Suara.com - Mobil sunroof murah yang worth it dibeli tahun 2026 mencakup aneka pilihan bekas maupun baru mempunyai value for money, muat banyak, fleksibel untuk menemani perjalanan dalam maupun luar kota.
Bagi Anda yang menginginkan mobil sunroof baru bisa memilih pada rentang harga Rp300 juta hingga Rp400 juta. Sementara itu untuk pilihan mobil sunroof bekas berada di antara rentang harga Rp150 juta sampai Rp300 juta.
Saat memutuskan membeli mobil sunroof karena kesan mewah, lega di kabin, sirkulasi udara segar dan pencahayaan alami.
Sebaiknya Anda harus memperhatikan beberapa item penting seperti memastikan karet seal pada sunroof tidak getas agar terhindar dari kebocoran air, mekanisme buka tutup sunroof tetap lancar, tidak macet dan berisik.
Lantas, apa saja mobil sunroof murah yang masih worth it dibeli tahun 2026? Simak ulasan singkat berikut ini.
Deretan Mobil Sunroof Murah Layak Dibeli di 2026
Mobil dengan komponen sunroof berupa jendela tambahan pada atap mobil yang berupa kaca maupun panel logam, umumnya bisa diangkat atau digeser secara manual maupun elektrik akan memberikan kesan mewah dan nyaman.
Maka, mobil sunroof masih menjadi incaran customer di tahun 2026 ini. Hanya berbekal uang senilai Rp150 jutaan sampai Rp400 juta bisa membelinya.
Berikut daftar mobil sunroof bekas dan baru yang masih layak dibeli di tahun 2026:
1. Honda HR-V SE
Harga bekas Honda HR-V SE berkisar antara Rp290 juta sampai Rp368 juta khusus tahun muda (2021-2023), yang menawarkan mesin 1.5 L DOHC i-VTEC bertenaga 121hp mampu menghasilkan performa halus dengan konsumsi BBM efisien untuk SUV kompak.
Baca Juga: 5 Mobil Listrik yang Ada Sunroofnya, Nyaman dan Stylish
Tampilannya modern dan ikonik, khususnya generasi terbaru 2022 ke atas.
Sementara itu, fiturnya termasuk canggih berupa magic seat yang bisa diatur sesuka hati, collision mitigation braking system, lane keeping assist system, adaptive cruise control.
2. Nissan X Trail Gen 2
Nissan X Trail Gen 2 termasuk medium SUV bekas yang masih populer menawarkan harga terjangkau sekitar Rp 180 jutaan sampai Rp 200 juta, menawarkan suspensi empuk dan nyaman untuk melewati berbagai medan jalan.
Performa mesin tangguh tersedia mesin 2000cc dan 2500cc yang sangat bertenaga untuk kebutuhan perjalanan dalam dan luar kota.
Meskipun SUV tinggi, tapi mobil ini pengendaliannya stabil dan lincah dengan dukungan sistem monokok.
Desain boxy (kotak) memberikan ruang kaki dan kepala yang lega, bagasi luas, fleksibel.
Berita Terkait
Terpopuler
- Sepeda Dewasa Merek Apa yang Murah dan Awet? Ini 5 Pilihan Terbaik untuk Harian
- 7 Pilihan Lipstik yang Awet 12 Jam, Anti Pudar Terkena Air dan Minyak
- Begini Respons Kopassus Usai Beredar Isu Orang Istana Digampar Pangkopassus
- 5 Parfum Indomaret dengan Wangi Segar Tahan Lama, Cocok Dipakai saat Cuaca Panas
- 12 Promo Makanan Hari Kartini 2026, Diskon Melimpah untuk Rayakan Momen Spesial
Pilihan
-
Sebagai Ayah, Saya Takut Biaya Siluman Terus Menghantui Pendidikan Anak di Masa Depan
-
Rugikan Negara Rp285 T, Eks Dirut Pertamina Patra Niaga Alfian Nasution Dituntut 14 Tahun Bui
-
Terungkap Jalur Gelap 10 Ton Pupuk Subsidi di Sumsel, Dijual ke Pihak Tak Berhak
-
Garap Kasus Haji, KPK Panggil Ustaz Khalid Basalamah Hari Ini
-
Merantau ke Kota Kecil, Danu Tetap Sulit Cari Kerja: Sampai Melamar Pawang Satwa
Terkini
-
Mendagri Ngotot Hapus Semua Pajak Mobil Listrik di Daerah, Angin Segar Dunia EV Tanah Air
-
Itung-itungan Pajak Tahunan Wuling Air EV usai Aturan Baru: Masih Layak Dilirik?
-
5 Rekomendasi Jaket Cowok Murah untuk Naik Motor Harian Anti Gerah
-
Tren Mobil Listrik Murah Mulai Gerus Pasar MPV Konvensional di Indonesia
-
5 Mobil Listrik Termurah di Bawah Harga Brio RS: AC Sejukkan si Kecil, Peneduh dari Bara El Nino
-
Wuling Tetap Pede Jual Mobil Listrik di Tengah Aturan Pajak Baru
-
Dominasi Daihatsu Gran Max di Pasar Mobil Niaga Indonesia Kian Tak Terbendung Kompetitor
-
5 Rekomendasi Jaket Murah Bisa Dipakai Harian untuk Pemotor Cewek, Anti Gerah Sepanjang El Nino
-
Kena Regulasi Baru, Segini Itung-itungan Pajak BYD Atto 1: Masih Worth It?
-
Indef: Realisasi Mobil Listrik Baru 104.000 Unit, Transisi Energi Jauh dari Target