/
Kamis, 16 Maret 2023 | 20:20 WIB
Ustadz Abdul Somad memberikan penjelasan terkait dengan niat puasa da yang satu kali diucapkan berlaku selama satu bulan, dan ada yang setiap hari. (Foto: Instagram Ustadz Abdul Somad)

SuaraPekanbaru.id- Hukum niat puasa yang diucapkan satu kali pada awal puasa untuk menjalankan sealam satu bulan penuh, disampaikan oleh Ustadz Abdul Somad.

Ustadz Abdul Somad menjelaskan melafadzkan niat berpuasa di bulan Ramadhan, berbeda dengan meniatkan puasa sunnah yang ada kelonggaran dalam masalah waktu.

Niat berpuasa di bulan Ramadhan dikatakan oleh Ustadz Abdul Somad ada empat mazhab yang memiliki pandangan tersendiri.

Dalam berpuasa di bulan Ramadhan dilaksanakan dalam waktu satu bulan penuh. Hal ini sama dengan mengerjakan ibadah lainnya, karena harus diawali dengan sebuah niat dalam hati.

Terkait dengan niat yang dimaksud, ada mazhab menyatakan harus dilakukan setiap hari, ada yang memperbolehkan langsung berniat dalam waktu satu bulan penuh.

Menurut ustadz kondang asal Kota Pekanbaru ini, dijelaskan ada dua pandangan yang berbeda terkait dengan niat puasa wajib bulan Ramadhan.

Pendapat pertama yakni menyebutkan niat puasa bisa dilakukan pada awal pertama hari puasa di bulan Ramadhan.

"Ada pendapat tentang niat satu kali saja di malam pertama Ramadhan untuk sebulan satu paket. Pendapat ini dari Mazhab Maliki," ucap Ustadz Abdul Somad seperti dilansir dari kanal youtube Ustadz Menjawab, dilihat Jumat (17/3/2023).

Sementara itu, mayoritas mazhab meyakini kalau niat puasa harus dilakukan setiap hari. Kendati berbeda, namun hal itu kembali kepada masing-masing diri, dalam menyikapi tentang perbedaan tersebut, baik secara hukum sah dilakukan.

Baca Juga: Wahai Para Wanita Ingat Pesan Ustadz Abdul Somad saat Memilih Calon Suami, Ingat 2 Hal Penting Ini

"Biasanya dulu nenek moyang kita dulu di kampung-kampung setelah Shalat Tarawih melafazkan niat puasa. Karena dikhawatirkan saat pulang ketiduran dan lupa berniat," kata Ustadz Abdul Somad.

Maka dari itu, Ustadz Abdul Somad menyarankan, kalau niat berpuasa bisa dilakukan pada malam hari atau setelah melaksanakan Tarawih.

“Yang terpenting sebelum adzan subuh berkumdang. Itu bedanya dengan puasa sunnah, yang bisa dilakukan selepas subuh dengan syarat tidak makan setelah adzan subuh," terang pria yang akrab disapa UAS.

Ustadz Abdul Somad mengingatan selama fajar belum terbit dan adzan subuh belum dikumandangkan, maka diperbolehkan makan dan minum, juga niat puasa pun dianggap sah dilakukan pada waktu tersebut.

Sebelum batas berakhirnya sahur atau terbit fajar, menurut Mazhab Syafi'i diberlakukan lah yang namanya imsakiyah.

"Perlu dipahami imsak bukan lampu merah tapi lampu kuning. Artinya berhati-hati sebelum waktu puasa tiba," ucap Ustadz Abdul Somad.

Bacaan Niat Puasa Ramadhan

"Nawaitu shauma ghodin 'an adaa'i fardhi syahri romadhoona hadihis-sanati lillahi ta'aalaa."

Artinya: Saya niat berpuasa esok hari untuk menunaikan fardhu di Bulan Ramadhan tahun ini karena Allah Ta'aala. (*)

Load More