Suara.com - Isu penggunaan bioetanol sebagai bahan bakar kendaraan semakin sering dibahas seiring dorongan besar menuju energi bersih di Indonesia.
Bioetanol sendiri merupakan bahan bakar nabati yang dibuat dari fermentasi komoditas seperti tebu, singkong, dan jagung, sehingga dianggap lebih ramah lingkungan karena mampu menekan emisi karbon.
Melalui program transisi energi, pemerintah bersama berbagai pihak termasuk PT Pertamina (Persero) dan subholding energi baru terbarukan Pertamina New & Renewable Energy (PNRE) terus mendorong pemanfaatan bioetanol sebagai bagian dari bauran energi masa depan.
Namun di balik rencana besar tersebut, tidak semua kendaraan di jalanan saat ini siap menerima bahan bakar berbasis etanol.
Inovasi ini membutuhkan kesiapan teknologi, termasuk dari sisi kendaraan itu sendiri. Tanpa penyesuaian yang tepat, bioetanol justru bisa berdampak pada performa dan keawetan mesin.
Oleh karena itu, penting bagi pemilik kendaraan untuk memahami sejak awal apakah mobil mereka benar-benar kompatibel dengan bahan bakar ini. Berikut penjelasan lengkapnya.
Kenapa Bioetanol Tidak Cocok untuk Semua Mobil?
Secara teknis, bioetanol memiliki sifat higroskopis, yaitu mudah menyerap air dari udara. Sifat ini dapat memicu korosi pada komponen logam dalam sistem bahan bakar. Selain itu, kandungan alkohol di dalamnya juga bisa mempercepat kerusakan pada karet dan plastik tertentu.
Para ahli otomotif juga menegaskan bahwa penggunaan bioetanol dengan kadar tinggi tanpa penyesuaian mesin dapat menurunkan performa kendaraan dan memperpendek usia komponen penting seperti injektor dan selang bahan bakar.
Baca Juga: Update Harga Ubi Kayu, Jagung, dan Tebu Terbaru April 2026, sebelum Bioetanol E20 Digenjot
Ciri Mobil yang Tidak Boleh Pakai Bioetanol, atau Tidak Disarankan
Berikut beberapa ciri kendaraan yang sebaiknya tidak menggunakan bioetanol:
1. Mobil produksi lama (di bawah tahun 2000-an)
Kendaraan lama umumnya belum dirancang untuk bahan bakar campuran alkohol sehingga tidak memiliki sistem pelindung material yang kompatibel.
2. Sistem bahan bakar masih berbahan karet atau plastik lama
Karet alam pada selang, gasket, dan O-ring bisa mengeras, retak, atau melar jika terkena etanol secara terus-menerus.
Berita Terkait
-
Update Harga Ubi Kayu, Jagung, dan Tebu Terbaru April 2026, sebelum Bioetanol E20 Digenjot
-
Mobil yang Aman Pakai E20 di Indonesia Minimal Buatan Tahun Berapa? Ini 5 Rekomendasinya
-
Pertamina Siap Genjot E20: Ubi, Jagung, dan Tebu Siap Jadi Santapan Mobil dan Motor
-
Sinergi Hulu Migas Dorong Tata Kelola Sumur Rakyat dan Ketahanan Energi Nasional
-
Genjot Target E20, Pertamina Perkuat Kolaborasi Pengembangan Bioetanol Domestik
Terpopuler
- 6 Pilihan HP Flagship Paling Murah, Spek Sultan Harga Teman
- 5 HP 5G Terbaru RAM 12 GB, Spek Kencang untuk Budget Rp3 Juta
- 5 Pilihan Sepatu Lari Hoka Murah di Sports Station, Harga Diskon 50 Persen
- 5 Parfum Aroma Segar Buat Pesepeda, Anti Bau Badan Meski Gowes Seharian
- 5 Sepeda Listrik Jarak Tempuh Terjauh, Tahan Air dan Aman Melintasi Gerimis
Pilihan
-
7 Sabun Mandi Cair Wangi Mewah yang Bikin Rileks Setelah Pulang Kerja, Ada yang Mirip Aroma Spa
-
Mantan Istri Andre Taulany Dilaporkan ke Polisi, Diduga Aniaya Karyawan
-
Stasiun Bekasi Timur akan Kembali Beroperasi Lagi Siang Ini
-
Truk Tangki BBM Meledak Hebat di Banyuasin, 4 Pekerja Terbakar saat Api Membumbung Tinggi
-
RS Polri Berhasil Identifikasi 10 Jenazah Korban Tabrakan Kereta di Bekasi Timur, Ini Nama-namanya
Terkini
-
Sah Jadi Komisaris Bank BJB, Isi Garasi Otomotif Susi Pudjiastuti Cukup Nyentrik
-
Mau Beli EV Bekas? Jangan Sampai Battery Health-nya di Bawah Angka Ini
-
Daihatsu Bangun Kelas Industri demi Cetak SDM Otomotif Unggul
-
7 Motor Listrik Anti Mogok Kuat Jarak Tempuh Jauh, Harga Affordable
-
Berburu Moge di Kejagung, Beli Harley Mewah Gak Bikin Kantong Murung
-
Pertamina Siapkan Bioetanol untuk E20? Ini 5 Mobil Keluarga Bekas yang Aman
-
OMODA C5 2026 Tampil dengan Wajah Baru di Thailand, Bakal Jadi Pengganti Chery E5 di Indonesia?
-
8 Kode Mobil BYD Baru Terdaftar di Indonesia, Harga Mulai Rp100 Jutaan
-
Mobil yang Aman Pakai E20 di Indonesia Minimal Buatan Tahun Berapa? Ini 5 Rekomendasinya
-
Pilihan Mobil Bekas Satset Pengganti KRL, Irit BBM Untuk Harian