Otomotif / Mobil
Senin, 13 Juli 2026 | 15:10 WIB
Sejumlah dispenser pengisian Biosolar B50 berjajar di Rest Area KM 57 Tol Jakarta-Cikampek, Karawang, Jawa Barat, Kamis (9/7/2026). [ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A/bay/kye]
Baca 10 detik
  • Presiden Prabowo Subianto resmi meluncurkan bahan bakar B50 sebagai upaya memperkuat kedaulatan energi nasional bagi kendaraan diesel.
  • B50 terbukti memiliki spesifikasi kualitas lebih baik daripada B40 berdasarkan serangkaian pengujian laboratorium dan lapangan sejak 2025.
  • Pemilik kendaraan wajib disiplin merawat filter, komponen karet, dan sistem injeksi guna menjaga performa mesin tetap optimal.

Suara.com - Presiden Prabowo Subianto resmi meluncurkan bahan bakar minyak B50 yang kini mulai diedarkan secara luas untuk kendaraan bermesin diesel di Indonesia. Kehadiran B50 menjadi kelanjutan dari program mandatori biodiesel B40 yang bertujuan memperkuat kedaulatan energi nasional. Secara teknis B50 merupakan campuran 50 persen biodiesel berbasis kelapa sawit dengan 50 persen solar fosil yang memiliki kandungan nabati lebih tinggi dari sebelumnya.

Sebelum resmi diluncurkan bahan bakar ini telah melewati serangkaian pengujian laboratorium yang ketat sejak awal 2025. Pengujian lapangan juga dilakukan pada berbagai sektor mulai dari otomotif hingga alat berat pertambangan dan kereta api. Hasil pengujian menunjukkan kualitas B50 memiliki spesifikasi yang lebih baik pada parameter kadar air dan kestabilan oksidasi jika dibandingkan dengan B40.

Pakar otomotif Institut Teknologi Bandung Yannes Martinus Pasaribu menjelaskan bahwa mayoritas kendaraan diesel di Indonesia sebenarnya sudah mulai beradaptasi dengan penggunaan biodiesel. Namun transisi menuju kadar campuran yang lebih tinggi tetap memerlukan perhatian khusus dari para pemilik kendaraan.

"Perawatan kendaraan berbahan bakar B50 tidak jauh berbeda dengan B40, intinya tetap memerlukan kedisiplinan. Karena sudah terbiasa dengan B30 lalu ke B40, efek pembersihan endapan lama saat naik ke B50 menjadi jauh lebih kecil, sehingga filter bahan bakar tidak perlu diganti secara drastis di awal," kata Yannes, dikutip dari Antara, Senin (13/7/2026).

Meski demikian filter bahan bakar tetap menjadi komponen yang paling sensitif dalam sistem penyaluran bahan bakar. Yannes menyarankan pemilik kendaraan untuk tetap disiplin mengikuti jadwal penggantian komponen sesuai rekomendasi pabrikan guna menghindari masalah pada mesin.

"Filter bahan bakar tetap menjadi komponen paling sensitif dan sebaiknya dipantau kondisinya," ujarnya.

Selain filter pengguna mobil diesel juga diingatkan untuk memeriksa kondisi komponen berbahan karet seperti seal dan selang bahan bakar. Karakteristik biodiesel B50 yang sedikit lebih agresif berpotensi mempercepat degradasi komponen tersebut dalam jangka panjang.

"Komponen karet masih berisiko mengalami degradasi lebih cepat dalam jangka panjang, sehingga perlu dicek saat servis berkala," katanya.

Yannes menambahkan bahwa sistem injeksi dan pompa bertekanan tinggi pada mesin common rail juga perlu dipantau secara rutin. Kebersihan tangki bahan bakar menjadi faktor krusial agar kualitas B50 tetap terjaga dan tidak merusak performa mesin saat digunakan sehari-hari.

Baca Juga: Raksasa Otomotif Dunia Terguncang, Berencana Suntik Mati Separuh Model dan Lakukan PHK

"Dengan perawatan normal yang konsisten, kendaraan diesel kita dapat menggunakan B50 dengan aman dan optimal," kata Yannes.

Load More