- Renault Kiger bekas menawarkan gaya Eropa dengan biaya perawatan setara mobil Jepang karena mesinnya identik Nissan Magnite.
- Mobil bekas ini memiliki mesin 1.0L turbo bertenaga 100 hp dan efisien, konsumsi rata-rata sekitar 18,5 km per liter.
- Perawatan mesin Kiger relatif mudah karena kompatibilitas suku cadang, namun komponen bodi akan sulit didapat karena populasinya sedikit.
Suara.com - Banyak orang mendambakan punya mobil Eropa karena gengsi dan kenyamanannya, tapi sering kali mundur teratur saat memikirkan biaya perawatan.
Image mobil Eropa yang manja, suku cadang mahal, dan montir yang harus khusus memang sudah melekat kuat di pikiran konsumen Indonesia.
Namun, sebenarnya ada satu mobil rahasia yang bisa jadi jalan pintas buat kamu yang ingin bergaya ala Eropa tapi dengan biaya perawatan setara mobil Jepang.
Mobil SUV kompak tersebut adalah Renault Kiger. Mungkin namanya terdengar asing bagi sebagian orang karena memang populasinya tidak sebanyak merek penguasa pasar.
Renault Kiger saat ini sudah tidak lagi diproduksi secara baru di Indonesia, yang artinya kamu bisa mendapatkannya di pasar mobil bekas dengan harga yang sangat menarik, yakni di kisaran Rp150 jutaan.
Angka ini tentu sangat menggoda bagi mereka yang memiliki budget terbatas namun ingin naik kelas dari sekadar city car biasa.
Dibalik tampilan eksteriornya yang gagah dan kental nuansa desain Prancis, Renault Kiger menyimpan fakta menarik yang jarang diketahui publik.
Mobil ini ternyata mengusung mesin yang identik dengan Nissan Magnite.
Karena Renault dan Nissan berada dalam satu aliansi global, Kiger menggunakan jantung pacu berkode HRA0. Ini adalah kabar baik bagi calon pembeli karena urusan ketersediaan komponen mesin jadi jauh lebih terjamin.
Baca Juga: 5 Mobil yang Paling Cocok Buat Orang yang Malas Ganti Oli, Mulai Rp60 Jutaan
Kamu tidak perlu pusing mencari spare part mesin ke distributor khusus Eropa, karena banyak komponennya yang bisa saling tukar dengan Nissan Magnite yang bengkel resminya tersebar luas.
Secara teknis, mesin HRA0 yang tertanam di bawah kap mesin Renault Kiger bukanlah mesin sembarangan. Meskipun hanya berkapasitas 999 cc atau 1.0L, mesin ini sudah dilengkapi dengan teknologi turbocharging.
Hasilnya adalah tenaga maksimal mencapai 100 hp dengan torsi yang cukup nendang di angka 152 Nm. Untuk penggunaan harian di perkotaan yang padat, konfigurasi 3 silinder segaris dengan mekanisme katup DOHC ini terasa sangat responsif saat diajak stop and go.
Bicara soal efisiensi, Renault Kiger sangat ramah di kantong buat kamu yang mobilitasnya tinggi. Berdasarkan data teknis, konsumsi bahan bakar rata-ratanya berada di angka 5,4 liter per 100 km atau setara dengan 18,5 km per liter, menurut Drive Place.
Untuk penggunaan di dalam kota, catatannya adalah 6,8 liter per 100 km, sementara saat meluncur di jalan tol bisa tembus hingga 4,6 liter per 100 km. Angka ini menunjukkan bahwa meski bertenaga turbo, ia tetap bisa diajak irit asalkan gaya berkendaranya benar.
Satu hal yang perlu dicatat adalah standar emisinya yang sudah Euro 6. Ini berarti mesinnya sangat bersih dan modern, namun konsekuensinya kamu disarankan menggunakan bahan bakar dengan minimal oktan 95 agar performanya tetap terjaga dan mesin tidak cepat berkerak.
Berita Terkait
-
5 Mobil yang Paling Cocok Buat Orang yang Malas Ganti Oli, Mulai Rp60 Jutaan
-
Penantang HR-V dan Yaris Cross: Nissan Kenalkan Mobil Hybrid Generasi Terbaru
-
5 Mobil Bekas yang Perawatannya Mudah dan Irit BBM, Cocok untuk Harian
-
5 Mobil Bekas Murah, Awet untuk Jangka Panjang, Mudah Dirawat tapi Nggak Pasaran, Harga Mirip Motor
-
Mobil LCGC Apa Saja? Ini Daftar Lengkap dan Harga Bekas Terbaru 2026
Terpopuler
- 5 HP Xiaomi dengan Snapdragon 8 Elite Gen 5, Terkencang di 2026!
- 7 Sepatu Lari Tahan Air Selevel Nike Vomero 18 GTX, Kualitas Top
- Sunscreen SPF 50 Apa yang Bagus? Ini 5 Pilihan untuk Perlindungan Maksimal
- Harga Pertamax Naik Nyaris Rp18.000 di April Besok? Ini Kata Pertamina
- Foto Pangakalan Militer AS di Arab Saudi Hancur Beredar, Balas Dendam Usai Trump Hina MBS
Pilihan
-
Mulai Besok! BPH Migas Resmi Batasi Pembelian Pertalite dan Solar, Cek Aturan Mainnya
-
Masyarakat Diminta Tak Resah, Mensesneg Prasetyo Hadi Tegaskan Harga BBM Belum Ada Kenaikan
-
Clara Shinta Minta Tolong, Nyawanya Terancam karena Suami Bawa Senjata Api
-
Harga Pertamax Naik Nyaris Rp18.000 di April Besok? Ini Kata Pertamina
-
Petir Bikin Duel Kepulauan Solomon vs Saint Kitts and Nevis di Stadion GBK Ditunda
Terkini
-
7 Sepeda Listrik Jarak Tempuh Terjauh dengan Baterai Bandel, Harga Mulai Rp3 Jutaan
-
Cari Mobil Listrik Bekas Modal Rp75 Juta? Ini 5 Pilihan yang Bisa Kamu Pertimbangkan
-
Toyota Ladeni 'Perang Harga' Demi Bersaing dengan Kendaraan Listrik China
-
Adu Irit Biaya Operasional Motor Listrik vs Motor Bensin, Mana yang Lebih Hemat?
-
Rahasia Bensin Motor Tetap Irit Meski Dipakai Jarak Jauh, Modal Rp2 Ribu Saja
-
Apakah Motor Listrik Bisa Dicas di Rumah? Jangan Keliru Agar Tak Tersetrum
-
Pemerintah Jepang Pangkas Subsidi BYD Hingga Setengah Harga Demi Lindungi Produk Lokal
-
Berapa Harga Mitsubishi Destinator Bekas? Segini Selisihnya dengan yang Baru
-
Mobil Luxio Bekas di Bawah Rp100 Juta, Dapat Unit Tahun Berapa?
-
Impor Pikap India Belum Cukup dan Agrinas Impor Lagi dari China untuk Kopdes Merah Putih