- Harga Pertamax (RON 92) naik menjadi Rp16.250 per liter mulai 10 Juni 2026, mendorong banyak pengendara mencari cara menghemat BBM.
- Salah satu anggapan yang kembali ramai adalah mengisi BBM pada pagi hari dianggap lebih menguntungkan, benarkah?
- Sebelum mempercayai anggapan tersebut, simak penjelasannya berikut ini.
Suara.com - Harga BBM nonsubsidi Pertamax (RON 92) resmi naik menjadi Rp16.250 per liter mulai 10 Juni 2026, dari awalnya hanya Rp12.300 per liter.
Kenaikan yang cukup tajam ini membuat banyak pemilik kendaraan mulai mencari berbagai cara untuk menekan pengeluaran bahan bakar.
Di tengah kondisi tersebut, muncul kembali anggapan yang menyebut bahwa mengisi BBM di pagi hari bisa memberikan keuntungan lebih dibandingkan siang atau sore hari.
Kepercayaan ini berangkat dari anggapan bahwa suhu udara yang lebih dingin pada pagi hari membuat volume BBM menjadi lebih padat.
Dengan kata lain, bahan bakar yang dibeli diyakini memiliki massa yang lebih besar dibandingkan saat cuaca panas di siang hari.
Namun, benarkah mengisi BBM pada pagi hari memang lebih menguntungkan? Ataukah hal tersebut hanya mitos tanpa didukung fakta yang jelas?
Sebelum mengubah kebiasaan mengisi bahan bakar, simak penjelasan lengkap mengenai fakta isi BBM di pagi hari yang disebut-sebut lebih hemat dan menguntungkan.
Benarkah Isi BBM di Pagi Hari Lebih Untung?
Benarkah mengisi BBM di pagi hari lebih untung dibandingkan siang atau sore hari? Anggapan ini sudah lama beredar dan kembali ramai dibahas seiring kenaikan harga bahan bakar.
Banyak yang percaya bahwa suhu udara yang lebih dingin pada pagi hari membuat bensin lebih padat sehingga volume yang diperoleh menjadi lebih banyak. Namun, benarkah demikian?
Baca Juga: Daftar Mobil Hybrid yang Bisa Jadi Pilihan di Tengah Kenaikan Harga Pertamax
Secara teori, bahan bakar memang dapat mengalami pemuaian saat suhu meningkat dan menyusut ketika suhu menurun.
Karena itu, sebagian orang beranggapan bahwa mengisi BBM saat udara masih sejuk, baik pagi maupun malam hari, akan memberikan keuntungan lebih dibandingkan saat cuaca panas.
Meski terdengar masuk akal, dijelaskan dalam Honda Outside Java bahwa kondisi di SPBU modern ternyata berbeda dengan yang dibayangkan banyak orang.
Tangki penyimpanan BBM umumnya berada di bawah tanah dan dirancang untuk menjaga suhu bahan bakar tetap stabil, sehingga tidak mudah terpengaruh oleh perubahan cuaca di permukaan.
Akibatnya, perbedaan suhu antara pagi, siang, dan malam hari tidak memberikan pengaruh yang signifikan terhadap volume BBM yang diterima konsumen.
Penjelasan serupa juga disampaikan Pertamina melalui artikel di laman One Solution Pertamina.
Berita Terkait
Terpopuler
- Jakarta Siap Pungut Pajak Mobil Listrik Tahun Ini, Kendaraan Mewah Kena hingga 75% PKB
- Dokter Tifa Menang, Sidang Kasus Ijazah Jokowi Resmi Dihentikan
- 6 Shio Paling Beruntung pada 23 Juli 2026, Keberuntungan Memihak
- Resmi Daftar Kemenkum, Partai Gerakan Rakyat Pastikan Usung Anies Baswedan Capres
- 5 Warna Lipstik Wardah untuk Bibir Hitam dan Kulit Sawo Matang
Pilihan
-
Febrie Adriansyah Resmi Ditahan Kejagung, Teriak Kriminalisasi Saat Digiring ke Mobil Tahanan
-
Takut Lumpuh, Hotman Paris Pilih Mundur Jadi Pengacara Febrie Usai Pijit di Bojong Gede Tak Mempan
-
Saraf Terjepit, Hotman Paris Putuskan Mundur Jadi Kuasa Hukum Eks Jampidsus Febrie Adriansyah
-
Dokter Tifa Menang, Sidang Kasus Ijazah Jokowi Resmi Dihentikan
-
Menang Lima Gol, Timnas Putri Indonesia Back to Back Juara AFF Women's Cup 2026
Terkini
-
Jangan Anggap Sepele Nyeri Pinggang Mendadak, Bisa Jadi Tanda Batu Saluran Kemih
-
Motul Perluas Jangkauan di Jawa Barat, Dorong Pertumbuhan Ekosistem Otomotif Nasional
-
Igor Tolic Beberkan Faktor X yang Bikin Persib Hajar Arema di Piala Presiden 2026
-
Naik Kereta untuk Liburan? Jangan Lupa Siapkan Antisipasi Jika Jadwal Berubah
-
Febrie Adriansyah Ditahan di Rutan KPK, Koalisi Sipil Desak Pengusutan Tuntas Tanpa Intervensi
-
MAXI Yamaha Day Jabar 2026 Pikat Komunitas dengan Budaya dan Alam Kuningan
-
Gap antara Kampus dan Industri Masih Lebar, Mahasiswa Bisa Rugi Kalau Tak Bersiap
-
Hanya Gara-gara Colokan Kabel, Bisnis MUA di Tuban Kebakaran Rugi Rp400 Juta
-
Tangis Ayah untuk NH, Dugaan Perundungan yang Berulang, Bocah Kelas 3 SD Meninggal
-
Gunung Anak Krakatau Erupsi Dua Kali: Abu Hitam Pekat Selimuti Langit Selat Sunda