- Pemilik kendaraan harus mengenali berbagai faktor penyebab motor sulit dinyalakan untuk melakukan pemeriksaan awal.
- Berbagai komponen seperti aki, busi, sekring, bahan bakar, filter udara, hingga dinamo starter dapat mengalami gangguan teknis.
- Kendaraan yang tetap bermasalah setelah pemeriksaan awal harus segera dibawa ke bengkel untuk penanganan oleh teknisi.
Suara.com - Motor yang susah distarter bisa membuat perjalanan tertunda, terutama ketika kendaraan harus segera digunakan.
Kondisi ini dapat terjadi pada motor yang jarang digunakan maupun kendaraan yang rutin dipakai setiap hari.
Aki lemah menjadi salah satu penyebab yang sering ditemukan, tetapi bukan satu-satunya faktor yang perlu diperiksa.
Busi, sistem bahan bakar, filter udara, hingga dinamo starter juga dapat memengaruhi kemampuan mesin untuk menyala.
Pemilik motor perlu mengetahui sumber masalah sebelum menentukan komponen yang harus diperbaiki atau diganti.
Berikut penyebab motor susah distarter beserta cara mengatasinya yang bisa menjadi panduan pemeriksaan awal.
1. Periksa Kondisi Aki
Aki yang lemah menjadi salah satu penyebab motor sulit dihidupkan menggunakan electric starter.
Periksa apakah lampu atau klakson ikut melemah saat starter ditekan.
Jika tegangan aki sudah rendah atau kondisinya tidak lagi optimal, lakukan pengisian atau penggantian sesuai kebutuhan.
2. Cek Busi
Busi berfungsi menghasilkan percikan api untuk membantu proses pembakaran. Busi yang kotor, aus, atau rusak dapat membuat mesin sulit menyala.
Lepaskan busi dan periksa bagian elektrodanya, kemudian bersihkan atau ganti jika kondisinya sudah tidak layak.
3. Periksa Sekring
Sekring yang putus dapat menghambat aliran listrik menuju komponen tertentu.
Pemeriksaan dapat dilakukan dengan melihat kondisi kawat pada sekring. Jika putus, ganti menggunakan sekring dengan ukuran ampere yang sesuai.