- Honda dilaporkan membatalkan tiga model listrik global dan menghentikan produksi crossover Honda Prologue di Amerika Serikat.
- Penjualan Prologue anjlok 74% setelah subsidi federal berakhir, memaksa Honda memangkas target produksi secara signifikan.
- Pembatalan ini diprediksi menyebabkan kerugian mencapai 2,5 triliun yen akibat permintaan kendaraan listrik yang menurun.
Suara.com - Ambisi besar Honda untuk menghadirkan jajaran mobil listrik di Amerika Serikat tampaknya sedang berada di ujung tanduk. Pabrikan asal Jepang ini dilaporkan tidak hanya membatalkan proyek tiga model listrik global, tetapi juga berencana menghentikan produksi crossover andalannya yaitu Honda Prologue.
Kabar dari Auto News yang merujuk pada data AutoForecast Solutions menyebutkan bahwa Honda tidak memiliki agenda untuk memproduksi generasi kedua Prologue setelah tahun ini berakhir.
Jika rencana tersebut berjalan, maka rakasasa otomotif asal Jepang tersebut diperkirakan bakal angkat kaki dari persaingan pasar kendaraan listrik di Amerika Serikat.
Padahal Honda Prologue sempat mendapatkan sambutan hangat saat diluncurkan pada 2024. Penjualannya mencapai hampir 39 ribu unit pada 2025 karena terbantu oleh insentif besar dan kredit pajak federal.
Namun situasi berubah drastis setelah subsidi berakhir karena angka pengiriman pada awal 2026 langsung terjun bebas hingga 74 persen dibandingkan periode sebelumnya.
Saat ini Honda telah memangkas produksi hampir setengah dari kapasitas awal dan hanya menargetkan penjualan kurang dari 18.000 unit sepanjang tahun ini.
Meski demikian pihak Honda belum memberikan konfirmasi resmi dan menyatakan bahwa informasi yang beredar masih bersifat spekulatif serta menegaskan Prologue tetap menjadi bagian dari lini produk saat ini.
Keterpurukan Honda semakin nyata dengan potensi kerugian mencapai 2,5 triliun yen atau setara Rp265,4 triliun rupiah. Angka fantastis tersebut muncul setelah perusahaan memutuskan untuk membatalkan peluncuran tiga kendaraan listrik global yaitu Honda 0 Saloon, Honda 0 SUV, dan crossover listrik Acura RSX.
Langkah mundur ini diambil sebagai respon atas menurunnya permintaan mobil listrik di pasar utama, khususnya Amerika Serikat. Pihak manajemen menilai bahwa memaksakan produk baru di tengah pasar yang lesu akan membahayakan stabilitas bisnis perusahaan.
Baca Juga: Changan Deepal S07 SUV Listrik Mewah dengan Teknologi Canggih dan Harga Kompetitif
Berita Terkait
Terpopuler
- Promo Long Weekend Alfamart, Diskon Camilan untuk Liburan sampai 60 Persen
- Jokowi Sembuh dan Siap Keliling Indonesia, Pengamat: Misi Utamanya Loloskan PSI ke Senayan!
- Siapa Ayu Aulia? Bongkar Ciri-ciri Bupati R yang Membuatnya Kehilangan Rahim
- 3 Sepatu Lari Skechers Terbaik untuk Pemula dan Pelari Harian
- 6 Warna Pakaian yang Dipercaya Bawa Keberuntungan untuk Shio di Tahun Kuda Api 2026
Pilihan
-
Di Tengah Maraknya Klitih, Korban Kejahatan di Jogja Harus Cari Penjamin Biaya Medis Sendiri
-
Admin Fansbase Bawa Kabur Duit Patungan Voting, Rio Finalis Indonesian Idol Tereliminasi
-
Menilik Sepatu Lari 'Anak Jaksel' di Lapangan Banteng: Brand Lokal Mulai Mendominasi?
-
SMAN 1 Pontianak Tolak Ikut Lomba Ulang, Sampaikan Salam: Sampai Jumpa di LCC Tahun Depan!
-
Keluar Kau Setan! Ricuh di Pertemuan Donald Trump dan Xi Jinping
Terkini
-
Yadea Siapkan Peluncuran Motor Listrik Jarak Jauh untuk Pasar Indonesia
-
Tantangan Efisiensi Logistik dan Cara Isuzu Pangkas Konsumsi BBM Truk Hingga Jutaan Rupiah
-
Eksplorasi Gerbang Pulau Sumatera Bersama MAXI Tour Boemi Nusantara
-
Rahasia Bikin Ban Mobil Tetap Awet dengan Teknik Rotasi dan Spooring yang Tepat
-
Fenomena Yamaha Tmax Tetap Jadi Buruan Walau Seharga Innova Reborn
-
Tips Hadapi Macet Tanjakan Saat Libur Panjang Gunakan Suzuki Grand Vitara
-
Apakah Hari Ini Ada Ganjil Genap? Ini Aturan Tanggal 14-17 Mei 2026
-
Yogyakarta Jadi Saksi, Indomobil eMotor Jawab Keraguan Harga Hingga Baterai yang Tembus 140 Km
-
Terpopuler: 5 Mobil Bekas Pajak Rp1,5 Jutaan untuk Keluarga Kecil, Keunikan Honda Navi 2026
-
Bukan LCGC! Hatchback 1.200cc DOHC Ini Tembus 21 Km/Liter, Bekasnya Cuma Rp 65 Jutaan