- Pengendara sepeda motor wajib mengukur lingkar kepala dan mencocokkannya dengan tabel ukuran resmi sebelum membeli helm.
- Helm yang terlalu besar atau kecil dapat mengurangi kenyamanan berkendara dan mengganggu fungsi perlindungan saat terjadi benturan.
- Pembeli disarankan mencoba langsung helm serta memastikan tali pengait terpasang dengan baik untuk menguji stabilitasnya.
- Ukuran S biasanya untuk lingkar kepala sekitar 55-56 cm
- Ukuran M untuk lingkar kepala sekitar 57-58 cm
- Ukuran L untuk lingkar kepala sekitar 59-60 cm
- Ukuran XL untuk lingkar kepala sekitar 61-62 cm
- Ukuran XXL untuk lingkar kepala sekitar 63-64 cm
Namun, angka tersebut bukan patokan mutlak untuk semua merek. Selalu periksa size chart yang disediakan produsen sebelum menentukan ukuran.
3. Coba Helm Sebelum Membeli
Jika memungkinkan, coba langsung helm sebelum membelinya. Setelah dikenakan, gerakkan kepala perlahan ke kiri, kanan, atas, dan bawah untuk memastikan helm tidak mudah bergeser.
Helm yang pas seharusnya terasa menempel dengan stabil tanpa memberikan tekanan yang menyakitkan.
4. Periksa Tekanan pada Kepala
Gunakan helm selama beberapa menit dan rasakan apakah terdapat titik yang terlalu menekan, terutama di bagian dahi, pelipis, atau rahang. Jika tekanan terasa sakit atau membuat kepala pusing, pertimbangkan ukuran atau model lain.
Busa helm baru memang biasanya masih terasa cukup padat dan dapat sedikit menyesuaikan setelah digunakan.
Namun, jangan memilih helm yang sejak awal terasa terlalu longgar dengan alasan busanya nanti akan mengembang atau menyesuaikan.
5. Pastikan Tali Pengait Terpasang dengan Baik
Setelah mendapatkan ukuran yang terasa pas, kencangkan tali pengait atau chin strap*. Coba dorong helm dari bagian belakang untuk memastikan helm tetap menempel di kepala dan tidak mudah terangkat.
Sistem pengait merupakan bagian penting agar helm tetap berada pada posisi yang semestinya ketika digunakan.
Risiko Pakai Helm yang Salah Ukuran
Ukuran helm yang tidak sesuai dapat mengurangi kenyamanan sekaligus mengganggu fungsi perlindungan helm. Berikut beberapa risiko yang bisa muncul apabila memakai helm salah ukuran:
1. Helm Terlalu Longgar Mudah Bergeser
Helm yang terlalu besar tidak dapat menempel dengan baik pada kepala. Akibatnya, helm dapat bergeser ketika pengendara menggerakkan kepala dan berpotensi berubah posisi ketika terjadi benturan.
Menurut Deltalube, jarak antara kepala, busa, dan lapisan EPS pada helm seharusnya tidak terlalu longgar. Jika kepala bergerak bebas di dalam helm, penyerapan benturan tidak dapat bekerja secara optimal.
2. Kepala Bisa Terasa Sakit dan Pusing
Helm yang terlalu sempit dapat memberikan tekanan berlebihan pada bagian kepala. Kondisi tersebut bisa membuat kepala terasa sakit atau pusing, terutama ketika helm digunakan dalam waktu lama.
Rasa tidak nyaman juga dapat membuat pengendara lebih cepat lelah. Jika konsentrasi terganggu ketika berkendara, kondisi tersebut tentu perlu dihindari.
3. Konsentrasi Berkendara Bisa Terganggu
Helm yang menekan kepala terlalu kuat dapat membuat pengendara tidak nyaman selama perjalanan. Rasa sakit, pusing, atau lelah akibat helm yang terlalu sempit berpotensi mengganggu konsentrasi ketika berkendara.
4. Perlindungan Helm Tidak Optimal
Helm dirancang untuk membantu melindungi kepala dengan tetap berada pada posisi yang tepat. Jika ukurannya terlalu besar dan mudah bergeser atau terlalu kecil sehingga menimbulkan tekanan berlebihan, fungsi perlindungannya dapat terganggu.
Karena itu, jangan memilih helm hanya berdasarkan tampilan atau label ukuran. Ukur lingkar kepala, cek size chart dari produsen, lalu coba helm secara langsung untuk memastikan ukurannya benar-benar pas dan nyaman.