- Taksi Green SM terbukti bukan pemicu tabrakan kereta beruntun di Stasiun Bekasi Timur.
- Gaji sopir Green SM capai delapan juta rupiah dengan sistem bagi hasil lima puluh lima persen.
- Penghasilan taksi BlueBird stabil di angka tujuh jutaan menggunakan skema potongan perusahaan enam puluh persen.
Suara.com - Insiden kecelakaan kereta yang melibatkan KRL dan taksi listrik Green SM (Xanh SM) di Bekasi justru menguak fakta baru. Netizen kini malah menyoroti adu mentereng gaji sopir Xanh SM melawan BlueBird.
Taksi hijau asal Vietnam ini awalnya dituduh sebagai biang kerok tabrakan beruntun pada 27 April 2026. Namun faktanya, armada tersebut berada di jalur perlintasan yang sama sekali berbeda.
Lolos dari tudingan miring, pesona taksi listrik ini makin memancing rasa penasaran publik. Banyak orang mulai membandingkan tawaran cuan dari pendatang baru ini dengan sang raksasa transportasi biru.
Cuan Xanh SM: Mobil Listrik, Potongan Menarik
Mengutip situs resmi id.greensm.com, perusahaan menjanjikan potensi penghasilan hingga Rp8 juta per bulan. Sistem yang dipakai adalah bagi hasil alias revenue sharing, bukan sekadar gaji pokok.
Sopir bisa mengantongi porsi hingga 55 persen dari setiap pesanan argo yang masuk. Sisa persentase tersebut nantinya akan disetorkan kembali kepada pihak manajemen perusahaan.
Khusus argo di atas Rp500.000, skema bagi hasilnya bisa imbang di angka 50:50. Namun, pengemudi wajib menanggung sendiri biaya pengisian daya baterai kendaraan listriknya.
Jangan khawatir, biaya operasional mobil listrik VinFast ini diklaim jauh lebih irit ketimbang bensin. Sopir hanya perlu merogoh kocek sekitar Rp80.000 untuk menempuh jarak 280 kilometer harian.
Fakta di lapangan dari grup Facebook Taksi Listrik Xanh SM Indonesia pun cukup menggiurkan. Seorang pengemudi mengaku bisa menembus rata-rata penghasilan Rp1,8 juta setiap minggunya.
Baca Juga: Vietnam Sampaikan Duka atas Kecelakaan KRL di Bekasi, Presiden To Lam Kirim Pesan ke Prabowo
Berbagai unggahan di TikTok dan Instagram menyebut pendapatan harian berkisar Rp150.000 hingga Rp400.000. Angka ini amat bergantung pada lokasi orderan seperti kawasan Jakarta, Kapuk, maupun Cinere.
Demi mengejar target tersebut, banyak pengemudi rela mengaspal 10 hingga 12 jam sehari. Selain uang, mereka juga dilindungi asuransi kesehatan sosial dan mendapat pelatihan komprehensif.
Pendapatan Bluebird: Stabil dan Penuh Kepastian
Lantas, bagaimana dengan pemain lama yang sudah memiliki nama besar di jalanan ibu kota? Penghasilan sopir taksi Bluebird umumnya berada di rentang Rp7 juta hingga Rp8 juta setiap bulannya.
Angka ini sangat bergantung pada total capaian argo yang berhasil didapat setiap hari. Mereka menggunakan sistem bagi hasil yang sudah teruji selama puluhan tahun beroperasi.
Dalam skema klasik ini, pengemudi berhak membawa pulang 40 persen dari total argo harian. Sementara itu, 60 persen sisanya wajib disetorkan ke dalam kas operasional perusahaan.
Jika seorang sopir meraup Rp700.000 sehari, maka ia berhak mengantongi uang tunai Rp280.000. Bila ia rutin bekerja 26 hari, estimasi kotornya bisa menembus angka Rp7.280.000 per bulan.
Nominal tersebut tentu belum murni bersih karena masih terpotong beberapa biaya operasional tambahan. Namun, standar kerja yang sangat terstruktur membuat profesi di perusahaan ini tetap diminati.
Berita Terkait
Terpopuler
- Dicukur Timnas Indonesia 5-1, Pemain Naturalisasi Kamboja Jadi Sasaran Kemarahan Fans
- 7 HP Murah Spesifikasi Terbaik di Bawah Rp2 Juta, Kamera 108 MP hingga NFC
- Bukan Sekadar Urusan Nasi Uduk di Matraman, 'Waspada Skenario Kerusuhan Agustus 2026'
- 4 Serum Wardah untuk Mengecilkan Pori, Kulit Halus dan Mulus Bertahap
- Nasib Berubah, Ini 4 Shio yang Panen Keberuntungan dan Rezeki pada 29 Juli 2026
Pilihan
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
-
Dicecar 23 Pertanyaan Penyidik KPK, Ini Kata Plt Bupati Sukoharjo
-
Cuma Sisa Rp200 Juta! Perampok Rp1,2 Miliar di Kalideres Diciduk Usai Habiskan 1 M Dalam 8 Hari
-
Survei SMRC Juli 2026: Elektabilitas Prabowo Anjlok Drastis, Disalip Dedi Mulyadi
-
Malaysia Dikit Lagi Resmi Berstatus Negara Maju, Pendapatan Warga Rp 250 Juta per Tahun
Terkini
-
Dicap Menteri Problematik, Menhut Raja Juli Dikecam Usai Prioritaskan Hutan untuk TNI
-
Tol Akses Patimban Capai 68 Persen, Pemerintah Kebut Konektivitas ke Pelabuhan Strategis Nasional
-
Metodologi Audit BPKP Dinilai Tak Konsisten, Pakar Desak Evaluasi Total
-
Ada Jejaring Kolektif, Pakar Ungkap Kekayaan Negara Bocor Puluhan Tahun ke Kantong Pribadi
-
Truk Hantam Motor Scoopy di Cileungsi, Penjaga Warung Madura Tutup Usia di Tempat?
-
Perempuan Kini Tak Hanya Menabung, Tapi Juga Mulai Memilih Investasi yang Berdampak
-
Stop Jadi Beban Jalanan, Jasa Raharja-Korlantas Polri Perangi Budaya Melawan Arus
-
Industri Hiburan Indonesia Naik Kelas, Teknologi Jadi Senjata Baru di Balik Pengalaman Spektakuler
-
Bale by BTN Permudah Masyarakat Miliki Rumah Lewat Kolaborasi dengan Rumah123
-
BRI dan Kementerian UMKM Perkuat Pembiayaan KUR, Dorong UMKM Bandung Naik Kelas