- Sekelompok orang di Makassar viral karena meminum oli mesin dengan dalih untuk meningkatkan stamina tubuh pria.
- MUI Sulawesi Selatan menegaskan bahwa mengonsumsi oli hukumnya haram karena membahayakan kesehatan serta merusak organ tubuh.
- MUI mengecam penggunaan atribut pakaian muslim dalam konten menyesatkan tersebut karena dinilai tidak etis dan berbahaya.
Suara.com - Jagat media sosial baru-baru ini dihebohkan dengan video sekelompok pemuda dan orang tua di Kota Makassar yang melakukan aksi berbahaya: meminum oli mesin.
Mengenakan pakaian muslim, mereka terlihat membagikan botol oli yang baru dibuka untuk diminum secara bergiliran dengan dalih meningkatkan stamina pria.
Menanggapi fenomena tersebut, Majelis Ulama Indonesia (MUI) Provinsi Sulawesi Selatan angkat bicara dengan tegas. Sekretaris MUI Sulsel, Prof Muammar Bakry, menekankan bahwa tindakan tersebut melanggar hukum agama karena membahayakan tubuh.
"Karena oli itu bukan minuman manusia dan dipastikan ada pengaruh dalam kesehatan, itu hukumnya haram. Artinya, minum oli itu haram karena bukan minuman," tegas Muammar Bakry kepada wartawan di Makassar, Selasa (7/4/2026).
Bahaya Jangka Panjang Mengintai
Prof Muammar menjelaskan bahwa oli adalah pelumas mesin kendaraan, bukan untuk dikonsumsi manusia. Meski dampak buruknya mungkin tidak terasa seketika, kandungan kimia dalam oli dapat merusak organ tubuh dalam jangka panjang.
Ia menyayangkan alasan para pelaku yang mempromosikan aksi tersebut sebagai penambah stamina. Menurutnya, konten seperti ini sangat menyesatkan jika ditiru oleh masyarakat luas.
"Karena viral jangan sampai ini menjadi pembelajaran yang jelek bahwa minum oli itu boleh. Apalagi, kalau misalnya dianggap bisa meningkatkan stamina dan kalau itu ditonton, kemudian diikuti oleh orang, ini berbahaya," tuturnya menekankan.
Tak hanya soal kesehatan, MUI Sulsel juga menyoroti penggunaan atribut pakaian muslim dalam video tersebut. Aksi tersebut dinilai kontradiktif dengan nilai-nilai Islam yang mengajarkan umatnya untuk menjaga kesehatan dan menghindari kemudaratan.
Baca Juga: Alarm Merah Campak 2026: Mengapa Penyakit Kuno Ini Kembali Menghantui Indonesia?
"Jadi berbahaya bagi yang memberikan contoh. Berbahaya juga yang memviralkan. Saya selaku pengurus MUI Sulsel menyampaikan bahwa ini tidak layak untuk dijadikan contoh. Karena itu, sebaiknya yang memberikan contoh dalam video itu segera mengklarifikasi," ujar pria yang juga menjabat sebagai Rektor Universitas Islam Makassar (UIM) Al-Gazali ini.
Lebih lanjut, ia mengecam penggunaan simbol agama dalam konten yang tidak beretika tersebut. Ia khawatir masyarakat awam menganggap tindakan itu memiliki legitimasi secara agama karena penampilan pelakunya.
"Pakaian itu, penampilannya bahwa Islam membolehkan, saya kira itu perbuatan yang sangat tidak etis dan tidak manusiawi. Tidak patut untuk dijadikan sebagai tontonan. Karena, dikhawatirkan bisa diikuti oleh orang lain, di situ masalahnya," papar Muammar menegaskan.
Viral di Masjid dan Pinggir Jalan
Sebelumnya, video tersebut menjadi perbincangan hangat karena lokasi pengambilan gambar diduga dilakukan di lingkungan masjid dan pinggir jalan. Para pelaku dengan percaya diri menyebutkan bahwa oli baru bisa menjadi suplemen penambah tenaga.
Beragam reaksi netizen pun membanjiri kolom komentar. Sebagian besar mengecam aksi tersebut sebagai tindakan konyol yang membahayakan nyawa, namun tak sedikit pula yang terhasut oleh narasi sesat mengenai manfaat oli bagi stamina pria. MUI Sulsel pun mengimbau masyarakat untuk lebih bijak dalam menyaring konten di media sosial. (Antara)
Berita Terkait
-
Baliho 'Aku Harus Mati' Disorot, Kemenkes: Bisa Picu Pikiran Negatif Pada Orang Rentan
-
Filter Laut yang Kita Santap: Dilema Kerang Hijau dan Kesehatan
-
Alarm Merah Campak 2026: Mengapa Penyakit Kuno Ini Kembali Menghantui Indonesia?
-
Bagaimana Hilangnya Hutan Tropis Memperparah Gelombang Panas Global?
-
Aset IRRA Tembus Rp2,43 Triliun, Laba Bersih Naik 23,03 Persen pada 2025
Terpopuler
- 5 Serum untuk Mengecilkan Pori-pori, Bikin Kulit Mulus Sesuai Review Pembeli
- Mulai Besok Kendaraan Nunggak Pajak Dilarang Isi BBM Bersubsidi
- 3 Rekomendasi Air Cooler 50 Watt yang Dingin Maksimal dan Suaranya Senyap
- 3 Sepatu Running Brodo Terlaris di Shopee, Lengkap Review dan Harganya
- Durian Musang King dan Black Thorn Jadi Komoditas Baru Andalan Sulsel
Pilihan
-
Mencekam! 50 Pria diduga Tentara Datangi Polda Metro Jaya Usai Penggeledahan Rumah Febrie Adriansyah
-
50 Orang Berambut Cepak 'Serbu' Polda Metro Jaya: 'Mau Ambil Saksi Kasus Jampidsus'
-
Resmi! Muktamar NU ke-35 akan Digelar di Ponpes Bahrul Ulum Jombang
-
Babak Belur Emiten Kaesang: Hanya Mampu Bayar Buruh Harian dan Operasikan Satu Pabrik
-
Roy Suryo Menang Praperadilan! Hakim Nyatakan Penangkapan dan Penahanan Tidak Sah
Terkini
-
Sempat Dijaga TNI Bersenjata, Begini Kondisi Rumah Jampidsus Febrie Adriansyah Pagi Ini
-
PB PMII Dukung Polri Bongkar Mega Korupsi, Tolak Intervensi TNI
-
DPP IMM Pertanyakan Pelibatan TNI Jaga Rumah Jampidsus
-
Cafe deClan Signature Milik Siapa? Diduga Jadi 'Gudang Uang' Jampidsus Febrie Adriansyah
-
AHY Gaungkan 'Silaturahmi 360', Demokrat Bakal Keliling Temui Semua Parpol
-
TNI Buka Suara soal Prajurit Bersenjata di Rumah Jampidsus: Bukan Terkait Penyidikan
-
Mencekam! 50 Pria diduga Tentara Datangi Polda Metro Jaya Usai Penggeledahan Rumah Febrie Adriansyah
-
Surat Edaran Rahasia Kejagung Bocor, Jaksa Diminta Waspada dan Dilarang Berkomentar soal Perkara
-
50 Orang Berambut Cepak 'Serbu' Polda Metro Jaya: 'Mau Ambil Saksi Kasus Jampidsus'
-
Penggeledahan Serentak di 12 Titik, Polisi Telusuri Dugaan Pencucian Uang Kasus Korupsi BUMN