- Yamaha Indonesia menggelar MAXi Tour Boemi Nusantara etape ketujuh di Pulau Lombok pada tanggal 14 hingga 16 Juni.
- Peserta turing menelusuri destinasi budaya dan alam Lombok menggunakan jajaran motor MAXi Yamaha untuk mempererat silaturahmi komunitas.
- Kegiatan ini menghasilkan dampak positif berupa partisipasi aktif peserta dalam upaya pelestarian lingkungan melalui pelepasan tukik penyu.
Suara.com - Merayakan Lombok, dengan budaya, masyarakat dan alamnya yang indah, menjadi tema utama MAXi Tour Boemi Nusantara etape ke-7 yang digelar pada 14 - 16 Juni di pulau paling barat Nusa Tenggara Barat tersebut.
Para peserta turing yang menggunakan berbagai lini MAXi Yamaha menuntaskan putaran penuh Pulau Lombok mengalami langsung tidak saja medan yang berliku dan penuh tantangan, tapi juga menikmati keindahan alam serta budaya lokal.
Perjalanan ini, yang ditempuh selama dua hari di atas motor Yamaha NMax Turbo, Aerox Alpha, Lexi hingga Xmax, menjelajahi Lombok Selatan, Lombok Tengah, Lombok Timur, Lombok Utara, Lombok Barat hingga berakhir di ibu kota Mataram.
"Lombok menjadi destinasi yang sangat spesial dan tidak pernah mengecewakan karena menawarkan pengalaman yang lengkap, mulai dari budaya yang masih terjaga, panorama alam yang luar biasa, hingga kepedulian terhadap lingkungan melalui kegiatan pelepasan tukik atau anak penyu," kata Rifki Maulana, Manager Public Relations, YRA & Community, PT Yamaha Indonesia Motor Mfg yang turut serta dalam perjalanan.
Perjalanan dimulai dari kawasan Praya dengan mengunjungi Desa Adat Sade, salah satu destinasi budaya yang menjadi kebanggaan masyarakat Lombok dan telah dikenal hingga mancanegara.
Rombongan disambut oleh Kepala Desa Adat Sade beserta warga dan sempat menyaksikan pertunjukan adat yang menjadi bagian dari identitas masyarakat setempat seperti Gendang Beleq dan budaya Peresean.
Petualangan kemudian berlanjut menuju salah satu ikon kebanggaan Pulau Lombok, yakni Pertamina Mandalika International Circuit.
Dari Mandalika, rombongan bergerak menuju kawasan pegunungan Sembalun yang terkenal dengan panorama alamnya yang memukau. Jalur berkelok dan tanjakan khas di kaki Gunung Rinjani yang menantang saat menuju destinasi bernama Kebun Kopi menjadi salah satu bagian paling menarik dalam perjalanan.
Tidak hanya menikmati keindahan alam, para peserta juga diajak untuk berpartisipasi dalam kegiatan pelepasan tukik atau anak penyu di kawasan Konservasi Penyu Pantai Nipah.
Baca Juga: Strategi Yamaha Banjir Promo di Jakarta Fair 2026 Redam Dominasi Pesaing
Aktivitas ini menjadi wujud kepedulian Yamaha terhadap pelestarian lingkungan dan ekosistem laut, sekaligus mengajak peserta untuk ikut berkontribusi dalam menjaga kekayaan alam Indonesia agar tetap lestari bagi generasi mendatang.
Perjalanan Pulau Lombok 360 derajat semakin lengkap saat rombongan menyusuri jalur pesisir yang membentang di kawasan Lombok Barat hingga Sekotong sebelum kembali menuju Lombok Selatan.
Hamparan laut biru yang berdampingan langsung dengan jalur perjalanan menghadirkan pengalaman touring yang memanjakan mata dan menjadi salah satu daya tarik utama yang membuat Lombok dikenal sebagai destinasi wisata kelas dunia.
Keseruan MAXi Tour Boemi Nusantara Etape ke-7 juga mendapat sambutan hangat dari anggota Yamaha Riders Federation Indonesia (YRFI) Nusa Tenggara Barat, khususnya di Lombok.
Antusiasme tersebut semakin terlihat dengan kehadiran para anggota AEROX Ladies yang turut meramaikan rangkaian kegiatan. Kehadiran mereka semakin menunjukkan kuatnya eksistensi serta dominasi lini MAXi Yamaha di Pulau Lombok, sekaligus mempererat silaturahmi antarpengguna MAXi Yamaha dari berbagai daerah.
MAXi Tour Boemi Nusantara sebelumnya sudah melintasi Sumatra, Jawa dan Bali. Turing seru dari Yamaha ini rencananya akan kembali dilanjutkan di Sulawesi dan Kalimantan.
Berita Terkait
-
Maxi Series Kuasai 50 Persen Penjualan Yamaha di Bandung
-
Yamaha dan JMC Eksplor Lampung Lewat Touring MAXI Tour Boemi Nusantara
-
Eksplorasi Gerbang Pulau Sumatera Bersama MAXI Tour Boemi Nusantara
-
Sensasi Menjelajahi Keindahan Wisata Lampung di MAXI Tour Boemi Nusantara
-
Pesona Danau Toba dan Samosir Jadi Pembuka Etape Perdana MAXI Tour Boemi Nusantara 2026
Terpopuler
- Bawa Kasus Penebangan Pohon ke Jalur Hukum, Farhan Siap Lapor Gubernur Jabar dan KLH
- Harta Kekayaan Iptu Setya Budi Dias, Oknum KPK Pemeras Bupati Pemalang
- 5 Kulkas Mini yang Murah dan Hemat Listrik, Bisa Dipakai di Kamar Kos dan Mobil
- Survei SMRC: Elektabilitas Gerindra Anjlok Tajam, Peluang Jadi Partai Nomor 1 Terancam
- 5 Sepatu Kasual Nyaman untuk Jalan Kaki di Kota, Ringan dan Empuk Dipakai Seharian
Pilihan
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
-
Dicecar 23 Pertanyaan Penyidik KPK, Ini Kata Plt Bupati Sukoharjo
Terkini
-
3 Shio yang Menarik Keberuntungan 2 Agustus 2026, Besok Minggu Datang Hoki
-
Review Viva Moisturizer Gel Glowing White, Pelembap Rp30 Ribuan Atasi Kulit Kering dan Kusam
-
James Riady Pastikan Mal Lippo Tak Dipagari
-
Forrest Gump: Kebijaksanaan Emosional di Tengah Turbulensi Sejarah
-
Berapa Daya Listrik Kulkas Mini Portable? Cek Penjelasan dan Rekomendasi Produknya
-
3 Pilihan Sepatu Lari Lokal untuk Tempo Run Terbaik, Kualitas Setara Brand Luar Negeri
-
Tak Ingin Jakarta Hilang Akar, Pramono Jani Perkuat Lembaga Adat Betawi
-
Lampu Mati Berujung Kobaran Api: Bus Mewah Double Decker Gunung Harta Hangus di Tol Madiun
-
Review Novel Hyouka: Misteri Sederhana yang Menyimpan Rahasia 33 Tahun
-
Profil Bupati Pemalang Anom Widiyantoro, Eks Petinggi BUMN yang Terjaring Operasi KPK