News / Nasional
Senin, 17 Agustus 2026 | 13:26 WIB
Ketua Umum DPP PDI Perjuangan, Megawati Soekarnoputri. (Foto dok. PDIP)
Baca 10 detik
  • Presiden kelima RI Megawati Soekarnoputri mengkritik upaya pengubahan BPJS Kesehatan saat upacara di Jakarta Senin (17/8/2026).
  • Megawati meminta Kemenkes dan Kemenkeu mempertahankan serta menambah anggaran program jaminan sosial untuk masyarakat.
  • Kebijakan BPJS Kesehatan dibentuk oleh Megawati demi membantu warga miskin mengakses layanan medis secara mudah.

Suara.com - Presiden kelima RI, Megawati Soekarnoputri mengkritik soal kebijakan jaminan kesehatan, tepat pada peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Indonesia.

Hal itu disampaikan Megawati saat menjabat inspektur upacara peringatan HUT ke-81 RI di sekolah partai PDIP, Jakarta, Senin (17/8/2026).

Megawati menilai jika saat ini ada pihak yang mulai mengutak-atik Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan.

Megawati meminta Kementerian Kesehatan (Kemenkes) dan Kementerian Keuangan (Kemenkeu) untuk tidak mengganggu program jaminan sosial publik tersebut, melainkan justru menambah alokasi anggarannya.

"Saya lho yang bikin BPJS. Tapi sekarang mulai dikutik-kutik sepertinya apa? Kenapa? Padahal saya bikin itu bagi rakyat banyak, rakyat jelata, yang kalau sakit itu tidak mudah mencari uang," kata Megawati, Senin (17/8/2026).

"Tolong dengarkan ya Kementerian Kesehatan dan lain sebagainya, Keuangan, tolonglah BPJS itu tetap ada dan ditambahlah uangnya bagi rakyat banyak," imbuhnya.

Megawati menuturkan, jika pembentukan BPJS saat pemerintahannya, didasari oleh empati mendalam saat melihat warga miskin kesulitan mengakses layanan medis di rumah sakit.

Ia mengenang momen emosional ketika bertemu seorang ibu yang menangis di rumah sakit karena tak sanggup membayar biaya pengobatan anaknya sebelum suaminya mendapatkan uang.

"Saya enggak nyari nama, itu memang saya yang buat karena hati nurani saya sedih melihat rakyat menjual ini menjual itu," katanya.

Baca Juga: Sindir Orde Baru, Megawati: Soekarno Ditahan Tanpa Pengadilan karena Pak Harto Ingin Jadi Presiden

Load More