- Pembeli Toyota Raize dan Daihatsu Rocky bekas harus mewaspadai riwayat recall terkait rem, fender, serta airbag.
- Toyota dan Daihatsu pernah melakukan recall pada tahun 2022, 2023, serta 2025 untuk memperbaiki berbagai komponen kendaraan.
- Status recall dapat dicek secara online menggunakan nomor rangka kendaraan melalui situs resmi pabrikan masing-masing.
1. Recall ECU Brake Booster / ECU Engine (2025)
Ini recall terbesar dan paling berdampak langsung pada keselamatan. PT Toyota-Astra Motor (TAM) dan PT Daihatsu Astra Motor mengumumkan recall pada Maret 2025 untuk Raize produksi 8 Juni 2021–16 Juli 2024 dan Rocky 1.2 CVT produksi Juni 2021–Juli 2024.
Masalahnya: potensi malfungsi pada ECU yang mengendalikan brake booster akibat pemrograman yang kurang tepat. Akibatnya, pedal rem bisa terasa lebih berat dan jarak pengereman menjadi lebih panjang.
Perbaikannya hanya berupa reprogramming atau pembaruan perangkat lunak pada ECU, tanpa penggantian komponen fisik apa pun. Prosesnya sekitar satu jam dan sepenuhnya gratis.
2. Recall Fender Apron Depan (2022)
Pada Maret 2022, Toyota dan Daihatsu kompak melakukan recall untuk Raize dan Rocky terkait masalah pada titik pengelasan dudukan shock absorber di bagian fender apron depan.
Total 24.155 unit terdampak: 14.777 unit Raize dan 9.378 unit Rocky. Masalahnya: titik pengelasan yang kurang tepat berpotensi menimbulkan bunyi abnormal atau bahkan komponen terlepas saat melewati jalan rusak.
Perbaikannya dilakukan dengan menambah titik pengelasan dari 11 menjadi 25 titik untuk memperkuat area tersebut. Berbeda dengan recall ECU, perbaikan ini bersifat fisik dan permanen.
3. Recall ECU Airbag (2023)
Pada Juni 2023, Daihatsu mengumumkan recall untuk Rocky (115 unit) dan All New Xenia (1.095 unit) produksi 15 Desember 2022–11 Januari 2023.
Toyota juga melakukan recall serupa untuk Veloz, Avanza, dan Raize pada periode produksi yang sama.
Masalahnya: potensi malfungsi pada salah satu kapasitor di dalam ECU airbag yang dapat menyebabkan airbag tidak berfungsi optimal saat kecelakaan.
Perbaikannya adalah penggantian komponen ECU Airbag secara gratis di bengkel resmi.
Risiko Pembeli Dapat Unit yang Belum Recall
Inilah pertanyaan krusialnya: apa yang terjadi jika Anda membeli unit bekas yang belum menjalani program recall?
Risiko Keselamatan yang Nyata. Untuk recall ECU brake booster 2025, unit yang belum diperbarui software-nya berpotensi mengalami pengereman yang tidak optimal.
Dalam kondisi berkendara tertentu, brake booster bisa gagal bekerja maksimal, membuat pedal rem terasa berat dan jarak pengereman memanjang. Ini bukan sekadar ketidaknyamanan ini risiko keselamatan langsung bagi Anda dan keluarga.
Biaya Perbaikan yang Seharusnya Gratis. Semua perbaikan recall adalah gratis di bengkel resmi Toyota dan Daihatsu.
Namun, jika Anda membeli unit bekas dari penjual perorangan atau showroom yang tidak mengurus recall, Anda tetap bisa mengurusnya sendiri secara gratis.
Kuncinya adalah memastikan nomor rangka kendaraan terdaftar dalam program recall.
Kesulitan Saat Menjual Kembali. Unit yang belum recall akan tercatat dalam sistem pabrikan sebagai "outstanding recall".
Calon pembeli berikutnya jika teliti bisa menemukan status ini saat melakukan pengecekan. Ini bisa menurunkan nilai jual atau mempersulit transaksi.
Cara Cek Status Recall Sebelum Membeli
Langkah paling akurat untuk memastikan unit incaran Anda sudah bebas recall atau belum adalah dengan mengeceknya secara online menggunakan nomor rangka (VIN) yang tertera di STNK. Berikut panduannya:
Untuk Toyota Raize:
- Kunjungi situs resmi www.toyota.astra.co.id/ssc
- Masukkan 17 digit nomor rangka dan email Anda
- Anda juga bisa menghubungi Toyota Customer Care di 1-500-315 (24 jam) atau via WhatsApp TARRA di 08111500315
Untuk Daihatsu Rocky:
- Kunjungi situs resmi recall.daihatsu.co.id
- Masukkan nomor rangka kendaraan
- Anda juga bisa menghubungi Daihatsu Access di 1-500-898
Selain pengecekan online, mintalah penjual menunjukkan buku servis atau riwayat perawatan di bengkel resmi.
Di sana akan tercatat apakah unit tersebut pernah menjalani program recall dan perbaikannya.
Jika penjual mengklaim unitnya sudah bebas recall, mintalah bukti tertulis dari bengkel resmi sebagai konfirmasi.
Untuk recall fender apron 2022 yang perbaikannya bersifat fisik (penambahan titik las), Anda juga bisa melakukan pengecekan visual.
Perhatikan area sekitar dudukan shock absorber di ruang mesin apakah ada tambahan titik las yang terlihat lebih baru atau tidak rapi dibandingkan lasan pabrik.
Tips Terakhir Sebelum Transfer
Saat test drive, perhatikan baik-baik apakah ada bunyi "gluduk" atau suara tidak wajar dari area kaki-kaki depan saat melewati jalan bergelombang.
Ini bisa menjadi indikasi masalah fender apron belum diperbaiki. Untuk recall ECU, tidak ada gejala fisik yang bisa dideteksi tanpa alat diagnostik karena itu pengecekan online berdasarkan nomor rangka adalah langkah paling akurat.
Ingat: recall bukan aib. Justru sebaliknya, program ini menunjukkan bahwa pabrikan bertanggung jawab terhadap produknya.
Yang menjadi masalah adalah jika pemilik sebelumnya mengabaikannya.
Dengan sedikit ketelitian di awal, Anda bisa menikmati Raize atau Rocky bekas dengan tenang tanpa mewarisi "utang" yang seharusnya sudah lunas.