Entertainment / Gosip
Rabu, 10 Juni 2026 | 13:55 WIB
Akun Partai Gerindra digeruduk netizen efek kenaikan BBM yang cukup besar sejak Rabu (10/6/2026) dini hari. (Ist/ Antara)
Baca 10 detik
  • Harga BBM non-subsidi jenis Pertamax dan Pertamax Green 95 di Indonesia resmi naik pada Rabu, 10 Juni 2026.
  • Penulis JS Khairen menanggapi kenaikan harga tersebut dengan membagikan kembali kritik Partai Gerindra dari tahun 2015 silam.
  • Kritik lama Partai Gerindra menuntut pemerintah agar selalu mempertimbangkan kesejahteraan rakyat dalam setiap kebijakan ekonomi yang ditetapkan.

Suara.com - Kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) jenis non-subsidi di Indonesia pagi ini, sukses mengejutkan masyarakat.

Kenaikan harga tersebut terjadi pada Pertamax dari sebelumnya Rp12.300 menjadi Rp16.250 per liter, serta Pertamax Green 95 menjadi Rp17.000 per liter.

Novelis ternama Jombang Santani Khairen atau yang akrab disapa JS Khairen ikut menanggapi kebijakan penyesuaian harga tersebut.

Ia mengunggah cuitan lawas Partai Gerindra yang pernah protes soal kenaikan harga BBM.

"Siap admint, sesuai arahan. Klik share untuk perjuangkan aspirasi rakyat. Kami patuh, langsung sebarkan!" tulis JS Khairen melalui akun Instagram-nya, Rabu (10/6/2026).

Unggahan dari partai yang kini dipimpin oleh Presiden Prabowo Subianto tersebut diketahui pertama kali dibagikan pada 1 April 2015, saat Indonesia masih dipimpin Jokowi.

"Kenaikan BBM sengsarakan rakyat!" bunyi tulisan tegas yang terpampang dalam poster digital milik partai tersebut kala itu.

Dalam cuitannya terdahulu, partai tersebut menuntut komitmen penuh dari pihak pemerintah demi menjaga kesejahteraan seluruh lapisan masyarakat.

"Partai Gerindra menuntut pemerintah memikirkan kesejahteraan rakyat saat membuat kebijakan. Pemerintah tidak boleh menutup telinga terhadap aspirasi rakyat," tulis akun tersebut dalam unggahan lawasnya.

Baca Juga: 4 Dampak Serius Mobil yang Biasa Pertamax Ganti Pertalite: Hemat di SPBU Boncos di Bengkel?

Pernyataan senada mengenai penderitaan masyarakat juga sempat dilontarkan oleh salah satu perwakilan legislatif dari partai berlambang kepala garuda itu.

"Pemerintah mesti sadar bahwa beberapa kebijakan itu harus mempertimbangkan kepentingan rakyat. Jangan buat rakyat menderita." ujar Kardaya Warnika selaku Ketua Komisi VII DPR-RI dari Fraksi Gerindra di unggahan tersebut.

Sebagai informasi, jejak digital berupa kritik tajam yang dilayangkan Gerindra, bukan kali pertama dibagikan kembali oleh netizen.

Sejumlah warganet sebelumnya juga sempat membagikan cuitan lama lain dari bulan Agustus 2015 yang menyoroti masalah perekonomian negara.

"Dollar hampir Rp14.000, tanda kegagalan pemerintah." bunyi cuitan penutup dari jejak digital masa lalu yang kini kembali ramai dibahas.

Load More