- Menteri ESDM Bahlil Lahadalia berencana memanfaatkan CNG sebagai alternatif bahan bakar untuk mengurangi ketergantungan impor energi nasional.
- Pemerintah perlu mempercepat pembangunan infrastruktur SPBG dan mendorong produsen otomotif menyediakan kendaraan berbahan bakar CNG yang terintegrasi secara resmi.
- Penggunaan teknologi tabung komposit serta transisi ke CNG dapat meningkatkan efisiensi biaya bahan bakar dan mendukung ketahanan energi nasional.
Suara.com - Belakangan ini, nama Menteri ESDM Bahlil Lahadalia sering muncul di pemberitaan gara-gara rencananya membawa gas alam terkompresi atau compressed natural gas (CNG) masuk ke dapur warga lewat tabung 3 kg.
Harapannya, gas ini bisa jadi alternatif selain LPG yang selama ini mayoritas masih kita impor. Namun, kalau kita mau jujur, potensi CNG sebenarnya jauh lebih besar dari sekadar urusan kompor menyala.
Di banyak negara, CNG sudah jadi "pahlawan" di jalan raya sebagai bahan bakar kendaraan yang murah dan ramah lingkungan.
Lalu, apa yang perlu dilakukan Indonesia supaya CNG tidak cuma mentok di urusan dapur?
Langkah pertama yang paling krusial adalah mempercepat infrastruktur pengisian bahan bakar atau SPBG.
Ini yang dilakukan oleh India
Belajar dari India, kesuksesan mereka dalam mendominasi pasar CNG didorong oleh ketersediaan lebih dari 6.000 stasiun pengisian yang ditargetkan menembus 10.000 unit dalam beberapa tahun ke depan, menurut Down to Earth.
Di Indonesia, jumlah SPBG masih sangat terbatas. PGN Gagas saja baru mengoperasikan 11 unit, ditambah 19 unit milik Pertamina per Mei 2026.
Tanpa jaringan pengisian yang luas, masyarakat akan tetap ragu berpindah dari bensin ke gas karena takut mogok di tengah jalan.
Baca Juga: Mobil Listrik dan Mobil Hybrid Perlu Radiator Coolant Khusus Agar Tidak Overheat
Kedua, pemerintah dan pabrikan otomotif perlu berkolaborasi menghadirkan kendaraan factory-fitted CNG atau mobil yang memang sudah dibekali sistem CNG dari pabriknya.
Selama ini, pilihan kita terbatas pada pemasangan converter kit secara mandiri yang sering kali memakan ruang bagasi karena tangki besi yang berat.
Di India, raksasa seperti Maruti Suzuki dan Hyundai sudah menjual versi CNG resmi yang lebih aman dan efisien. Indonesia harus mulai mendorong insentif agar pabrikan mau memproduksi mobil serupa di dalam negeri.
Teknologi tabung memegang peranan kunci
Selain itu, masalah teknologi tabung juga harus jadi perhatian serius. Kita perlu beralih ke tabung Tipe 4 yang terbuat dari material komposit atau serat karbon.
Tabung jenis ini jauh lebih ringan dan kuat dibandingkan tabung besi konvensional, sehingga tidak akan membebani performa kendaraan secara signifikan.
Berita Terkait
-
Mobil Listrik dan Mobil Hybrid Perlu Radiator Coolant Khusus Agar Tidak Overheat
-
Cuma Segelintir, Ini Deretan Mobil Listrik dengan Baterai Nikel di Indonesia
-
Ekspor Timur Tengah Terdampak, Toyota Bikin 3 Pabrik di India
-
5 Mobil yang Nggak Bikin Orang Tua Tekor: Irit, Pajak Murah, Pas untuk Anak Muda dan Mahasiswa
Terpopuler
- Dituding jadi Biang Kerok Laga Persija vs Persib Batal di Jakarta, GRIB Jaya Buka Suara
- 7 HP Midrange RAM Besar Baterai 7000 mAh Paling Murah yang Layak Dilirik
- Motor Eropa Siap Sikat CBR150R dan R15, Harganya Cuma Segini
- Promo Alfamart Hari Ini 6 Mei 2026, Serba Gratis hingga Tukar A-Poin dengan Produk Pilihan
- 5 Sepatu Lokal Versatile Mulai Rp100 Ribuan, Empuk Buat Kerja dan Jalan Jauh
Pilihan
-
Suporter Persipura Rusuh, Momen Menegangkan Pemain Adhyaksa FC Dilempari Botol
-
Kronologi Haerul Saleh, Anggota BPK RI Eks Anggota DPR Meninggal saat Rumahnya Kebakaran
-
Tragis! Anggota IV BPK Haerul Saleh Tewas dalam Kebakaran di Tanjung Barat, Diduga Akibat Sisa Tiner
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
Terkini
-
Honda Berpotensi Merugi Pasca Batalkan Proyek Pabrik Mobil Listrik Rp 179 Triliun
-
Terpopuler: Subsidi Motor Listrik Jalan Lagi, Deretan Mobil Berbaterai Nikel
-
Menyibak Pesona Motor Italia Sekelas Vixion tapi V-Twin, Harga Masih Jadi Misteri
-
Mengenal Silsilah QJ Motor di Indonesia: Merek Mana Saja yang Masih Satu Klan?
-
Ini yang Perlu Diketahui Soal Subsidi Motor Listrik 2026: Syaratnya Apa dan Mulai Kapan?
-
Hyundai Catat Lonjakan Penjualan Mobil Hybrid Awal 2026
-
Insentif Kendaraan Listrik Dinilai Investasi Fiskal Jangka Panjang
-
Mobil Listrik dan Mobil Hybrid Perlu Radiator Coolant Khusus Agar Tidak Overheat
-
Bukan Lexi dan FreeGo, Ini Senjata Rahasia Yamaha dengan Performa Ampuh untuk Sikat Vario 125
-
Ekspor Timur Tengah Terdampak, Toyota Bikin 3 Pabrik di India