Otomotif / Motor
Kamis, 11 Juni 2026 | 08:35 WIB
Ilustrasi ganti Pertamax ke Pertalite. Antrean motor mengisi bahan bakar minyak (BBM) di SPBU di Jakarta, Selasa (31/3/2026). [Suara.com/Alfian Winanto]
Baca 10 detik
  • Pengedara motor banyak yang memilih Pertalite setelah harga Pertamax meroket.
  • Bahkan, memilih mendadak ganti Pertalite untuk motor matic yang biasa dengan Pertamax.
  • Intip penjelasan dan dampak ganti BBM ke RON yang lebih rendah, khususnya untuk matic.

Alih-alih hemat, Anda justru akan menarik gas lebih dalam, yang ujung-ujungnya membuat konsumsi Pertalite menjadi jauh lebih boros.

  • Penumpukan Kerak Karbon

Sisa bahan bakar yang gagal terbakar dengan sempurna akan meninggalkan kerak karbon di ruang bakar dan katup mesin. Kerak ini memicu mesin cepat panas (overheat) dan memperpendek usia pakai oli mesin.

Hemat Sesaat, Boros Kemudian

Menyiasati kenaikan Pertamax menjadi Rp16.250 dengan beralih ke Pertalite memang terasa menyelamatkan dompet dalam jangka pendek. Namun, bagi pemilik motor matic dengan kompresi tinggi, tindakan ini tidak direkomendasikan.

Biaya servis turun mesin akibat kerusakan piston dan penumpukan kerak karbon jauh lebih mahal dibanding selisih harga BBM yang Anda hemat setiap liternya.

Sebaiknya, tetaplah gunakan bahan bakar yang sesuai dengan buku panduan kendaraan demi menjaga performa jangka panjang.

Load More