- Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mempertimbangkan pengenaan pajak e-commerce guna menciptakan persaingan usaha yang adil bagi pedagang luring.
- Kebijakan pajak baru tersebut akan dipertimbangkan jika pertumbuhan ekonomi Indonesia mencapai angka enam persen selama dua triwulan berturut-turut.
- Pemerintah saat ini masih menunggu data pertumbuhan ekonomi dari BPS pada Agustus 2026 sebelum memutuskan kebijakan perpajakan lebih lanjut.
Suara.com - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mempertimbangkan untuk menarik pajak e-commerce usai dirinya mendapatkan protes dari pedagang yang berjualan di toko offline.
Menkeu Purbaya bercerita kalau ia pernah mendapatkan keluhan dari pedagang offline lantaran kalah saing dengan toko online. Dari sana dirinya mempertimbangkan untuk menarik pajak e-commerce.
"Karena saya pernah bilang kan waktu ke pasar-pasar, mereka bilang 'Pak yang online dipajakin seperti kami, supaya kami bisa bersaing dengan lebih kompetitif'," katanya dalam media briefing di Kantor Kemenkeu, Jakarta, Senin (11/5/2026).
Ia menilai kalau masukan itu masuk akal mengingat para pedagang luring dianggapnya kalah saing dengan pelaku jualan online.
"Mereka ingin equal playing field, kesetaraan dalam persaingan dagang. Itu saja. Itu saya pikir komplain yang masuk akal," lanjutnya.
Kendati begitu Purbaya tak akan menarik pajak baru lantaran pertumbuhan ekonomi Indonesia masih belum mendekati target 6 persen. Sebab data Badan Pusat Statistik menunjukkan saat ini ekonomi RI baru tumbuh 5,61 persen.
Namun jika pertumbuhan ekonomi mencapai 6 persen selama dua triwulan berturut-turut, dia siap menarik pajak baru.
"Kalau yang pertumbuhan ekonomi 5.61 kan belum 6 dan belum stabil di 6 persen. Let's say kalau dua triwulan berturut-turut di atas 6 persen, kita akan pertimbangkan pajak-pajak yang lain," imbuhnya.
Untuk saat ini Purbaya menunggu rilis BPS soal pertumbuhan ekonomi Indonesia di triwulan kedua yang kemungkinan diumumkan Agustus 2026. Dengan data ini ia tak menutup kemungkinan bakal menarik pajak baru.
Baca Juga: Botol Plastik Kini Bisa Ditukar BBG untuk Bajaj Gas
"Pertengahan tahun kan Juni, datanya keluar bulan Agustus, tanggal 10 untuk PDB triwulan kedua kira-kira gitu kan. Ya di situ baru kita tahu. Kalau Juni saya terapkan, data saya data apa?" beber dia.
Kendati begitu Purbaya memprediksi kalau pertumbuhan ekonomi Indonesia belum mendekati angka 6 persen. Untuk saat ini Pemerintah bakal terus berupaya menggenjot perekonomian.
"Kita dorong ke arah sana, tapi saya rasa belum 6 persen, mendekati sana lah. Tapi saya tunggu sampai agak stabil sedikit lah," jelasnya.
Berita Terkait
-
Botol Plastik Kini Bisa Ditukar BBG untuk Bajaj Gas
-
Menkeu Purbaya Batal Aktifkan BSF: Kita Enggak Krisis
-
Purbaya Hapus Kebijakan Tax Amnesty Sri Mulyani, Bahaya untuk Pegawai Pajak
-
Mengapa Strategi Purbaya Kuatkan Rupiah Justru Berbahaya?
-
Purbaya Larang DJP Umumkan Kebijakan Pajak: Sudah Berkali-kali Meresahkan
Terpopuler
- Xiaomi 17 Jadi Senjata Baru Konten Kreator, Laura Basuki Tunjukkan Hasil Foto Leica
- 5 Bedak Lokal yang Awet untuk Kondangan, Tahan Hingga Belasan Jam
- 6 Rekomendasi Sepeda 1 Jutaan Terbaru yang Cocok untuk Bapak-Bapak
- 5 Bedak Tabur Translucent Lokal yang Bikin Makeup Tampak Halus dan Tahan Lama
- Awal Keberuntungan Baru, 4 Shio Ini Akhirnya Bebas dari Masa Sulit pada 11 Mei 2026
Pilihan
-
Nyanyi Bareng Jakarta: Melodi Penenang bagi Jiwa yang Terpapar Debu Ibu Kota
-
Salah Satu Korban Dikunci dari Luar, Dengar Kiai Ashari Lakukan Aksi Bejat di Kamar Sebelah
-
Review If Wishes Could Kill: Serial Horor Korea yang Bikin Kamu Mikir Sebelum Buat Permintaan!
-
Suporter Persipura Rusuh, Momen Menegangkan Pemain Adhyaksa FC Dilempari Botol
-
Kronologi Haerul Saleh, Anggota BPK RI Eks Anggota DPR Meninggal saat Rumahnya Kebakaran
Terkini
-
Meski Sudah Deal, Bahlil Akui Impor Minyak Mentah dari Rusia Terhambat
-
Pelaku Usaha: Biaya-biaya di E-Commerce Mulai Tak Masuk Akal
-
Produk Lokal RI Siap Ekspor ke Pasar ASEAN Berkat Jualan Online via Live
-
Bahlil Sebut Implementasi B50 Punya Peluang Molor Lagi
-
Investasi Blockchain Mulai Dikenalkan ke Mahasiswa
-
Masih Genggam Sedikit, Kapan Danantara Tambah Porsi Saham GOTO?
-
Botol Plastik Kini Bisa Ditukar BBG untuk Bajaj Gas
-
OSL Indonesia Resmi Gabung Ekosistem ICEx Group, Perkuat Infrastruktur Kripto Nasional
-
Seller Alihkan Penjualan ke Website, Era Belanja di E-Commerce Berakhir?
-
Investor Masih Nahan Dana, IHSG Terus Meluncur Turun ke Level 6.905