilayah Tasmania, kebijakannya bahkan jauh lebih menggiurkan. Transportasi publik digratiskan hingga tiga bulan ke depan, tepatnya hingga Juli 2026.

Tidak tanggung-tanggung, layanan transportasi laut seperti kapal feri juga masuk dalam daftar gratis ini!

"Kami tahu kenaikan biaya bahan bakar berdampak parah pada anggaran keluarga. Itulah mengapa kami mengambil tindakan tegas untuk melindungi seluruh warga," tegas Perdana Menteri Tasmania, Jeremy Rockliff.

Baca Juga: Ancaman Selat Hormuz, RI Mulai Telusuri Sumber Minyak Selain Timur Tengah

Biang Kerok: Perang dan Harga BBM yang "Gila"

Langkah ekstrem Australia ini bukan tanpa alasan. Saat ini, harga bensin tanpa timbal di Negeri Kanguru sudah menyentuh angka 2,60 Dolar Australia (sekitar Rp30 ribuan) per liter. Sementara itu, harga solar lebih parah lagi, menembus angka 3 Dolar Australia (sekitar Rp35 ribuan) per liter di berbagai daerah.

Melambungnya harga energi ini adalah buntut panjang dari ketegangan geopolitik di Timur Tengah. Konflik memanas di Selat Hormuz, jalur nadi utama lalu lintas minyak dunia, telah membuat pergerakan harga minyak mentah menjadi liar dan sulit diprediksi.

Bagaimana Nasib Indonesia Jelang 1 April?

Jika warga Australia bisa sedikit bernapas lega dengan angkutan umum gratis, masyarakat di Tanah Air justru sedang ketar-ketir menanti datangnya tanggal 1 April 2026.

Spekulasi mengenai kenaikan lanjutan harga BBM terus menguat seiring mahalnya biaya pengadaan energi global.

Load More