Otomotif / Motor
Selasa, 02 Juni 2026 | 13:55 WIB
Eks Rider MotoGP Puji Aksi Veda Ega Pratama di Sirkuit Mugello: Balapan Sangat Kacau (Dok. AHM)
Baca 10 detik
  • Veda Ega dipuji eks pembalap MotoGP, Hiroshi Aoyama, berkat taktik cerdik di Mugello.
  • Meski balapan sangat kacau, Veda berhasil merangsek ke depan dan nyaris meraih podium.
  • Finis kedelapan, Veda dinilai sukses mengelola balapan dan memiliki potensi jauh lebih besar.

Suara.com - Ketatnya persaingan di kelas Moto3 kembali tersaji di Sirkuit Mugello, Italia, pada Minggu (31/5/2026). Karakter lintasan lurus Mugello yang panjang memicu aksi slipstream dan sikut-sikutan agresif sejak lampu merah padam. Di tengah tensi tinggi tersebut, pembalap muda Indonesia, Veda Ega Pratama, sukses mencuri perhatian.

Mantan pembalap MotoGP sekaligus Juara Dunia 250cc yang kini menjabat sebagai Manajer Tim Honda Team Asia, Hiroshi Aoyama, secara khusus menyoroti kedewasaan membalap Veda.

Ia mengapresiasi bagaimana rider asal Gunungkidul itu tetap tenang dan cerdik dalam mengelola situasi balapan yang sangat sulit diprediksi.

Cerdik Kelola 'Pace' di Tengah Kekacauan

Memulai balapan dari grid ke-12, Veda tidak langsung memaksakan ritme motornya. Alih-alih terbawa ritme rombongan yang agresif di lap-lap awal, ia memilih menghemat kompon ban dan secara bertahap menaikkan race pace (kecepatan balap).

Taktik ini terbukti efektif saat memasuki pertengahan hingga akhir balapan. Veda perlahan menembus barisan depan dan meramaikan perebutan podium dengan para pembalap papan atas Moto3.

"Veda memulai dari posisi start ke-12 dan secara bertahap meningkatkan kecepatannya sepanjang balapan. Di awal dia memang sedikit kesulitan, tetapi sejak pertengahan laga dan seterusnya dia mampu memulihkan posisi dan ikut dalam perebutan di depan," jelas Aoyama dalam keterangan resminya.

Aoyama tidak menampik bahwa tensi balapan kali ini berada di level yang sangat ekstrem.

"Pada satu titik dia bertarung untuk podium dan tetap berada di dalam kelompok terdepan hingga lap terakhir. Balapan berjalan sangat kacau dan persaingan sangat ketat," urainya menggambarkan situasi lintasan.

Baca Juga: Marco Bezzecchi Menangi MotoGP Italia 2026, Raih Kemenangan Keempat Musim Ini

Pembalap Indonesia, Veda Ega Pratama tampil ganas di Moto3 Catalunya (Honda Racing)

Potensi Podium yang Tertahan di Tikungan Terakhir

Aksi dogfight di tikungan-tikungan terakhir Mugello akhirnya memaksa Veda harus puas menyentuh garis finis di posisi ke-8. Meski gagal mengamankan podium, Aoyama menilai tambahan poin yang dibawa pulang ke tanah air merupakan hasil yang sangat kuat.

Melihat data telemetri dan agresivitas Veda, manajemen Honda meyakini sang pembalap sebenarnya memiliki potensi untuk finis jauh lebih di depan.

"Finis kedelapan bukanlah hasil yang kami incar karena ada potensi untuk meraih hasil yang lebih tinggi, tetapi Veda melakukan tugasnya dengan baik dalam mengelola balapan dan membawa pulang hasil kuat lainnya," puji Aoyama.

Evaluasi Tim dan Fokus ke GP Hungaria

Pujian tinggi untuk Veda berbanding terbalik dengan catatan evaluasi yang diberikan kepada rekan setimnya asal Jepang, Zen Mitani. Memulai balapan dari baris belakang, Mitani kesulitan menemukan feeling terbaiknya dan hanya mampu finis di posisi ke-22.

Pihak manajemen Honda Team Asia kini memilih langsung mengalihkan fokus dari dinamika di Italia. Pengumpulan data dari Sirkuit Mugello akan dianalisis secara komprehensif demi menyajikan performa motor yang lebih konsisten pada seri kedelapan di GP Hungaria, akhir pekan ini.

"Kami akan terus bekerja sama dan berharap bisa menunjukkan lebih banyak kemajuan di Hungaria akhir pekan depan," pungkas Aoyama.

Load More