- Pajak kendaraan tahunan diwacanakan dihapus, beralih ke sistem jalan berbayar sesuai penggunaan aspal.
- Tarif disesuaikan dengan bobot kendaraan, mobil SUV besar dan truk otomatis bayar lebih mahal.
- Kebijakan ini diharapkan ubah kultur berkendara, kurangi kemacetan, serta pastikan fasilitas jalan raya premium.
Suara.com - Pemilik mobil yang jarang keluar garasi kini tak perlu pusing lagi jalani kewajiban bayar pajak tahunan. Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, mewacanakan penghapusan pajak kendaraan dan menggantinya dengan sistem jalan berbayar.
Wacana ini menjadi angin segar bagi kaum mendang-mending yang motornya lebih sering diam di rumah. Skema pay-per-use memastikan Anda hanya merogoh kocek saat ban benar-benar menyentuh aspal.
Mengutip unggahan di Instagram pribadinya, kebijakan ini bukan sekadar urusan memindahkan metode pungutan pungli. Pemerintah menjanjikan timbal balik berupa fasilitas jalan raya kelas premium yang aman dan nyaman.
Janji Manis Aspal Mulus
Pengendara nantinya bakal menikmati aspal mulus tanpa lubang dan sistem drainase anti-banjir. Keamanan juga terjamin lewat pantauan CCTV 24 jam penuh dan penerangan jalan maksimal.
Tidak hanya itu, pos pengamanan terpadu akan disiagakan di berbagai titik strategis. Fasilitas seperti mobil derek, ambulans, pemadam kebakaran, hingga paramedis selalu siap sedia merespons insiden.
"Selanjutnya apabila itu semua sudah terwujud, kami ingin menghapus pajak kendaraan bermotor, kemudian diganti dengan jalan berbayar," kata Dedi Mulyadi, Selasa (12/5/2026).
Kendaraan Berat Siap-Siap Tekor?
Konsep jalan berbayar ini mengusung prinsip keadilan nyata bagi seluruh pengguna jalan. Pemilik motor custom atau mobil hobi yang hanya keluar akhir pekan jelas sangat diuntungkan.
Baca Juga: Purbaya Hapus Kebijakan Tax Amnesty Sri Mulyani, Bahaya untuk Pegawai Pajak
"Artinya, menggunakan jalan baru bayar. Jalan tidak digunakan tidak usah bayar," sambungnya.
Namun, pemilik mobil SUV besar atau truk barang harus bersiap dengan konsekuensi logis. Besaran tarif jalan berbayar akan berpatokan langsung pada bobot dan spesifikasi dimensi kendaraan.
"Keadilannya terwujud dari, satu, seringnya menggunakan jalan, sehingga yang menggunakan jalan baru bayar, yang tidak menggunakan ya tidak bayar."
"Yang kedua, beban kendaraan yang melewati jalan, semakin berat kendaraannya, semakin tinggi kewajiban membayarnya," sebutnya.
Jurus Jitu Tekan Kemacetan
Sistem tarif berbasis penggunaan ini menyimpan misi besar untuk mengubah kultur transportasi masyarakat modern. Warga akan berpikir ulang sebelum mengeluarkan kendaraan pribadi untuk urusan yang tidak mendesak.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Bedak Lokal yang Awet untuk Kondangan, Tahan Hingga Belasan Jam
- 7 Cushion Anti Oksidasi untuk Usia 50 Tahun, Ringan di Wajah dan Bikin Tampak Lebih Muda
- Awal Keberuntungan Baru, 4 Shio Ini Akhirnya Bebas dari Masa Sulit pada 11 Mei 2026
- Berapa Harga Sewa Pendopo Soimah? Ini Fasilitas Pendopo Tulungo
- Lipstik Merek Apa yang Mengandung SPF? Ini 5 Produk untuk Atasi Bibir Hitam dan Kering
Pilihan
-
Jauh di Bawah Tuntutan Jaksa, Eks Konsultan Kemendikbud Kasus Chromebook Hanya Divonis 4 Tahun
-
Tok! Eks Konsultan Kemendikbudristek Ibam Divonis 4 Tahun Penjara dalam Kasus Chromebook
-
Fenomena Tim Musafir Masih Hiasi Super League, Ketegasan PSSI dan I.League Dipertanyakan
-
Nyanyi Bareng Jakarta: Melodi Penenang bagi Jiwa yang Terpapar Debu Ibu Kota
-
Salah Satu Korban Dikunci dari Luar, Dengar Kiai Ashari Lakukan Aksi Bejat di Kamar Sebelah
Terkini
-
PLN Siapkan SPKLU Baru Hingga ke Kulon Progo, Pemilik Mobil Listrik di Jogja Makin Dimanjakan
-
Manuver Selincah Hatchback, Kabin Selega MPV: Mobil Bekas Ini Cocok untuk Ibu Muda
-
Kontroversi Juri LCC MPR Dyastasita Widya Budi: Punya Harta Rp581 Juta, Tapi Garasinya Kosong
-
BYD Tembus Tiga Besar, Ini 10 Merek Mobil Terlaris di Indonesia April 2026
-
Indomobil Expo Jogja Tawarkan Promo Mobil Listrik Plus Wall Charger Gratis, Kesempatan Terbatas
-
Simulasi Biaya Bulanan usai Solar Mahal, Apakah Innova Reborn Diesel Masih Layak Dibeli?
-
Sorotan Tajam Garasi 'Mrs. Artikulasi' Indri Wahyuni, Punya Kekayaan Rp3,9 M tapi...
-
Dulu Seharga XMAX Kini Setara Scoopy: Tengok Memesonanya United TX-3000
-
5 Mobil Bekas Under 100 Juta yang Cepat Laku pas Dijual Kembali, Aset Likuid untuk Dana Darurat
-
Solar Mahal! Ini 5 Mobil Bekas 7 Penumpang yang Irit, Cocok untuk Gantikan Innova Diesel