-
Kemlu mengimbau WNI di Arab Saudi meningkatkan kewaspadaan akibat potensi bahaya keamanan setempat.
-
Pasukan Arab Saudi berhasil merontokkan drone Houthi sebelum menembus zona terlarang Makkah.
-
Tidak ada WNI yang menjadi korban dan hotline bantuan KBRI/KJRI telah disiagakan.
Suara.com - Seluruh warga negara Indonesia WNI yang berdomisili atau berada di Arab Saudi diminta segera memperketat kewaspadaan diri. Langkah antisipasi ini mendesak dilakukan menyusul ancaman keamanan regional akibat serangan pesawat nirawak dari kawasan Yaman.
Otoritas setempat sempat menetapkan siaga bahaya di kawasan strategis seperti Makkah, Jeddah, hingga Taif. Pemerintah Indonesia memastikan perlindungan maksimal dan komunikasi aktif terus berjalan demi menjamin keselamatan seluruh WNI.
"Perwakilan RI di Arab Saudi mengimbau WNI untuk tetap waspada dan mengikuti instruksi resmi Arab Saudi," kata Direktur Pelindungan WNI Kemlu RI Heni Hamidah.
Perwakilan RI bergerak cepat memperketat pemantauan berkala guna memetakan posisi seluruh warga di area terdampak. Hingga saat ini, belum ditemukan adanya korban maupun kerugian yang menimpa masyarakat Indonesia di sana.
"Perwakilan RI di Arab Saudi juga terus memantau perkembangan situasi dan berkoordinasi intensif dengan otoritas setempat," katanya.
Sinyal bahaya sempat memaksa warga lokal maupun pendatang untuk berlindung di dalam gedung. Pihak Pertahanan Sipil Kerajaan kini sudah mencabut status darurat tersebut setelah ruang udara dinyatakan kondusif.
Militer Kerajaan Arab Saudi berhasil menetralisir satu unit pesawat tanpa awak yang mengarah ke zona terlarang. Penyadapan taktis tersebut dilakukan sebelum armada udara musuh menembus perimeter Kota Suci Makkah.
"Pada Selasa malam, 15 September 2026, pukul 18.50 waktu setempat, Pasukan Pertahanan Udara Kerajaan Arab Saudi mencegat dan menghancurkan sebuah drone musuh yang diluncurkan oleh milisi Houthi teroris, sebelum memasuki wilayah udara terlarang di Kota Suci Makkah," kata juru bicara tersebut, menurut laporan kantor berita Arab Saudi SPA.
Insiden pencegatan di sektor selatan ini mencatatkan riwayat serangan kedua yang mengincar kawasan sakral umat Islam. Peristiwa serupa sebelumnya pernah terjadi ketika milisi meluncurkan rudal balistik pada pertengahan 2017.
Di sisi lain, kubu Gerakan Ansar Allah menepis tuduhan bahwa aksi militernya menyasar kawasan suci keagamaan. Pihaknya menegaskan bahwa operasi pertahanan mereka sama sekali tidak ditujukan untuk mengganggu ketenangan tempat ibadah.
"Kami dengan tegas membantah adanya ancaman apa pun dari Yaman terhadap kota suci Makkah maupun situs suci lainnya," kata sumber militer seperti dikutip kantor berita kelolaan Houthi, Saba, Selasa (15/9).
Pemerintah menyediakan saluran telepon khusus yang beroperasi secara penuh untuk merespons kondisi darurat warga. Layanan bantuan ini terbagi untuk wilayah hukum Riyadh serta kawasan Jeddah dan sekitarnya.
Apabila berada dalam kondisi darurat, WNI di Arab Saudi dapat menghubungi KBRI Riyadh melalui hotline +966 569173990 atau KJRI Jeddah via hotline +966 50 360 9667.
Konflik bersenjata antara koalisi militer pimpinan Arab Saudi dan kelompok Houthi Yaman telah berlangsung selama bertahun-tahun. Eskalasi ketegangan lintas batas ini kerap memicu ancaman keamanan udara yang membahayakan kawasan sipil serta pusat aktivitas publik di Arab Saudi.