/
Jum'at, 31 Maret 2023 | 09:45 WIB
Garuda Nusantara menyimpulkan pita hitam pada lengan kiri mereka, tanda duka karena kandas berlaga di Piala Dunia U-20 2023. (Instagram @pssi)

SuaraPekanbaru.id - Batalnya penggawa Garuda Nusantara berlaga di Piala Dunia U-20 2023 karena dicoret FIFA telah menggoreskan luka mendalam bagi Indonesia.

Luka itu tidak akan sembuh dalam satu dua hari sampai Indonesia mendapatkan kepastian dirangkul kembali oleh FIFA dalam perhelatan Piala Dunia U-20.

Namun itu hanya harapan. Faktanya kini Timnas Indonesia masih dihantui bayangan akan terjadinya pengucilan di arena sepak bola dunia. 

Sebagai ungkapan dukacita atas kandasnya berlaga di Piala Dunia U-20 2023, PSSI pun memajang foto Garuda Muda berwajah pilu dengan pita hitam yang tersimpul di lengan kiri mereka.

"Pita hitam yang tersimpul di lengan kiri para pemain tim U-20 Indonesia, menjadi simbol duka atas batalnya penggawa Garuda Nusantara berlaga di Piala Dunia U-20," tulis PSSI di akun Instagramnya.

Tidak disebutkan sampai kapan Garuda Nusantara akan menyimpul lengan kiri mereka dengan pita hitam itu.

Hanya, di tengah suasana duka itu mereka mengobarkan api semangat juang.

"Tetap tegar, Garuda Nusantara! Jangan menyerah, kita berjuang bersama," katanya.

Ungkapan PSSI di Instagram itu sungguh mengharukan warganet. Meskipun sama-sama berduka, warganet pun ikut menyemangati.

Baca Juga: Ahmad Dhani Bikin Grup WA Artis Khusus Zodiak Gemini, Yura Yunita: Artis, Musisi, Sampai Presiden itu Isinya

 "Sedih bgt, persiapan panjang tapi begini hasilnya," ujar @timnasindonesiainfo masih memendam kesedihan.

Beban kesedihan dipikul Garuda Nusantara atas pencoretan FIFA terhadap Indonesia sebagai tuan rumah Piala Dunia U-20 2023 ibarat nasi menjadi bubur yang harus diterima sebagai qadarullah.

 "Balas dendam terbaik adalah membuktikan diri kalian bisa masuk piala dunia tanpa menjadi tuan rumah. Buktikan skill hebat kalian di atas lapangan di waktu yang akan datang. Tetap dan selalu semangat anak muda. Qadarullah," tutur @om_yudz. (*)

Load More