- Global NCAP melaporkan Kia Sonet dan GWM Haval Jolion meraih nilai rendah dalam uji tabrak penumpang dewasa.
- Kia Sonet memperoleh satu bintang karena struktur bodi tidak stabil dan perlindungan dada penumpang sangat buruk saat kecelakaan.
- GWM Haval Jolion hanya meraih dua bintang akibat perlindungan lutut kurang memadai serta minimnya fitur airbag samping standar.
Suara.com - Kabar mengejutkan datang dari dunia otomotif internasional setelah Global NCAP melalui kampanye Safer Cars For Africa merilis hasil uji tabrak terbaru. Dua model yang cukup populer di pasar negara berkembang yaitu Kia Sonet dan GWM Haval Jolion mencatatkan nilai yang sangat mengecewakan dalam aspek perlindungan penumpang.
Kia Sonet menjadi sorotan utama karena hanya mampu meraih satu bintang untuk perlindungan penumpang dewasa sementara GWM Haval Jolion mendapatkan dua bintang.
Dalam laporan resmi yang diterbitkan Global NCAP pada hari Jumat lalu terungkap bahwa performa Kia Sonet berada jauh di bawah ekspektasi keselamatan modern.
Berdasarkan pengujian ketat tersebut para ahli menemukan bahwa struktur bodi Kia Sonet serta area pijakan kaki dinilai tidak stabil. Kondisi teknis ini membuat kendaraan dianggap tidak mampu menahan beban benturan lebih lanjut yang sangat berisiko bagi keselamatan jiwa pengendara saat terjadi kecelakaan fatal.
Masalah keselamatan pada Kia Sonet tidak berhenti pada struktur bodi saja. Dalam simulasi benturan samping tingkat perlindungan terhadap bagian dada penumpang juga dinilai sangat buruk. Faktor inilah yang menjadi alasan kuat mengapa perolehan nilai keselamatan orang dewasa untuk mobil ini dibatasi hanya pada satu bintang saja.
Meskipun demikian kedua model tersebut baik Kia Sonet maupun GWM Haval Jolion masih mampu meraih tiga bintang untuk kategori perlindungan penumpang anak.
Kritik pedas pun datang dari Chief Executive Officer Global NCAP Richard Woods. Ia menyoroti adanya ketimpangan standar keamanan yang diterapkan oleh produsen otomotif global di berbagai wilayah.
Richard Woods menyatakan bahwa kondisi ini merupakan hal yang tidak dapat dibenarkan dalam industri kendaraan bermotor.
“Tidak dapat diterima bahwa produsen global terus menjual mobil di Afrika dengan standar keselamatan yang tidak akan pernah mereka tawarkan di pasar seperti Eropa. Hasil satu bintang untuk Kia Sonet dan dua bintang untuk GWM Haval Jolion menunjukkan masih panjangnya jalan yang harus ditempuh industri ini,” ujar Woods, dikutip Senin (22/6/2026).
Baca Juga: Permintaan Mobil Listrik Melambat, Kia Putuskan Rakit Mobil Hybrid di Pabrik Hyundai
Di sisi lain GWM Haval Jolion sebenarnya menunjukkan perlindungan yang cukup baik pada bagian kepala leher dan dada dalam benturan frontal. Namun perlindungan pada bagian lutut masih dianggap kurang memadai oleh tim penguji.
Selain itu kedua kendaraan ini juga diketahui tidak dilengkapi dengan airbag pelindung kepala samping sebagai fitur standar. Absennya fitur tersebut membuat pengujian benturan samping terhadap tiang tidak dapat dilakukan secara maksimal.
Keresahan senada disampaikan oleh Kepala Eksekutif Asosiasi Otomotif Afrika Selatan Bobby Ramagwede. Ia memperingatkan para konsumen di kota-kota besar agar lebih teliti dan berhati-hati sebelum memutuskan untuk membeli kendaraan terutama di segmen kelas bawah baik dalam kondisi baru maupun bekas. .
Tren yang berkembang saat ini menunjukkan banyak model yang dipasarkan di wilayah tertentu belum dibekali dengan fitur keselamatan yang mumpuni.
Menurut Bobby Ramagwede fitur keselamatan dasar seperti Electronic Stability Control atau ESC dan airbag samping sebenarnya sudah terbukti mampu meningkatkan level keselamatan secara signifikan di jalan raya. Namun sayangnya fitur-fitur krusial tersebut masih belum menjadi perlengkapan standar pada banyak kendaraan yang beredar.
Kondisi ini mempertegas adanya kesenjangan standar keselamatan antara pasar negara berkembang dan pasar maju padahal aspek keselamatan seharusnya menjadi hak mendasar bagi setiap pengguna jalan tanpa terkecuali.
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 Sepatu Jalan Kaki Lokal Terbaik Harga Rp300 Ribuan Sesuai Review, Kualitas Jempolan
- 4 Pompa Air Kedalaman 20 Meter ke Atas, Hemat Listrik dan Tekanan Air Stabil
- Daripada Nyicil BeAT: Ini 5 Motor Keren Murah Bertenaga untuk Pelajar, Harga Mulai 5 Jutaan Saja
- Beroperasi Bertahun-tahun Tanpa Izin Resmi, Pabrik Pengolahan Oli Bekas di Tangerang Resmi Ditutup
- Suzuki Burgman 15 Sudah Ada di Dealer, Skutik Penantang NMAX dengan Layar TFT dan Traction Control
Pilihan
-
Sudewo Tolak Dakwaan Gabungan Kasus DJKA dan Perangkat Desa, Kuasa Hukum Sebut Langgar KUHAP!
-
Salah Sasaran Evaluasi: Menilai Program MBG Lewat Respons Anak Itu Absurd
-
Dasco di Mobil Komando Aksi: Aspirasi Kawan-kawan Sudah Disampaikan, Hidup Mahasiswa!
-
Bukan Sekadar Karaoke, Orutaku Club Jadi Mesin Waktu Bagi Wibu Generasi 90-an
-
Kejagung Tetapkan Glory Harimas Sihombing Tersangka, Dugaan Jual Beli Titik Dapur MBG Terungkap
Terkini
-
Bos Toyota Akui Miliki Terlalu Banyak Model yang Bikin Bingung Konsumen
-
Mengapa Daihatsu Terios Tua Masih Jadi Pilihan di Saat Pasar Dibanjiri Model SUV Baru
-
Kredit Motor Kemahalan? Ini 5 Motor Rupawan Anti Culun Yamaha Cuma 5 Jutaan Cocok untuk Pelajar
-
6 Motor Listrik Harga di Bawah Honda Scoopy: Cocok untuk Pelajar dengan Jarak Tempuh Jauh
-
Kompetisi Modifikasi Jadi Puncak Perayaan 10 Tahun Aerox Alpha di Jakarta
-
Indomobil Rilis Tyranno X Motor Listrik Pendatang Baru dengan Jarak Tempuh 160 Km
-
Mobil Mesin V6 Harga Mulai 30 Jutaan: Ini yang Harus Diketahui sebelum Bawa Pulang Mitsubishi Galant
-
Intip Jarak Tempuh dan Harga Honda Super-N, Fitur Booster Jadi Andalan si 'Brio Listrik'
-
Terpopuler: Daihatsu Rocky Bekas Harga Makin Terjangkau, Fortuner Listrik 300 Jutaan
-
Kualitas Perangkat Lunak Toyota bZ4X Dipertanyakan Setelah Recall Berulang Kali