Otomotif / Mobil
Jum'at, 03 Juli 2026 | 16:05 WIB
Mitsubishi Xpander. (Gemini AI)
Baca 10 detik
  • Mobil dengan sistem penggerak roda depan terbukti mampu menanjak dengan efisiensi tenaga lebih baik daripada penggerak belakang.
  • Rifat Sungkar menyatakan bahwa sistem penggerak depan menawarkan pengendalian presisi serta ruang kabin penumpang yang lebih luas.
  • Fitur modern seperti Hill Start Assist dan Active Stability Control menjamin keamanan serta kestabilan kendaraan saat melintasi tanjakan.

Suara.com - Mobil keluarga atau MPV dengan sistem penggerak roda depan kini mendominasi pasar otomotif Indonesia. Meski begitu, masih banyak konsumen yang meragukan kemampuannya dalam menaklukkan medan tanjakan. Padahal, anggapan bahwa mobil berpenggerak depan tidak bertenaga di tanjakan hanyalah mitos lama yang tidak berdasar pada teknologi modern.

Setiap unit kendaraan yang dipasarkan saat ini telah melalui serangkaian pengujian ketat untuk memastikan performanya di berbagai kondisi jalan. Mobil Front Wheel Drive (FWD) justru menawarkan efisiensi tinggi karena tenaga dari mesin langsung disalurkan ke dua roda depan tanpa harus melalui gardan panjang ke roda belakang. Hal ini membuat bobot kendaraan lebih ringan dan penggunaan komponen mekanis menjadi lebih sedikit.

Rifat Sungkar selaku Brand Ambassador Mitsubishi memberikan pandangan profesional mengenai kapabilitas mobil penumpang dengan penggerak roda depan. Menurutnya, keraguan masyarakat mengenai daya jelajah sistem FWD tidak relevan untuk penggunaan harian.

"Beberapa keunggulan ada pada mobil penggerak roda depan dan untuk kendaraan penumpang sebenarnya nyaris tidak ada perbedaan jika berbicara masalah daya jelajah seperti kekuatan menanjak antara penggerak roda depan dan belakang. Ada perbedaan hanya pada mobil-mobil beban berat seperti truk" ujar Rifat Sungkar, dikuti Jumat (3/7/2026).

Keuntungan lain dari sistem FWD terletak pada aspek pengendalian atau handling yang lebih presisi. Pengemudi akan merasa lebih mudah dalam mengarahkan kendaraan sesuai keinginan. Selain itu, ketiadaan as roda belakang memungkinkan para desainer menciptakan ruang kabin yang lebih lapang dengan lantai rata. Hal ini memberikan kenyamanan ekstra bagi penumpang di kota-kota besar saat harus menempuh perjalanan jauh.

Rifat juga menyoroti masalah efisiensi penyaluran tenaga yang jauh lebih maksimal pada sistem penggerak roda depan.

"Misal mobil mesin bertenaga 100 hp, jika mobil penggerak roda belakang, total tenaga yang dikeluarkan ke roda akan terpangkas 35 persen. Jika mobil FWD pasti ada tapi tidak besar," pungkasnya.

Dari sisi keamanan, mobil FWD seperti Mitsubishi Xpander dan Xpander Cross justru memiliki traksi yang lebih baik di jalanan licin saat hujan. Berat mesin yang bertumpu di bagian depan memberikan tekanan lebih pada roda sehingga ban tidak mudah tergelincir.

Dukungan fitur modern seperti Hill Start Assist atau HSA juga memastikan mobil tetap stabil saat berhenti di tanjakan. Fitur ini menahan mobil selama tiga detik agar tidak bergerak mundur ketika pengemudi memindahkan kaki ke pedal gas. Ditambah dengan Active Stability Control atau ASC, risiko mobil tergelincir saat bermanuver di jalan basah dapat diminimalisir secara otomatis oleh sistem komputer kendaraan.

Baca Juga: Harga Xpander Cross Juni 2026 Naik Rp3 Juta, Cek Spesifikasi Lengkapnya

Load More