- Pemerintah China melalui MIIT meluncurkan platform nasional untuk memantau siklus hidup baterai kendaraan listrik secara real time.
- Seluruh pelaku industri otomotif wajib melaporkan data produksi, distribusi, hingga daur ulang baterai melalui identitas digital unik.
- Sistem pengawasan terintegrasi ini bertujuan meningkatkan keselamatan, transparansi data, serta mencegah pengelolaan limbah baterai melalui jalur ilegal.
Suara.com - Pemerintah China melalui Ministry of Industry and Information Technology (MIIT) resmi meluncurkan platform pemantauan baterai kendaraan listrik berskala nasional.
Langkah ini bertujuan memperketat pengawasan terhadap komponen paling krusial dalam industri otomotif masa depan tersebut guna memastikan transparansi penuh.
Melalui platform ini setiap baterai kendaraan listrik akan memiliki identitas digital unik yang memungkinkan pergerakannya dipantau secara real time sepanjang siklus hidupnya.
Mengutip laporan Carnewschina, pemantauan tersebut mencakup berbagai tahap mulai dari produksi penjualan perawatan penggantian pembongkaran hingga penggunaan kembali.
Sistem pengawasan digital ini tidak hanya menyasar produsen besar. Platform ini juga berlaku untuk berbagai pelaku industri mulai dari produsen baterai produsen kendaraan energi baru importir bengkel perawatan operator penukaran baterai hingga perusahaan daur ulang.
Kebijakan ini mewajibkan transparansi data yang sangat ketat bagi seluruh ekosistem otomotif di Negeri Tirai Bambu.
Setiap perusahaan diwajibkan mengunggah data terkait proses produksi pemasangan penjualan pembongkaran daur ulang hingga pemanfaatan kembali baterai.
Struktur pelaporan ini akhirnya akan membentuk mekanisme pengawasan tertutup untuk seluruh siklus hidup baterai. Pemerintah menyebut platform ini dirancang untuk memantau aliran baterai secara berkelanjutan dan mendeteksi potensi penyimpangan dalam proses penanganan.
Para ahli menilai langkah ini menjadi solusi konkret untuk mencegah baterai yang sudah tidak terpakai masuk ke jalur informal atau tidak resmi.
Baca Juga: Nasib Sial Honda di Pasar Mobil Listrik Dunia Usai Merugi Ratusan Triliun
Selain itu sistem ini dianggap mampu menjawab beragam masalah sebelumnya seperti data yang terfragmentasi pembagian tanggung jawab yang tidak jelas serta lambatnya respons regulasi.
Integrasi sistem ini juga diprediksi dapat meningkatkan aspek keselamatan penggunaan kendaraan listrik secara signifikan. Dengan pemantauan yang ketat pemerintah dapat memastikan setiap baterai dikelola dengan benar demi kelestarian lingkungan serta keamanan konsumen secara global.
Berita Terkait
Terpopuler
- Link Download Logo dan Tema HUT Bhayangkara ke-80 2026 untuk Ulang Tahun Polri
- 5 Sepeda Gunung MTB Polygon Termurah, Tangguh dan Awet Untuk Harian
- Ogah Pasang AC? Ini 4 Rekomendasi Air Cooler yang Murah, Hemat Listrik, dan Cepat Dingin
- 5 HP Samsung 5G Termurah 2026, Fitur Lengkap dan Performa Stabil untuk Jangka Panjang
- Golkar Sulsel Memanas, Ini Alasan Pendukung Appi Alihkan Dukungan ke IAS
Pilihan
-
Tangis Bayi Pecah Pagi Hari, Warga Temukan Bayi Perempuan Baru Lahir di Teras Rumah
-
Rupiah Nyaris ke Rp18.000 Lagi Hari Ini
-
Ole Romeny Bakal Satu Tim dengan Justin Hubner di Liga Belanda, Fortuna Sittard Siapkan Tawaran
-
Antar Timnas Perancis ke 16 Besar, Mbappe Pecahkan Sejumlah Rekor Piala Dunia 2026
-
Prabowo ke Polisi: Gaji dan Senjata Kalian dari Rakyat, Jadi Jangan Menyusahkan Rakyat
Terkini
-
Komponen Mobil Diesel yang Perlu Diperhatikan saat Beralih ke B50
-
IMI Awards 2025 Digelar, Drifter Muda Obell Raih Penghargaan
-
IMI Awards Apresiasi Industri hingga Atlet Otomotif Nasional
-
Strategi Changan Gempur Pasar Otomotif Nasional Melalui Deepal S05 dengan Teknologi REEV dan BEV
-
Bocoran Spesifikasi dan Harga Leapmotor B10 yang Segera Melantai di GIIAS 2026
-
4 Motor 150cc Termurah dan Irit buat Pelajar, Apa Opsinya?
-
Hyundai Pastikan IONIQ 3 Siap Melantai di GIIAS 2026
-
Dulu Sungkan Merger Kini Mau Jadi Partner, Honda dan Nissan Siap Kembangkan Kendaraan 'Next Gen'
-
Akun Mazda Indonesia Tertangkap Promosikan Crypto Casino, Kok Bisa ?
-
Kejutan! Ternyata Ini Mobil Terlaris Suzuki 2026, Bukan Ertiga atau Fronx