- Hindari kebiasaan gas dan rem mendadak untuk menjaga efisiensi bahan bakar.
- Pastikan tekanan ban dan kebersihan filter udara dalam kondisi standar pabrikan.
- Gunakan bahan bakar dengan angka oktan yang sesuai rekomendasi buku manual.
Suara.com - Motor matic memang jadi primadona untuk aktivitas sehari-hari karena praktis tinggal gas dan rem.
Namun, nggak sedikit pengguna yang mengeluh motor matic lebih boros bensin atau BBM.
Berbeda dengan motor manual yang giginya bisa kita atur, motor matic sangat bergantung pada tarikan gas dan kondisi sistem CVT-nya.
Lantas, gimana sih caranya supaya motor matic tetap irit tapi tarikan tetap enteng?
Berikut ini dilansir dari laman resmi Yamaha, cara menghemat BBM ketika mengendarai motor matic.
1. Stop Kebiasaan 'Gas-Rem-Gas' Mendadak
Menarik gas secara agresif lalu mengerem mendadak bakal bikin suplai bahan bakar melonjak drastis.
Mesin matic bekerja paling efisien saat kecepatan stabil.
Lebih baik, putar gas secara halus dan perlahan.
Baca Juga: 5 Rekomendasi Motor Matic yang Paling Irit BBM, Pas untuk Mobilitas Harian
Jika melihat lampu merah atau kemacetan di depan, lepas gas lebih awal dan biarkan motor meluncur daripada mengerem mendadak di detik terakhir.
2. Tekanan Ban Jangan Sampai Kempis
Terdengar sepele, tapi ban kempis adalah musuh utama keiritan bensin.
Secara fisika, ban kempis menambah beban gesek antara ban dan jalan.
Hasilnya, mesin harus kerja ekstra keras untuk memutar roda dan otomatis bensin jadi makin boros.
Karena itu, Anda harus cek tekanan udara minimal seminggu sekali.
Pastikan angkanya sesuai rekomendasi pabrikan yang biasanya tertera di area dek motor.
3. Panaskan Mesin Secukupnya
Saat menggunakan motor matic, Anda tak perlu lagi memanaskan mesin sampai 10-15 menit.
Khusus motor injeksi modern, waktu satu menit sudah lebih dari cukup agar oli bersirkulasi sempurna.
Cukup panaskan 1 menit saja, lalu jalankan motor perlahan di 200 meter pertama sebelum tancap gas di kecepatan normal.
4. Perhatikan Filter Udara
Filter udara yang kotor bakal menyumbat aliran oksigen ke ruang bakar.
Akibatnya, campuran bahan bakar jadi terlalu banyak bensin dibanding udara, sehingga pembakaran tak sempurna dan bensin terbuang sia-sia.
Karena itu, rutin bersihkan atau ganti filter udara sesuai jadwal servis.
Kalau tarikan motor mulai terasa berat, itu tandanya filter udara sudah minta jatah dibersihkan.
5. Gunakan BBM dengan Oktan yang Pas
Jangan asal isi bensin murah atau ikut-ikutan pakai oktan tinggi.
Gunakan BBM dengan oktan yang sesuai rekomendasi pabrikan.
Oktan yang tidak pas bisa memicu knocking (ngelitik), bikin tenaga loyo, dan mesin cepat panas yang berujung boros.
Karena itu, Cek buku manual. Kalau disarankan pakai Pertalite, jangan paksa pakai oktan yang jauh lebih rendah atau lebih tinggi tanpa kebutuhan khusus.
6. Rutin Ganti Oli untuk Kurangi Gesekan
Oli yang sudah tua akan mengental dan kotor, sehingga gesekan antar komponen mesin jadi berat.
Mesin yang berat tentu butuh tenaga lebih besar, yang artinya butuh bensin lebih banyak.
