Otomotif / Mobil
Senin, 06 Juli 2026 | 15:10 WIB
Toyota. (Pixabay)
Baca 10 detik
  • Toyota menargetkan pasokan 230.000 unit kendaraan di Australia pada tahun 2026 guna mempertahankan dominasi pasar dari pabrikan BYD.
  • Toyota meningkatkan alokasi model populer seperti RAV4 dan HiLux untuk memangkas waktu tunggu pelanggan menjadi tiga hingga enam bulan.
  • Persaingan ketat terjadi setelah BYD mencatatkan penjualan hampir setara dengan Toyota di Australia pada periode Juni 2026 lalu.

Suara.com - Raksasa otomotif Toyota kini berada dalam posisi waspada tinggi di pasar Australia. Menghadapi tahun 2026 merek asal Jepang ini menetapkan target ambisius dengan memasok 230.000 unit kendaraan ke Negeri Kanguru. Langkah strategis tersebut diambil tidak hanya untuk memenuhi permintaan pasar tetapi juga sebagai benteng pertahanan terhadap gempuran masif pabrikan kendaraan listrik asal China yaitu BYD.

Setengah dari target penjualan tersebut rencananya akan didominasi oleh jajaran kendaraan hybrid dan mobil beremisi rendah. Keputusan Toyota untuk menambah alokasi unit secara besar-besaran dilakukan setelah mereka mengamankan tambahan 20.000 unit kendaraan yang mencakup model populer seperti RAV4, HiLux, hingga bZ4X. Penambahan ini sangat krusial guna memangkas waktu tunggu pelanggan yang selama ini menjadi keluhan utama di pasar otomotif global.

Wakil Presiden Penjualan, Pemasaran, dan Operasi Waralaba Toyota Australia John Pappas menegaskan bahwa fokus utama mereka saat ini adalah memberikan kepastian bagi konsumen.

“Permintaan kami sangat, sangat kuat dan kami ingin berupaya mengurangi waktu tunggu pelanggan. Kami kini berhasil menurunkan rata-rata waktu tunggu pelanggan di seluruh lini produk kami dari sebelumnya yang lebih lama menjadi antara tiga hingga enam bulan. Dan itu sangat penting bagi kami di pasar yang sangat kompetitif," kata John Pappas, Senin (6/7/2026).

Langkah defensif Toyota ini dipicu oleh performa luar biasa BYD yang mulai mengancam dominasi mereka. Pada Juni 2026 BYD mencatatkan penjualan kendaraan listrik dan plug-in hybrid mencapai 18.881 unit di Australia. Angka tersebut hanya terpaut tipis sebanyak 243 unit dari Toyota yang mengantongi penjualan 19.124 unit pada periode yang sama.

Kecepatan BYD dalam merangsek pasar juga didukung oleh logistik yang sangat kuat. Pabrikan China tersebut diketahui menggunakan kapal pengangkut miliknya sendiri untuk mengirim ribuan unit kendaraan secara langsung dari China guna memastikan stok selalu tersedia. Fenomena ini memaksa Toyota untuk terus memperlebar jarak penjualan agar posisi mereka sebagai merek nomor satu tidak tergeser oleh para penantang baru yang bergerak sangat agresif.

Load More