- Pengedara motor banyak yang memilih Pertalite setelah harga Pertamax meroket.
- Bahkan, memilih mendadak ganti Pertalite untuk motor matic yang biasa dengan Pertamax.
- Intip penjelasan dan dampak ganti BBM ke RON yang lebih rendah, khususnya untuk matic.
Suara.com - Kenaikan harga BBM non-subsidi khususnya Pertamax per 10 Juni 2026 sukses membuat kantong para pemilik kendaraan menjerit.
Bagaimana tidak? Harga Pertamax (RON 92) yang kini melonjak drastis menyentuh angka Rp16.250 per liter memicu keresahan massal di kalangan komuter.
Di tengah himpitan ekonomi ini, banyak pengendara motor matic mulai melirik alternatif yang lebih murah, yakni "turun kelas" ke Pertalite (RON 90) yang harganya masih stabil di angka Rp10.000 per liter.
Namun, bolehkah mengganti Pertamax ke Pertalite secara mendadak untuk motor matic kesayangan Anda? Mari kita ulas penjelasan teknis serta risikonya secara gamblang.
Rasio Kompresi: Kunci Utama Bahan Bakar Motor Matic
Secara teknis, boleh atau tidaknya sebuah motor matic menggunakan Pertalite bergantung pada nilai rasio kompresi mesinnya.
Mayoritas motor matic keluaran terbaru (produksi di atas tahun 2018) dirancang dengan rasio kompresi tinggi, yaitu berkisar antara 10:1 hingga 11:1, bahkan lebih.
Mesin dengan spesifikasi ini membutuhkan bahan bakar beroktan tinggi seperti Pertamax agar pembakaran di dalam mesin terjadi pada waktu yang tepat.
Pertalite, yang memiliki RON 90, sejatinya ditujukan untuk mesin dengan kompresi rendah di bawah 10:1.
Baca Juga: Resmi! Link Pengumuman Hasil Akhir KDKMP 2026 Sudah Bisa Diakses, Cek Namamu Sekarang
Jika Anda memaksa memindahkan konsumsi bahan bakar ke oktan yang lebih rendah, ada harga mahal yang harus dibayar oleh kesehatan mesin motor.
Risiko Nyata Memaksa Motor Matic Mengonsumsi Pertalite
Migrasi dari Pertamax ke Pertalite demi menghemat pengeluaran harian justru berpotensi memicu kerugian finansial yang lebih besar di masa depan akibat kerusakan mekanis. Berikut adalah risiko utamanya
- Fenomena Knocking (Mesin Ngelitik):
Karena oktan Pertalite terlalu rendah untuk kompresi tinggi, bensin akan terbakar lebih awal sebelum busi memercikkan api.
Akibatnya, muncul suara ketukan (ngelitik) pada mesin yang lambat laun bisa merusak piston dan dinding silinder.
- Performa Lemot dan Boros BBM:
Pembakaran yang tidak sempurna membuat tenaga motor matic Anda terasa loyo dan berat saat digas.
Berita Terkait
Terpopuler
- Guru Besar UII: Publik Tak Cukup Tuntut Maaf, Layak Layangkan Mosi Tidak Percaya pada Prabowo
- Resmi Daftar Kemenkum, Partai Gerakan Rakyat Pastikan Usung Anies Baswedan Capres
- KPK Buka Peluang Periksa Nusron Wahid Terkait Kasus Bupati Kuansing
- Shin Tae-yong Resmi Dihukum 10 Tahun, Bagaimana Nasibnya di Persija Jakarta?
- 4 Zodiak yang Diprediksi Hidup Lebih Tenang dan Damai di Akhir Juli 2026, Siapa Saja?
Pilihan
-
Febrie Adriansyah Resmi Ditahan Kejagung, Teriak Kriminalisasi Saat Digiring ke Mobil Tahanan
-
Takut Lumpuh, Hotman Paris Pilih Mundur Jadi Pengacara Febrie Usai Pijit di Bojong Gede Tak Mempan
-
Saraf Terjepit, Hotman Paris Putuskan Mundur Jadi Kuasa Hukum Eks Jampidsus Febrie Adriansyah
-
Dokter Tifa Menang, Sidang Kasus Ijazah Jokowi Resmi Dihentikan
-
Menang Lima Gol, Timnas Putri Indonesia Back to Back Juara AFF Women's Cup 2026
Terkini
-
Update Bentrok Berdarah di Menteng: Satu Korban Meninggal di RSCM, Lainnya Kritis
-
Kronologi Duel Remaja Viral di Palembang, Fakta Baru Terungkap setelah Polisi Turun Tangan
-
Kronologi Bentrok Berdarah di Menteng: 2 Orang Terluka, 3 Ditangkap Polisi
-
Soroti Kasus Pria Tewas usai Dituding Curi Ayam, Hasto: Kontras dengan Kasus Jampidsus
-
5 Smartwatch yang Bisa QRIS BCA, Transaksi Makin 'Sat-Set'
-
Diwarnai Kontak Tembak, TNI Evakuasi Dua Jenazah Korban OPM di Yahukimo
-
7 Physical Sunscreen Terbaik untuk Kulit Sensitif sesuai Review dan Harga
-
Sesama Introvert, Samo Rafael & Shanna Shannon Diuji Bangun Chemistry di Film Dan Bandung
-
Kenapa Masalah Kecil Terasa Sangat Besar di Kepala?
-
Alasan Nabila Gardena Mendadak Viral, Benarkah Terseret Isu Korupsi BUMN?