Otomotif / Mobil
Senin, 22 Juni 2026 | 18:50 WIB
Kia Sonet di booth KIA GIIAS 2025. (Foto: KIA)
Baca 10 detik
  • Global NCAP melaporkan Kia Sonet dan GWM Haval Jolion meraih nilai rendah dalam uji tabrak penumpang dewasa.
  • Kia Sonet memperoleh satu bintang karena struktur bodi tidak stabil dan perlindungan dada penumpang sangat buruk saat kecelakaan.
  • GWM Haval Jolion hanya meraih dua bintang akibat perlindungan lutut kurang memadai serta minimnya fitur airbag samping standar.

Suara.com - Kabar mengejutkan datang dari dunia otomotif internasional setelah Global NCAP melalui kampanye Safer Cars For Africa merilis hasil uji tabrak terbaru. Dua model yang cukup populer di pasar negara berkembang yaitu Kia Sonet dan GWM Haval Jolion mencatatkan nilai yang sangat mengecewakan dalam aspek perlindungan penumpang.

Kia Sonet menjadi sorotan utama karena hanya mampu meraih satu bintang untuk perlindungan penumpang dewasa sementara GWM Haval Jolion mendapatkan dua bintang.

Dalam laporan resmi yang diterbitkan Global NCAP pada hari Jumat lalu terungkap bahwa performa Kia Sonet berada jauh di bawah ekspektasi keselamatan modern.

Berdasarkan pengujian ketat tersebut para ahli menemukan bahwa struktur bodi Kia Sonet serta area pijakan kaki dinilai tidak stabil. Kondisi teknis ini membuat kendaraan dianggap tidak mampu menahan beban benturan lebih lanjut yang sangat berisiko bagi keselamatan jiwa pengendara saat terjadi kecelakaan fatal.

Masalah keselamatan pada Kia Sonet tidak berhenti pada struktur bodi saja. Dalam simulasi benturan samping tingkat perlindungan terhadap bagian dada penumpang juga dinilai sangat buruk. Faktor inilah yang menjadi alasan kuat mengapa perolehan nilai keselamatan orang dewasa untuk mobil ini dibatasi hanya pada satu bintang saja.

Meskipun demikian kedua model tersebut baik Kia Sonet maupun GWM Haval Jolion masih mampu meraih tiga bintang untuk kategori perlindungan penumpang anak.

GWM Haval Jolion Ultra HEV dibekali teknologi ADAS dengan 20 fitur. Salah satu mobil dengan fitur keselamatan paling lengkap di Indonesia. [Suara.com/Liberty Jemadu]

Kritik pedas pun datang dari Chief Executive Officer Global NCAP Richard Woods. Ia menyoroti adanya ketimpangan standar keamanan yang diterapkan oleh produsen otomotif global di berbagai wilayah.

Richard Woods menyatakan bahwa kondisi ini merupakan hal yang tidak dapat dibenarkan dalam industri kendaraan bermotor.

“Tidak dapat diterima bahwa produsen global terus menjual mobil di Afrika dengan standar keselamatan yang tidak akan pernah mereka tawarkan di pasar seperti Eropa. Hasil satu bintang untuk Kia Sonet dan dua bintang untuk GWM Haval Jolion menunjukkan masih panjangnya jalan yang harus ditempuh industri ini,” ujar Woods, dikutip Senin (22/6/2026).

Baca Juga: Permintaan Mobil Listrik Melambat, Kia Putuskan Rakit Mobil Hybrid di Pabrik Hyundai

Di sisi lain GWM Haval Jolion sebenarnya menunjukkan perlindungan yang cukup baik pada bagian kepala leher dan dada dalam benturan frontal. Namun perlindungan pada bagian lutut masih dianggap kurang memadai oleh tim penguji.

Selain itu kedua kendaraan ini juga diketahui tidak dilengkapi dengan airbag pelindung kepala samping sebagai fitur standar. Absennya fitur tersebut membuat pengujian benturan samping terhadap tiang tidak dapat dilakukan secara maksimal.

Keresahan senada disampaikan oleh Kepala Eksekutif Asosiasi Otomotif Afrika Selatan Bobby Ramagwede. Ia memperingatkan para konsumen di kota-kota besar agar lebih teliti dan berhati-hati sebelum memutuskan untuk membeli kendaraan terutama di segmen kelas bawah baik dalam kondisi baru maupun bekas. .

Tren yang berkembang saat ini menunjukkan banyak model yang dipasarkan di wilayah tertentu belum dibekali dengan fitur keselamatan yang mumpuni.

Menurut Bobby Ramagwede fitur keselamatan dasar seperti Electronic Stability Control atau ESC dan airbag samping sebenarnya sudah terbukti mampu meningkatkan level keselamatan secara signifikan di jalan raya. Namun sayangnya fitur-fitur krusial tersebut masih belum menjadi perlengkapan standar pada banyak kendaraan yang beredar.

Kondisi ini mempertegas adanya kesenjangan standar keselamatan antara pasar negara berkembang dan pasar maju padahal aspek keselamatan seharusnya menjadi hak mendasar bagi setiap pengguna jalan tanpa terkecuali.

Load More