- Geely dilaporkan sepakat membeli fasilitas perakitan milik Ford di Valencia, Spanyol, untuk memproduksi kendaraan berbasis energi baru.
- Fasilitas tersebut direncanakan memproduksi model crossover listrik Geely EX2 dengan teknologi Global Intelligent New Energy Architecture.
- Ford berpotensi menggunakan platform teknologi tersebut sebagai penerus model Puma, meski pihak perusahaan belum memberikan konfirmasi resmi.
Suara.com - CEO Ford Jim Farley sering memberikan peringatan mengenai ancaman besar dari produsen mobil China. Namun laporan terbaru justru menunjukkan langkah yang berlawanan karena Ford dikabarkan menggandeng Geely untuk pabrik produksi.
Berdasarkan laporan surat kabar Spanyol, Geely disebut telah mencapai kesepakatan untuk membeli lini perakitan di pabrik Ford Valencia yang berlokasi di Spanyol. Perusahaan asal Tiongkok ini dilaporkan akan menggunakan fasilitas tersebut untuk memproduksi kendaraan multi-energi berbasis Global Intelligent New Energy Architecture. Teknologi ini menjadi dasar bagi berbagai kendaraan modern termasuk model Galaxy A7 dan E5.
Kendaraan yang akan diproduksi dikabarkan memiliki kode internal 135 dan diduga kuat adalah Geely EX2. Model ini merupakan crossover listrik kompak dengan dimensi panjang 4135 mm dan lebar 1805 mm. Mobil ini dibekali pilihan paket baterai 30,1 kWh hingga 40,1 kWh yang mampu menempuh jarak antara 310 km sampai 410 km.
Selain memproduksi mobil untuk Geely, Ford juga memiliki peluang besar untuk mendapatkan kendaraan baru yang menggunakan platform serupa. Hal ini berpotensi menjadi penerus bagi model Puma mengingat kesamaan dimensi di antara keduanya.
Menanggapi kabar tersebut, pihak Ford memberikan jawaban diplomatis mengenai status kemitraan ini. Ford menjelaskan bahwa diskusi antar perusahaan adalah hal yang wajar.
"Kami terus menerus berdiskusi dengan banyak perusahaan tentang berbagai topik, terkadang terwujud, terkadang tidak. Tidak ada yang final," ungkapnya, Rabu (6/5/2026).
Sementara itu juru bicara Geely Eropa memberikan respons singkat saat dimintai keterangan lebih lanjut. Pihak Geely menyatakan bahwa mereka tidak berkomentar tentang sebuah spekulasi.
Walaupun kedua belah pihak masih menutup rapat informasi ini, banyak pengamat industri menganggap bahwa kesepakatan besar antara Ford dan Geely sudah hampir rampung.
Baca Juga: Negara Ini Tolak Kehadiran Mobil Listrik China Karena Dinilai Ancam Industri Lokal
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Rekomendasi Serum Malam untuk Hempas Flek Hitam Usia 50 Tahun ke Atas
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- Work to Run: 5 Sepatu Lari Hitam Polos yang Tetap Rapi di Kantor dan Nyaman Dipakai Lari
- 5 HP Redmi RAM 8 GB Memori 256 GB Termurah di Bawah Rp1,5 Juta, Spek Juara
Pilihan
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
-
Serangan Mematikan Rusia Jelang Gencatan Senjata, 26 Warga Ukraina Tewas
-
Bejatnya Kiai Cabul Ashari di Pati: Ngaku Keturunan Nabi hingga Istri Orang Bebas Dicium
-
Mengungkap Jejak Pelarian Kiai Cabul Pati: Terendus Ritual di Kudus, Kini Raib Bak Ditelan Bumi
-
Diterpa Kontroversi dan Dilaporkan ke Bareskrim Terkait Ceramah JK, Ade Armando Mundur dari PSI
Terkini
-
Tampil Gaya Tak Bikin Merana: Intip Pesona Mantan Mobil Dinas Pejabat, Harga di Bawah LCGC
-
BYD Berhasil Jadi Raja Mobil Listrik Baru Geser Dominasi Tesla dan BMW
-
Solar Makin Mahal, Ini 8 Tips Hemat BBM Mobil Diesel agar Kantong Tetap Aman
-
Apakah Garansi Mobil Bekas Hangus Jika Unit Dijual Alias Pindah Tangan?
-
7 Penyebab Oli Mesin Motor Cepat Habis dan Cara Mengatasinya
-
Bosan Suspensi Keras? Coba LMPV Elegan Bekas Ini, Garansi Nyaman Keluarga Tenang
-
Semudah Merawat Avanza, Toyota Etios Valco sama Daihatsu Sirion Mending Mana?
-
Terpopuler: Alternatif Pajero Sport yang Kebal Biosolar, Motor Cakep Yamaha Penantang Scoopy
-
Serbuan Merek China Sukses Buat Penjualan Mobil Listrik Indomobil Lampaui Target 50 Persen
-
Kurangi Subsidi BBM Alasan Menkeu Purbaya Sepakat Berikan Insentif Kendaraan Listrik Mulai Juni