Menperin Usul Insentif Mobil Hybrid di Tengah Rendahnya Rasio Kepemilikan Mobil

Jum'at, 30 Oktober 2026 | 15:20 WIB
Ilustrasi mobil hybrid. (Toyota)
BACA 10 DETIK
  • Kementerian Perindustrian menargetkan usulan insentif mobil hybrid akan disampaikan kepada Kementerian Keuangan pada tahun ini.
  • Rendahnya rasio kepemilikan mobil di Indonesia serta peralihan daya beli masyarakat ke pasar mobil bekas mendasari usulan tersebut.
  • Stimulus ini bertujuan menekan BBM bersubsidi, menurunkan emisi, dan menggairahkan kembali industri otomotif nasional yang sedang melemah.

Suara.com - Kementerian Perindustrian menargetkan usulan insentif untuk mobil hybrid bakal disampaikan tahun ini ke Kementerian Keuangan. Langkah ini diambil di tengah sorotan terhadap rendahnya rasio kepemilikan mobil di Indonesia serta pergeseran daya beli masyarakat ke pasar mobil bekas.

Menteri Perindustrian Muhammad Sarmuji mengatakan pembahasan teknis terkait insentif tersebut masih berlangsung bersama pihak terkait.

"Tahun ini akan kita usulkan. Usulannya akan tahun ini," ucap Sarmuji mengutip Antara, Jumat (30/10/2026).

Sarmuji menilai skema dukungan pemerintah sangat mendesak untuk mendorong pertumbuhan pasar sekaligus memperkuat industri otomotif nasional. Selain mampu menekan konsumsi bahan bakar minyak bersubsidi dan emisi gas buang, stimulus kendaraan hybrid diharapkan dapat mendongkrak kepemilikan kendaraan nasional yang masih tertinggal jauh.

Saat ini rasio kepemilikan mobil di Indonesia hanya sekitar 99 unit per 1.000 penduduk. Angka ini kalah jauh jika dibandingkan dengan Malaysia yang mencapai 490 unit per 1.000 penduduk atau Thailand yang menyentuh 275 unit per 1.000 penduduk.

Kondisi pasar domestik kian mengkhawatirkan seiring melemahnya daya beli masyarakat terhadap kendaraan baru. Pihak pabrikan menilai kebijakan stimulus dari pemerintah menjadi instrumen krusial untuk menggairahkan kembali industri otomotif nasional.

Presiden Direktur Toyota Motor Manufacturing Indonesia, Nandi Julyanto, mengungkapkan bahwa tren konsumen saat ini mulai beralih ke pasar mobil bekas akibat keterbatasan anggaran.

"Kami tadi menyampaikan mengenai pentingnya stimulus untuk meningkatkan daya beli, sehingga pembelian mobil baru itu meningkat. Karena sekarang market-nya bergeser kepada used car," tutur Nandi.

Rencana pemberian insentif ini menjadi ujian bagi pemerintah dalam memformulasikan kebijakan yang tepat guna menggairahkan penjualan kendaraan baru tanpa mengabaikan fokus transisi energi nasional.

Terkait
Terpopuler
Terkini
Lihat Artikel Lainnya

Dapatkan Aplikasi
Suara.com