Karena itu, ganti oli secara berkala. Oli segar bikin mesin bekerja lebih ringan dan responsif, sehingga konsumsi bensin per kilometer jadi lebih irit.
7. Hindari Modifikasi Ukuran Velg dan Ban Berlebih
Banyak yang mengubah velg standar 14 inci ke 17 inci demi gaya.
Faktanya, mengganti ukuran velg dan ban yang lebih besar menambah massa rotasi.
Data menunjukkan efisiensi bisa turun dari 37,5 km/liter menjadi 35,9 km/liter hanya karena urusan velg!
Lebih baik, gunakan ukuran velg dan ban standar pabrikan untuk menjaga keseimbangan antara performa, kenyamanan, dan keiritan.
Ingat, hemat bensin bukan cuma soal merek motornya tapi soal gimana cara kamu memperlakukannya.
Mulailah dengan memperbaiki cara memutar gas dan rutin mengecek hal-hal simpel seperti tekanan ban dan oli.
Berita Terkait
-
5 Rekomendasi Motor Matic yang Paling Irit BBM, Pas untuk Mobilitas Harian
-
WFH untuk Hemat BBM di Tengah Krisis Energi, Solusi Efektif atau Hanya Sementara?
-
9 Pilihan Mobil Paling Irit BBM, Tangguh Harian Hadapi Isu Kenaikan Bensin
-
Penggunaan Kendaraan Listrik Dinilai Lebih Hemat Ongkos 70%, Ini Hitungannya
-
Harga BBM Berpotensi Naik April, Gimana Nasib Operasional Transportasi Umum?
Terpopuler
- Catat Tanggalnya! Ribuan Warga Badui Bakal Turun Gunung Temui Gubernur Banten Bulan April
- 5 Rekomendasi Smartwatch yang Bisa Balas WhatsApp, Mulai Rp400 Ribuan
- 7 Sepatu Lari Tahan Air Selevel Nike Vomero 18 GTX, Kualitas Top
- Donald Trump: Pangeran MBS Kini Mencium Pantat Saya
- Dua 'Pesawat Super' Milik AS Hancur, Kekuatan Militer Iran Kejutkan Dunia
Pilihan
-
Harga Pertamax Naik Nyaris Rp18.000 di April Besok? Ini Kata Pertamina
-
Petir Bikin Duel Kepulauan Solomon vs Saint Kitts and Nevis di Stadion GBK Ditunda
-
Sesaat Lagi! Ini Link Live Streaming Timnas Indonesia vs Bulgaria
-
Melihat 3 Pemain yang Bakal Jadi Senjata Utama Timnas Indonesia Hadapi Bulgaria
-
Profil Sertu Farizal Rhomadhon, Prajurit TNI asal Kulon Progo yang Gugur di Lebanon
Terkini
-
Lamborghini Coret Rencana Supercar Listrik Demi Kembangkan Penantang Ferrari
-
Changan Deepal S07 SUV Listrik Mewah dengan Teknologi Canggih dan Harga Kompetitif
-
Pulang Mudik Lebaran? Segera Cek 4 Bagian Vital Mobil Ini Biar Mesin Tetap Awet
-
Apa Saja yang Perlu Disiapkan sebelum Beli Mobil Listrik Bekas?
-
Bos Baru Honda Klaim Siapkan Portofolio Produk yang Lebih Terarah untuk Pasar Indonesia
-
Inovasi Mobil Niaga Listrik Siap Ramaikan Pameran Giicomvec 2026 di Jakarta
-
Imbas Krisis, Volkswagen Berencana Ubah Pabrik Mobil Jadi Pembuat Iron Dome
-
5 Rekomendasi Motor Matic yang Paling Irit BBM, Pas untuk Mobilitas Harian
-
Meski Diprotes, Truk dan Pikap India Disalurkan Bertahap ke Kopdes Merah Putih
-
9 Pilihan Mobil Paling Irit BBM, Tangguh Harian Hadapi Isu Kenaikan Bensin