Otomotif / Mobil
Selasa, 28 Juli 2026 | 12:00 WIB
Xpeng X9 tampil dengan sejumlah penyegaran signifikan untuk pasar Indonesia. (Foto: SUARA.COM/Michele Alessandra)
Baca 10 detik
  • Xpeng Global menarik 33.473 unit MPV listrik X9 di China pada Juli 2026 karena masalah suspensi.
  • Erajaya Active Lifestyle menyatakan konsumen Indonesia tetap dapat mengendarai mobil tersebut secara normal dan aman.
  • Distributor lokal bersama Xpeng Global sedang mengevaluasi data produksi untuk memeriksa potensi dampak di Indonesia.

Suara.com - Xpeng Indonesia akhirnya angkat bicara terkait penarikan kembali atau recall terhadap 33.473 unit MPV listrik X9 di China. Langkah darurat ini diambil setelah ditemukan potensi masalah serius pada sistem suspensi udara depan yang dapat memengaruhi keselamatan berkendara.

Vice President Marketing PT Sinar Eka Selaras Tbk atau Erajaya Active Lifestyle Hari Arifianto memastikan bahwa konsumen Xpeng X9 di Indonesia saat ini masih dapat menggunakan kendaraannya tanpa kendala. Meski demikian, perusahaan menyarankan pengguna tetap waspada terhadap gejala tidak wajar pada kaki-kaki mobil.

"Di Indonesia, pelanggan tetap dapat menggunakan kendaraannya seperti biasa. Namun apabila menemukan isu pada komponen kendaraan termasuk gejala yang tidak biasa pada sistem suspensi, kami menyarankan agar segera menghubungi dealer resmi XPENG terdekat untuk dilakukan pemeriksaan," kata Hari kepada Suara.com, Selasa (28 Juli 2026)

Hingga saat ini pihak distributor masih melakukan koordinasi mendalam dengan Xpeng Global. Evaluasi dilakukan untuk membedah data produksi dan memastikan apakah ada unit yang dipasarkan di Indonesia memiliki cacat produksi serupa dengan unit di China.

"Keselamatan pelanggan selalu menjadi prioritas utama kami. Saat ini, kami tengah melakukan evaluasi secara menyeluruh untuk memastikan apakah terdapat kendaraan yang dipasarkan di Indonesia yang terdampak oleh faktor produksi yang sama. Kami akan menyampaikan langkah tindak lanjut yang diperlukan setelah proses verifikasi tersebut selesai," ujarnya.

Hari menekankan bahwa unit yang beredar di pasar domestik Indonesia merupakan rakitan lokal atau CKD. Ia juga menyebutkan bahwa kasus penarikan massal di China hanya berdampak pada kelompok produksi tertentu saja.

"Sebenarnya yang di China pun tidak semua yang kena, hanya pada batch produksi di waktu tertentu. Jadi untuk Indonesia, kami masih berkoordinasi erat dengan Xpeng Global," jelasnya.

Masalah pada MPV listrik ini berawal dari temuan potensi kebocoran sistem suspensi udara akibat proses produksi yang tidak sempurna. Kerusakan ini berisiko mengganggu pengendalian kendaraan secara mendadak. Sebagai bentuk tanggung jawab, pabrikan akan mengganti komponen pilar penyangga suspensi udara dengan versi terbaru secara cuma-cuma bagi kendaraan yang terdampak.

Baca Juga: Toyota Berikan Rp 50 Juta Pengguna IONIQ 5 yang Bersedia Lakukan Tukar Tambah ke Model bZ

Load More