- Mitsubishi meluncurkan penyegaran eK Cross EV di Jepang pada pertengahan 2026 dengan tampilan baru dan fitur multifungsi.
- Mobil listrik ini mampu berfungsi sebagai sumber listrik cadangan rumah berkapasitas 1.500 watt untuk berbagai perangkat eksternal.
- Kendaraan ini dipasarkan mulai dari Rp269 juta hingga Rp354 juta sebelum mendapatkan subsidi pemerintah bagi konsumen Jepang.
Suara.com - Mitsubishi resmi menghadirkan versi penyegaran dari eK Cross EV, mobil listrik mungil berjenis kei car yang sudah lama hadir di dealer-dealer mobil di Jepang.
Model terbaru ini hadir dengan wajah baru, pilihan warna lebih banyak, serta tambahan fitur yang membuatnya bukan sekadar kendaraan, tapi juga bisa berfungsi sebagai sumber listrik cadangan untuk rumah.
Mobil ini dikembangkan oleh Mitsubishi Motors, mengikuti langkah Nissan yang lebih dulu memperbarui Sakura EV.
Dengan update ini, Mitsubishi ingin menjaga daya saing eK Cross EV di segmen kei car listrik, sekaligus memperkuat citra sebagai pionir teknologi praktis untuk kebutuhan sehari-hari.
Penyegaran eK Cross EV diumumkan pada pertengahan 2026 dan sudah bisa dipesan di Jepang.
Menurut Carscoops, pengiriman pertama dijadwalkan berlangsung akhir bulan ini. Model ini menjadi bagian dari strategi Mitsubishi untuk memperluas portofolio kendaraan listrik di pasar domestik.
Saat ini, eK Cross EV hanya tersedia di Jepang. Harga mulai dari Rp269 juta (USD 15.200) untuk varian G Business Package, hingga Rp354 juta (USD 20.000) untuk varian P trim.
Dengan subsidi EV pemerintah Jepang, harga bisa turun hingga Rp207 juta (USD 11.700). Bandrol ini membuatnya selevel dengan BYD Atto 1, rival asal Tiongkok yang juga menyasar segmen mobil listrik terjangkau.
Selain ramah lingkungan, eK Cross EV punya keunggulan unik: fitur 100V AC outlet yang bisa menyalakan perangkat eksternal hingga 1.500 watt.
Baca Juga: 3 Mobil Mitsubishi Termurah tapi Belum Ketuaan: Mulai 90 Jutaan, Maticnya Jarang Masuk Bengkel
Artinya, mobil ini bisa dipakai sebagai genset darurat saat listrik rumah padam atau sebagai power bank raksasa ketika camping. Fitur ini memberi nilai tambah yang jarang ditemui di mobil listrik lain di kelasnya.
Secara teknis, eK Cross EV tetap menggunakan motor listrik 63 hp dengan torsi 195 Nm. Baterai 20 kWh memberi jarak tempuh 180 km (WLTC), cukup untuk kebutuhan harian di perkotaan.
Varian P trim dilengkapi port USB-C dan USB-A, setir serta kursi depan berpenghangat, dan sistem keselamatan Rear Seat Alert. Desain eksterior kini lebih bersih dengan bumper baru dan lampu LED bar tipis di depan.
Dengan harga mirip BYD Atto 1, Mitsubishi eK Cross EV menawarkan alternatif menarik bagi konsumen Jepang yang mencari mobil listrik kompak, hemat energi, sekaligus multifungsi.
Jika masuk ke pasar Indonesia dengan harga 200 jutaan, mobil ini bisa jadi solusi praktis bagi keluarga muda yang butuh kendaraan harian sekaligus sumber listrik cadangan.
Berita Terkait
-
3 Mobil Mitsubishi Termurah tapi Belum Ketuaan: Mulai 90 Jutaan, Maticnya Jarang Masuk Bengkel
-
CVT Mitsubishi Xpander vs Toyota Veloz Lebih Awet Mana? Begini Kata Mekanik
-
Penasaran Sensasi Mobil Listrik Tanpa Charger? Nissan Gelar e-POWER Driving Experience di Yogyakarta
-
Mobil Listrik Geely EX2 dari Kacamata Pengguna Perempuan
Terpopuler
- Putusan MK soal Kuota Internet Hangus Ubah Peta Bisnis Operator, Pakar: Paket Data Bakal Berubah
- Melayat ke Yogya, Susi Pudjiastuti Kenang Sosok Nasirun
- Fortuna Sittard Ogah Jual Justin Hubner ke Klub Super League
- Kado Kemerdekaan: Pemutihan Pajak Kendaraan di Agustus 2026, Buruh dan Ojol Dapat Diskon Khusus
- Prabowo Singgung Nuklir Iran, Badan Atom Internasional Ungkap Faktanya
Pilihan
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
Terkini
-
Nadiem Makarim Tantang Audit BPKP di Sidang Banding, Minta Hakim Periksa Ulang Bukti
-
Prabowo dan PM Thailand Sepakati Kemitraan Strategis Baru, Fokus Pangan hingga Energi
-
Jangan Korbankan Nyawa Demi Target! BGN Didesak Usut Tuntas Keracunan Massal MBG di Semarang
-
Trauma Kolektif: Pagar Tinggi Mal Ingatkan Warga pada Kerusuhan Agustus
-
Kasus Bayi Dijual Rp20 Juta Belum Tuntas, Polisi Didesak Usut Sosok Pemberi Uang
-
Dipukul Balok Kayu, Wanita di Palembang Gagalkan Aksi Begal hingga Pelaku Ditangkap
-
Dua Kata Tijjani Reijnders Usai Timnas Indonesia Dibantai Vietnam 0-3
-
Ingin Rumah Terasa Lebih Elegan? Tren Interior Kini Mengandalkan Permainan Cahaya dari Keramik
-
Haykal Ungkap Hal yang Bikin Tak Nyaman di Palembang, Pengemis hingga Sungai Jadi Sorotan
-
Kreativitas Generasi Muda Indonesia Berbuah Manis, Ribuan Pelajar Sukses Bangun Bisnis