Otomotif / Mobil
Rabu, 20 Mei 2026 | 11:35 WIB
Daihatsu Rocky Hybrid. (Foto: SUARA.COM/Manuel Jeghesta)
Baca 10 detik
  • Perodua akan memproduksi mobil Ativa Hybrid secara lokal di Malaysia untuk mendukung pengembangan teknologi kendaraan ramah lingkungan.
  • Proyek produksi ini didukung suntikan dana Global South Fund sebesar 1,5 miliar yen untuk memperkuat infrastruktur otomotif.
  • Rencana produksi lokal di Malaysia membuka peluang efisiensi logistik impor bagi Daihatsu Indonesia dibandingkan pengiriman dari Jepang.

Suara.com - Perodua Ativa Hybrid yang merupakan saudara kembar Daihatsu Rocky Hybrid di Indonesia dipastikan bakal diproduksi secara lokal di Malaysia.

Langkah besar ini memicu spekulasi kuat bahwa PT Astra Daihatsu Motor berpeluang mengalihkan keran impor unit tersebut dari Jepang ke Malaysia seperti yang sudah dilakukan pada model Sirion.

CEO Perodua Datuk Seri Zainal Abidin Ahmad menjelaskan bahwa pihaknya tengah mematangkan rencana bisnis ini. Hal tersebut mencakup penentuan waktu produksi hingga skema harga jual retail untuk pasar Malaysia.

"Setelah kami menyelesaikan semua hal tersebut, kami akan membuat pengumuman resmi di kemudian hari. Yakinlah, model Ativa hybrid ini akan diproduksi secara lokal," ucap dia pada Rabu (20/5/2026).

Proyek ambisius ini mendapat dukungan dana besar dari Global South Fund sebesar 1,5 miliar yen atau sekitar Rp166 miliar. Suntikan dana tersebut ditujukan untuk mendukung pengembangan teknologi hybrid Jepang di Malaysia termasuk lini produksi Ativa Hybrid.

Saat ini pasar Indonesia sudah mengenal Rocky Hybrid yang didatangkan langsung dari Jepang sejak Juli 2025 dengan harga sekitar Rp299,8 juta.

Jika produksi di Malaysia terealisasi maka Daihatsu Indonesia memiliki opsi logistik yang lebih efisien dan dekat dibandingkan pengiriman dari negara asalnya.

Daihatsu Rocky Hybrid di Pameran GJAW 2025. (SUARA.com/Manuel Jeghesta)

Secara spesifikasi kendaraan ini mengusung teknologi hybrid jenis range extender yang unik. Mesin 3 silinder 1.200 cc yang disematkan tidak bertugas memutar roda melainkan hanya sebagai generator pengisi daya baterai.

Roda kendaraan sepenuhnya digerakkan oleh motor listrik yang mampu menyemburkan tenaga 106 PS dan torsi maksimal 170 Nm.

Baca Juga: Solusi Pasutri Muda! 6 Mobil Bekas Irit yang Lincah di Gang Sempit dan Ramah Kantong

Melalui konsep ini pengemudi dapat merasakan sensasi berkendara layaknya mobil listrik murni tanpa perlu khawatir soal ketersediaan infrastruktur pengisian daya.

Kehadiran produksi lokal di kawasan Asia Tenggara ini diharapkan mampu memperkuat daya saing mobil ramah lingkungan di pasar otomotif nasional.

Load More