- Angle foto mobil wajib 45 derajat agar bagian depan dan bodi samping terlihat jelas.
- Seluruh ban mobil tidak boleh terpotong dari frame kamera sebagai bukti fisik kendaraan asli.
- Hindari pantulan cahaya pada pelat nomor dan lepas plastik STNK agar tulisan terbaca sistem.
Suara.com - Sering ditolak saat daftar Barcode Pertamina? Ternyata bukan karena jenis mobil, tapi kesalahan angle foto bodi dan pantulan cahaya. Simak cara foto yang benar agar lolos.
Banyak pemilik mobil dibuat frustrasi lantaran pendaftaran untuk mendapatkan Barcode Pertamina melalui program Subsidi Tepat terus-menerus ditolak.
Padahal, secara kapasitas mesin (CC) dan jenis kendaraan, mobil tersebut masuk dalam kriteria penerima BBM subsidi seperti Pertalite dan Biosolar.
Usut punya usut, biang kerok penolakan tersebut sering kali bukan berasal dari masalah administrasi dokumen, melainkan kesalahan teknis yang terkesan sepele: salah angle saat memotret kendaraan dan dokumen.
Verifikator membutuhkan bukti visual yang spesifik untuk memastikan keaslian data.
Agar pendaftaran Anda tidak lagi berujung pada penolakan, hindari tiga kesalahan teknis fotografi berikut ini saat mendaftarkan mobil Anda.
1. Angle Foto Wajib 45 Derajat, Bukan Sekadar Estetika
Sistem verifikasi Barcode Pertamina membutuhkan dimensi kendaraan yang jelas dan utuh. Kesalahan fatal yang sering terjadi adalah pemilik mobil memotret kendaraannya tegak lurus dari depan atau terlalu rata dari sisi samping.
Foto seperti ini rawan ditolak karena tidak memperlihatkan wujud mobil secara komprehensif.
Baca Juga: Negara Rugi Rp25 Triliun, Direktur PIS Arief Sukmara Divonis 6 Tahun Penjara
Aturan resminya mengharuskan mobil difoto dari sudut miring sekitar 45 derajat.
Posisi ini dipilih bukan untuk estetika, melainkan agar bagian depan (wajah mobil) dan bodi samping dapat tertangkap dalam satu frame secara bersamaan.
Tips: Posisikan diri Anda menyudut dari arah headlamp (lampu depan) sisi kiri atau kanan. Pastikan proporsi gril depan hingga pintu baris kedua terlihat jelas.
2. Ban Terpotong Frame, Bikin Gagal Lolos Verifikasi
Faktor keterbatasan ruang parkir atau garasi yang sempit sering kali membuat pemilik mobil memotret kendaraannya terlalu dekat (zoom).
Akibatnya, bagian bawah mobil, terutama roda, terpotong dari frame foto. Ini adalah kesalahan yang pasti berujung pada penolakan.
Berita Terkait
Terpopuler
- Link Download Logo dan Tema HUT Bhayangkara ke-80 2026 untuk Ulang Tahun Polri
- 5 Sepeda Gunung MTB Polygon Termurah, Tangguh dan Awet Untuk Harian
- Ogah Pasang AC? Ini 4 Rekomendasi Air Cooler yang Murah, Hemat Listrik, dan Cepat Dingin
- 5 HP Samsung 5G Termurah 2026, Fitur Lengkap dan Performa Stabil untuk Jangka Panjang
- Golkar Sulsel Memanas, Ini Alasan Pendukung Appi Alihkan Dukungan ke IAS
Pilihan
-
Tangis Bayi Pecah Pagi Hari, Warga Temukan Bayi Perempuan Baru Lahir di Teras Rumah
-
Rupiah Nyaris ke Rp18.000 Lagi Hari Ini
-
Ole Romeny Bakal Satu Tim dengan Justin Hubner di Liga Belanda, Fortuna Sittard Siapkan Tawaran
-
Antar Timnas Perancis ke 16 Besar, Mbappe Pecahkan Sejumlah Rekor Piala Dunia 2026
-
Prabowo ke Polisi: Gaji dan Senjata Kalian dari Rakyat, Jadi Jangan Menyusahkan Rakyat
Terkini
-
Komponen Mobil Diesel yang Perlu Diperhatikan saat Beralih ke B50
-
IMI Awards 2025 Digelar, Drifter Muda Obell Raih Penghargaan
-
IMI Awards Apresiasi Industri hingga Atlet Otomotif Nasional
-
Strategi Changan Gempur Pasar Otomotif Nasional Melalui Deepal S05 dengan Teknologi REEV dan BEV
-
Bocoran Spesifikasi dan Harga Leapmotor B10 yang Segera Melantai di GIIAS 2026
-
4 Motor 150cc Termurah dan Irit buat Pelajar, Apa Opsinya?
-
Hyundai Pastikan IONIQ 3 Siap Melantai di GIIAS 2026
-
Dulu Sungkan Merger Kini Mau Jadi Partner, Honda dan Nissan Siap Kembangkan Kendaraan 'Next Gen'
-
Akun Mazda Indonesia Tertangkap Promosikan Crypto Casino, Kok Bisa ?
-
Kejutan! Ternyata Ini Mobil Terlaris Suzuki 2026, Bukan Ertiga atau Fronx