- Menteri ESDM Bahlil Lahadalia berencana memanfaatkan CNG sebagai alternatif bahan bakar untuk mengurangi ketergantungan impor energi nasional.
- Pemerintah perlu mempercepat pembangunan infrastruktur SPBG dan mendorong produsen otomotif menyediakan kendaraan berbahan bakar CNG yang terintegrasi secara resmi.
- Penggunaan teknologi tabung komposit serta transisi ke CNG dapat meningkatkan efisiensi biaya bahan bakar dan mendukung ketahanan energi nasional.
Menteri Bahlil sendiri sudah memberi sinyal akan menguji coba penggunaan teknologi komposit ini untuk tabung 3 kg.
Jika teknologi ini sukses diterapkan di kendaraan, kekhawatiran soal berat tabung dan keamanan bisa diminimalisir.
Win-win solution dari aspek ekonomi
Mengapa kita harus seserius ini? Jawabannya ada pada efisiensi ekonomi. Bayangkan, kendaraan CNG mampu menempuh 25–30 km per kg, jauh lebih irit dibanding mobil bensin yang rata-rata hanya 15–20 km per liter.
Dari sisi dompet, pengguna bisa menghemat hampir separuh biaya bahan bakar bulanan. Bagi negara, beralih ke CNG berarti mengurangi beban subsidi energi yang sangat besar.
Rendah emisi
Terakhir, CNG harus diposisikan sebagai jembatan realistis menuju era nol emisi. Meski kendaraan listrik (EV) adalah masa depan, hambatan seperti harga awal yang mahal dan infrastruktur pengisian daya yang rumit membuat transisinya butuh waktu lama.
CNG, sebagai bahan bakar fosil yang lebih bersih karena emisi karbon dan nitrogen oksida yang rendah, adalah solusi transisi yang paling masuk akal bagi pengemudi dengan jarak tempuh tinggi seperti angkutan umum dan logistik.
Indonesia punya cadangan gas bumi yang melimpah, jauh melebihi minyak bumi kita sendiri. Sudah saatnya kita tidak hanya "jago kandang" menggunakan gas di dapur, tapi juga menjadikannya energi utama di jalanan demi ketahanan energi nasional.
Baca Juga: Mobil Listrik dan Mobil Hybrid Perlu Radiator Coolant Khusus Agar Tidak Overheat
Berita Terkait
-
Mobil Listrik dan Mobil Hybrid Perlu Radiator Coolant Khusus Agar Tidak Overheat
-
Cuma Segelintir, Ini Deretan Mobil Listrik dengan Baterai Nikel di Indonesia
-
Ekspor Timur Tengah Terdampak, Toyota Bikin 3 Pabrik di India
-
5 Mobil yang Nggak Bikin Orang Tua Tekor: Irit, Pajak Murah, Pas untuk Anak Muda dan Mahasiswa
Terpopuler
- 4 Sepatu Jalan Kaki Lokal Terbaik Harga Rp300 Ribuan Sesuai Review, Kualitas Jempolan
- Daripada Nyicil BeAT: Ini 5 Motor Keren Murah Bertenaga untuk Pelajar, Harga Mulai 5 Jutaan Saja
- 4 Pompa Air Kedalaman 20 Meter ke Atas, Hemat Listrik dan Tekanan Air Stabil
- Beroperasi Bertahun-tahun Tanpa Izin Resmi, Pabrik Pengolahan Oli Bekas di Tangerang Resmi Ditutup
- Suzuki Burgman 15 Sudah Ada di Dealer, Skutik Penantang NMAX dengan Layar TFT dan Traction Control
Pilihan
-
Pertama Kali Dalam Sejarah Piala Dunia! Badai Petir Hentikan Prancis vs Irak
-
Anak Mantan Bupati Sleman, Raudi Akmal Jadi Tersangka Korupsi Dana Hibah Pariwisata
-
Resmi! Roy Suryo dan Dokter Tifa Tak Ditahan Jaksa, Ini Syarat yang Harus Dipenuhi
-
Sudewo Tolak Dakwaan Gabungan Kasus DJKA dan Perangkat Desa, Kuasa Hukum Sebut Langgar KUHAP!
-
Salah Sasaran Evaluasi: Menilai Program MBG Lewat Respons Anak Itu Absurd
Terkini
-
TVS Kantongi Predikat Manufaktur Ramah Lingkungan
-
Helm Canggih Ini Bisa Deteksi Pengendara Ngantuk, Teknologi atau Gangguan?
-
Reinkarnasi Nissan Juke Pakai Mesin 1300cc Turbo? Begini Bocorannya
-
Jauhi Cicilan, Ini 4 Motor Rare Kawasaki Cocok untuk Pelajar Stylish tapi Low Budget Mulai 4 Jutaan
-
Skutik Urban Premium hingga Adventure, Indomobil Rilis QT dan Tyranno X di Solo
-
Terpopuler: 5 Motor Bekas Anti Culun untuk Pelajar, Fitur Andalan Honda Super-N
-
Struktur Bodi Kia Sonet Dinilai Tak Stabil, Kantongi Satu Bintang Dalam Uji Keselamatan
-
Bos Toyota Akui Miliki Terlalu Banyak Model yang Bikin Bingung Konsumen
-
Mengapa Daihatsu Terios Tua Masih Jadi Pilihan di Saat Pasar Dibanjiri Model SUV Baru
-
Kredit Motor Kemahalan? Ini 5 Motor Rupawan Anti Culun Yamaha Cuma 5 Jutaan Cocok untuk Pelajar