- Perodua akan memproduksi mobil Ativa Hybrid secara lokal di Malaysia untuk mendukung pengembangan teknologi kendaraan ramah lingkungan.
- Proyek produksi ini didukung suntikan dana Global South Fund sebesar 1,5 miliar yen untuk memperkuat infrastruktur otomotif.
- Rencana produksi lokal di Malaysia membuka peluang efisiensi logistik impor bagi Daihatsu Indonesia dibandingkan pengiriman dari Jepang.
Suara.com - Perodua Ativa Hybrid yang merupakan saudara kembar Daihatsu Rocky Hybrid di Indonesia dipastikan bakal diproduksi secara lokal di Malaysia.
Langkah besar ini memicu spekulasi kuat bahwa PT Astra Daihatsu Motor berpeluang mengalihkan keran impor unit tersebut dari Jepang ke Malaysia seperti yang sudah dilakukan pada model Sirion.
CEO Perodua Datuk Seri Zainal Abidin Ahmad menjelaskan bahwa pihaknya tengah mematangkan rencana bisnis ini. Hal tersebut mencakup penentuan waktu produksi hingga skema harga jual retail untuk pasar Malaysia.
"Setelah kami menyelesaikan semua hal tersebut, kami akan membuat pengumuman resmi di kemudian hari. Yakinlah, model Ativa hybrid ini akan diproduksi secara lokal," ucap dia pada Rabu (20/5/2026).
Proyek ambisius ini mendapat dukungan dana besar dari Global South Fund sebesar 1,5 miliar yen atau sekitar Rp166 miliar. Suntikan dana tersebut ditujukan untuk mendukung pengembangan teknologi hybrid Jepang di Malaysia termasuk lini produksi Ativa Hybrid.
Saat ini pasar Indonesia sudah mengenal Rocky Hybrid yang didatangkan langsung dari Jepang sejak Juli 2025 dengan harga sekitar Rp299,8 juta.
Jika produksi di Malaysia terealisasi maka Daihatsu Indonesia memiliki opsi logistik yang lebih efisien dan dekat dibandingkan pengiriman dari negara asalnya.
Secara spesifikasi kendaraan ini mengusung teknologi hybrid jenis range extender yang unik. Mesin 3 silinder 1.200 cc yang disematkan tidak bertugas memutar roda melainkan hanya sebagai generator pengisi daya baterai.
Roda kendaraan sepenuhnya digerakkan oleh motor listrik yang mampu menyemburkan tenaga 106 PS dan torsi maksimal 170 Nm.
Baca Juga: Solusi Pasutri Muda! 6 Mobil Bekas Irit yang Lincah di Gang Sempit dan Ramah Kantong
Melalui konsep ini pengemudi dapat merasakan sensasi berkendara layaknya mobil listrik murni tanpa perlu khawatir soal ketersediaan infrastruktur pengisian daya.
Kehadiran produksi lokal di kawasan Asia Tenggara ini diharapkan mampu memperkuat daya saing mobil ramah lingkungan di pasar otomotif nasional.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Cushion Anti Longsor 24 Jam, Makeup Tahan Lama Meski Cuaca Panas
- Film Pesta Babi Bercerita tentang Apa? Ini Sinopsis dan Maknanya
- Bantah Kepung Rumah dan Sandera Anak Ahmad Bahar, GRIB Jaya: Kami Datang Persuasif Mau Tabayun!
- Koperasi Merah Putih Viral, Terekam Ambil Stok dari Gudang Indomaret
- Dompet Penarik Rejeki Warna Apa? Ini Pilihan agar Kamu Beruntung sesuai Shio dan Feng Shui
Pilihan
-
Bertambah Dua, 7 WNI Kini Ditangkap Israel dalam Misi Kemanusiaan Flotilla Gaza
-
Eks Wamenaker Noel Ebenezer Dituntut 5 Tahun Penjara!
-
'Desa Nggak Pakai Dolar' Prabowo Dikritik: Realita Pahit di Dapur Rakyat Saat Rupiah Tembus Rp17.600
-
Babak Baru The Blues: Menanti Sihir Xabi Alonso di Tengah Badai Pasang Surut Karirnya
-
Maut di Perlintasan! Kereta Hantam Bus di Bangkok hingga Terbakar, 8 Orang Tewas
Terkini
-
Vespa Rilis Edisi Terbatas 80 Tahun Bawa Warna Ikonik 1946
-
Arti Warna Mobil Menurut Feng Shui, Mana yang Paling Bikin Hoki?
-
Berapa Harga Motor Alex Marquez di MotoGP Catalunya 2026? Lenyap dalam Sekejap Usai Crash Horor
-
Konsumsi BBM 65 Km/Liter! Ini Rahasia Dapur Pacu BYD M6 DM yang Baru Rilis di RI
-
Tembus Rp28 Jutaan di Vietnam, Apa Bedanya Honda Vario 125 Street 2026 dengan Versi Indonesia?
-
Terpopuler: Chery Q Bikin Heboh, MG Terancam
-
Maxdecal Dobrak Pasar Modifikasi Motor Lewat Teknologi Vinyl untuk Segmen Motor Besar
-
Iritnya Sedan Murah Suzuki Bisa 29,7 Km per Liter, Harga Mirip Brio
-
BYD Siap Invasi Jepang, Punggawa Nissan pun Direkrut
-
Pemilik Mobil Toyota Terancam Boros Bensin Jika Masih Abaikan Delapan Hal Sepele Ini