- BYD akan meluncurkan mobil listrik mungil bernama Racco untuk segmen K-Car di Jepang pada musim panas ini.
- Pengembangan Racco melibatkan insinyur veteran Hirohide Tagawa untuk menyesuaikan desain kendaraan dengan regulasi dan kebutuhan pasar Jepang.
- Mobil listrik Racco dibanderol sekitar 2,5 juta yen dengan spesifikasi baterai 20 kWh dan jarak tempuh 180 km.
Suara.com - BYD semakin serius menancapkan kaki di pasar Jepang. Musim panas ini, mereka akan meluncurkan Racco, mobil listrik mungil khusus segmen K-Car.
Menariknya, pengembangan model ini melibatkan Hirohide Tagawa, insinyur veteran Nissan yang dikenal sebagai "visioner kei car".
Strategi BYD di Segmen K-Car
K-Car adalah kategori mobil kecil dengan aturan ketat soal dimensi, tenaga, dan pajak. Meski terbatas, segmen ini tetap jadi tulang punggung pasar domestik Jepang karena efisiensi dan biaya kepemilikan rendah.
BYD memilih jalur ini dengan menghadirkan Racco, bukan sekadar adaptasi dari platform global, melainkan desain yang benar-benar disesuaikan dengan regulasi lokal.
Sosok Hirohide Tagawa
Tagawa bergabung dengan Nissan sejak 1990-an dan terlibat dalam pengembangan model populer seperti Nissan Dayz dan Nissan Sakura.
Sakura sendiri menjadi tonggak penting karena menandai transisi Nissan ke mobil listrik K-Car pada 2022.
Dengan pengalaman lebih dari 25 tahun, Tagawa kini membantu BYD Auto Japan merancang Racco agar sesuai kebutuhan pasar Jepang yang unik.
Baca Juga: Adu Chery Q dengan 5 Mobil Listrik 200 Jutaan: Harga Masih Misterius, Spek Kompetitif?
Spesifikasi Racco
Racco dirancang sebagai EV perkotaan dengan fitur yang relevan untuk kondisi jalan sempit dan parkir terbatas di Jepang.
- Baterai 20 kWh lithium iron phosphate
- Jarak tempuh sekitar 180 km WLTC
- Fast charging DC hingga 100 kW
- Sistem bantuan pengemudi L2+ standar
- Pintu geser belakang dan bodi tinggi untuk akses lebih mudah
Harga dan Posisi Pasar
Racco diperkirakan dijual mulai 2,5 juta yen, atau sekitar Rp277 juta. Harga ini menempatkannya dalam band mainstream K-Car di Jepang. Persaingan akan ketat karena Suzuki dan Nissan masih mendominasi produksi massal di segmen ini.
Konteks Global BYD
Racco memperluas portofolio EV kompak BYD setelah Seagull, yang saat ini menjadi model terkecil di pasar Tiongkok.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Cushion Anti Longsor 24 Jam, Makeup Tahan Lama Meski Cuaca Panas
- Film Pesta Babi Bercerita tentang Apa? Ini Sinopsis dan Maknanya
- Bantah Kepung Rumah dan Sandera Anak Ahmad Bahar, GRIB Jaya: Kami Datang Persuasif Mau Tabayun!
- Koperasi Merah Putih Viral, Terekam Ambil Stok dari Gudang Indomaret
- Bagaimana Cara Menonton Film Pesta Babi? Ini Syarat dan Prosedurnya
Pilihan
-
Eks Wamenaker Noel Ebenezer Dituntut 5 Tahun Penjara!
-
'Desa Nggak Pakai Dolar' Prabowo Dikritik: Realita Pahit di Dapur Rakyat Saat Rupiah Tembus Rp17.600
-
Babak Baru The Blues: Menanti Sihir Xabi Alonso di Tengah Badai Pasang Surut Karirnya
-
Maut di Perlintasan! Kereta Hantam Bus di Bangkok hingga Terbakar, 8 Orang Tewas
-
Setahun Menggantung, Begini Nasib PSEL di Kota Tangsel: Pilih Mandiri, Tolak Aglomerasi
Terkini
-
Tembus Rp28 Jutaan di Vietnam, Apa Bedanya Honda Vario 125 Street 2026 dengan Versi Indonesia?
-
Terpopuler: Chery Q Bikin Heboh, MG Terancam
-
Maxdecal Dobrak Pasar Modifikasi Motor Lewat Teknologi Vinyl untuk Segmen Motor Besar
-
Iritnya Sedan Murah Suzuki Bisa 29,7 Km per Liter, Harga Mirip Brio
-
Pemilik Mobil Toyota Terancam Boros Bensin Jika Masih Abaikan Delapan Hal Sepele Ini
-
Mobil MG5 Tiba-Tiba Terbakar di Parkiran, Dapat Nol Bintang di Tes Tabrak
-
Penjualan MG Indonesia Terjun Bebas, Tersingkir dari Persaingan Sepuluh Besar
-
Adu Chery Q dengan 5 Mobil Listrik 200 Jutaan: Harga Masih Misterius, Spek Kompetitif?
-
Spesifikasi dan Harga Mobil Listrik Chery Q di Indonesia
-
BYD M6 DM Resmi Diperkenalkan di Indonesia Tanpa Umumkan Harga