- PT Indomobil Global Transportasi menyerahkan satu unit minibus listrik Foton E-View kepada Politeknik Cristo Re Maumere pada Jumat, 2 Oktober 2026.
- Bantuan kendaraan ramah lingkungan tersebut bertujuan memperkuat kesiapan sumber daya manusia melalui fasilitas praktik mahasiswa secara langsung.
- Kehadiran mobil listrik pertama berpelat nomor EB di daerah tersebut diharapkan memberikan mahasiswa keunggulan kompetitif di dunia kerja.
Suara.com - Perkembangan mobil listrik di Indonesia kini merambah sektor pendidikan vokasi di daerah. PT Indomobil Global Transportasi atau Indomobil Foton menyerahkan satu unit minibus listrik Foton E-View kepada Politeknik Cristo Re Maumere, Nusa Tenggara Timur.
Penyerahan unit ini bertujuan untuk memperkuat kesiapan sumber daya manusia. Minibus ramah lingkungan tersebut difungsikan sebagai operasional sekaligus fasilitas praktik mahasiswa dalam mempelajari teknologi elektrik secara langsung.
Prosesi serah terima dipimpin Chief Operating Officer PT Indomobil Global Transportasi Edi Napis, bersama jajaran manajemen. Bantuan diterima oleh Ketua Yayasan Politeknik Cristo Re Maumere RD. Felicianus Dari, dan Direktur Politeknik Cristo Re Maumere RD. Yakobus Donnisius Migo di Maumere.
COO PT Indomobil Global Transportasi Edi Napis menegaskan pentingnya penguasaan teknologi kendaraan listrik sejak di bangku kuliah.
“Menurut kami, kendaraan listrik mungkin menjadi hal yang baru di daerah, namun sudah umum di perkotaan. Kami berharap Politeknik Cristo Re bisa menjadikan mobil listrik ini sebagai bagian dari kurikulum baru,” ujar Edi Napis, Jumat (2/10/2026).
Edi menilai pemahaman praktis mobil listrik memberi keunggulan kompetitif bagi lulusan daerah saat masuk dunia kerja.
“Hal ini menjadi nilai plus, sama seperti pelamar kerja yang menguasai bahasa Mandarin saat ini. Mahasiswa di daerah yang sudah memiliki knowledge dan pengalaman praktis dengan mobil listrik pasti akan memiliki keunggulan kompetitif,” ujarnya.
Direktur Politeknik Cristo Re Maumere RD. Yakobus Donnisius Migo atau Romo Donnie menyambut positif hadirnya unit tersebut. Minibus ini tercatat sebagai mobil listrik pertama yang dikirim via darat dari Surabaya ke Maumere, sekaligus minibus listrik pertama berpelat nomor EB.
“Mereka bisa belajar apa yang saat ini sedang berkembang di dunia. Teknologi mobil listrik yang berkembang cukup masif ini harus dipelajari secara langsung,” ujar Romo Donnie.
Secara tampilan Foton E-View memiliki dimensi panjang 5.320mm, x lebar 1.695, dan tinggi 2.280. Secara spesifikasi, minibus listrik ini mengandalkan baterai berkapasitas 50,23 kWh.
Baterai tersebut diklaim bisa dipakai jalan sejauh 195 Km (WLTC) atau 235 Km (NEDC). Tenaga maksimal yang dihasilkan 85 kW atau setara 113,9 TK. Sedangkan torsinya besar, 290 Nm.