- Pemerintah Indonesia menunda pemberian insentif pajak mobil listrik hingga Agustus 2026 demi melakukan finalisasi regulasi terkait.
- Skema insentif PPN DTP sebesar 40 hingga 100 persen diberikan berdasarkan tingkat kandungan nikel baterai kendaraan listrik.
- Hyundai Motors Indonesia menunggu kepastian regulasi pemerintah untuk menjaga keberlangsungan ekosistem serta pertumbuhan pasar otomotif nasional.
Suara.com - Rencana pemberian insentif mobil listrik oleh pemerintah kembali menemui jalan buntu setelah mengalami penundaan. Langkah ini memicu reaksi dari pelaku industri otomotif termasuk PT Hyundai Motors Indonesia (HMID) yang kini hanya bisa bersikap pasif menanti keputusan resmi.
Ketidakjelasan insentif mobil listrik ini dikhawatirkan dapat mengganggu ritme pasar yang sedang bertransformasi menuju era elektrifikasi di tanah air.
Chief Operating Officer HMID Fransiscus Soerjopranoto menyatakan bahwa perusahaan akan tetap mematuhi seluruh aturan yang diterbitkan otoritas terkait. Meskipun terdapat pergeseran jadwal ia menegaskan posisi Hyundai tetap mengikuti ritme kebijakan nasional demi menjaga keberlangsungan ekosistem kendaraan listrik.
"Kita hanya nunggu aturan dari pemerintah. Kalau kita ingin berjualan otomotif di Indonesia, ada dua kan, satu customer, satu lagi regulasi yang diterbitkan oleh pemerintah. Untuk regulasi sendiri kan kita selalu mengikuti aturan yang ditetapkan oleh pemerintah. Kita gak pernah komplain," ujar Soerjopranoto, di Jakarta, Jumat (3 Juli 2026).
Ia menekankan bahwa dukungan regulasi yang kuat sangat krusial dalam mempercepat adopsi kendaraan ramah lingkungan di Indonesia. Tanpa kepastian hukum para produsen akan menghadapi tantangan besar dalam menentukan langkah strategis untuk menjangkau konsumen di kota-kota besar secara maksimal.
"Harapannya tentunya, pastinya Indonesia bisa memberikan policy-policy atau kebijakan yang mendukung engine ataupun powertrain yang lebih ramah lingkungan," tambah Soerjo.
Berdasarkan informasi terbaru skema insentif yang awalnya ditargetkan berlaku mulai 1 Juli 2026 diperkirakan mundur hingga Agustus mendatang. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyebutkan bahwa pembahasan regulasi masih dalam tahap finalisasi. Pemerintah sendiri telah menyiapkan kuota insentif untuk 100 ribu unit mobil listrik melalui skema Pajak Pertambahan Nilai Ditanggung Pemerintah atau PPN DTP dengan besaran 40 persen hingga 100 persen.
Besaran nilai potongan pajak tersebut akan sangat bergantung pada tingkat kandungan nikel dalam baterai masing-masing kendaraan. Kepastian regulasi ini menjadi faktor penentu utama daya beli masyarakat karena mampu menekan harga jual mobil listrik secara signifikan di pasar domestik. Para pelaku industri kini menanti keseriusan pemerintah dalam mengeksekusi kebijakan tersebut guna menghindari kelesuan pasar otomotif nasional.
Baca Juga: Insentif Mobil Listrik Belum Jelas Changan Indonesia Pilih Pasang Harga Normal
Berita Terkait
Terpopuler
- Ogah Pasang AC? Ini 4 Rekomendasi Air Cooler yang Murah, Hemat Listrik, dan Cepat Dingin
- 5 Sepatu Running Lokal yang Anti Licin dan Senyaman Skechers, Harga Cuma Rp200 Ribuan
- 8 Sunscreen di Indomaret untuk Flek Hitam Usia 40 Tahun ke Atas sesuai Review
- 7 Pilihan HP Murah Terbaik Harga 1 Jutaan Juli 2026: NFC hingga Baterai 7000 mAh
- 6 Shio yang Menarik Keberuntungan 2 Juli 2026, Ada Kuda hingga Anjing
Pilihan
-
Tangis Bayi Pecah Pagi Hari, Warga Temukan Bayi Perempuan Baru Lahir di Teras Rumah
-
Rupiah Nyaris ke Rp18.000 Lagi Hari Ini
-
Ole Romeny Bakal Satu Tim dengan Justin Hubner di Liga Belanda, Fortuna Sittard Siapkan Tawaran
-
Antar Timnas Perancis ke 16 Besar, Mbappe Pecahkan Sejumlah Rekor Piala Dunia 2026
-
Prabowo ke Polisi: Gaji dan Senjata Kalian dari Rakyat, Jadi Jangan Menyusahkan Rakyat
Terkini
-
Daftar Mobil SUV 1500cc 2 Baris Terlaris Sepanjang 2026, Fronx Dikeroyok Duo Honda
-
Datsun Go Solusi Transportasi Merakyat? Kencang, Harga Miring, tapi Begini Catatan dari Pakar
-
Membongkar Fakta MPV Penggerak Roda Depan yang Sering Dianggap Remeh Saat Menanjak
-
Penjualan Toyota GR Supra Justru Melejit saat Produksinya Resmi Dihentikan
-
Tunda Memaksakan Diri Nyicil Vario Evo, Ini 6 Motor Under 5 Jutaan Cocok untuk Pelajar 2026
-
Ketidakjelasan Insentif Pemerintah Berisiko Hambat Laju Penjualan Mobil Listrik Nasional
-
Toyota Ekspansi, Transportasi Udara Turut Disasar
-
Strategi Hyundai Redam Dominasi Mobil China Lewat Jajaran Produk Baru
-
Beda Nasib Kia di Luar Negeri vs di Indonesia, Penjualannya Bak Langit dan Bumi
-
Honda Monkey Terbaru Tampil Makin Ikonik dengan Penyegaran Warna dan Desain Jok Klasik