SuaraPekanbaru.id- Rafael Alun Trisambodo sudah menjadi tersangka dalam kasus dugaan penerimaan gratifikasi berupa uang. Hal itu dilakukan selama 12 tahun lamanya.
Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sudah memberikan status tersangka kepada Rafael Alun, namun begitu dirinya masih belum dilakukan penahanan terhadap mantan pejabat di lingkungan kantor pajak itu.
Rafael Alun Trisambodo menjadi tersangka, usa dilakukan pemeriksaan beberapa kali oleh KPK. Hanya tiga hari berselang sejak ditetapkannya sebagai tersangka, Rafael Alun masih belum ditahan.
Terkait dengan hal itu, Kabag Pemberitaan KPK, Ali Fikri memberikan penjelasan soal alasan mngapa ayah dari Mario Dandy itu tak kunjung ditahan.
Ali mengatakan soal penahanan terhadap Rafael Alun hanya tinggal menunggu waktu saja. KEndati sudah menjadi tersangka, tapi KPK masih enggan untuk mengungkapkan identitas tersangka secara resmi.
“Tersangka KPK tidak ada yang tidak ditahan kan? Ini soal waktu saja. Teman-teman sudah tahu konstruksi singkat perkara ini. Penyidikan kami pastikan ada tersangkanya. Namun kami belum bisa sampaikan identitas tersangka dimaksud," ungkap Ali kepada wartawan, dikutip dri Suara.com, Minggu (2/4/2023).
KPK kata Ali akan mengumumkan secara resmi ketika proses penyidikan yang dilakukan mereka dirasa sudah cukup.
"Karena pada saatnya ketika proses penyidikan ini cukup, kami pastikan akan umumkan secara resmi pihak yang ditetapkan tersangka dalam perkara ini," lanjut Ali.
Ali sebelumnya tak menyebutkan nama Rafael Alun Tirsambodo menjadi tersangka secara gambalang. Tapi dirinya cuma memastikan adanya dugaan temuan kejanggal dalam harta kekayaan dari Rafael Alun sudah naik ke tahap penyidikan.
Rafael Alun lantas kalau dirinya diduga menerima gratifikasi berupa uang.
"Ada peristiwa pidana korupsinya kami temukan terkait dengan dugaan korupsi penerimaan sesuatu oleh pemeriksa pajak pada DJP Kemenkeu tahun 2011 sampai 2023," ungkap Ali di gedung KPK, Kamis (30/3) lalu.
Adapun dugaan uang yang diterima oleh Rafael Alun nilai mencapai puluhan miliar.
Menurut Direktur Penyidikan KPK, Asep Guntur menyampaikan soal temuan safe deposit box (SDB) milik Rafael. Dalam isi SDB tersebut ada uang denga isinya mencapai 36 sampai 40 miliar. Hal inilah yang menjadi awal dugaan KPK adanya penerimaan gratifikasi.
"Beberapa perkara itu menjadi pintu masuk perkara utamanya, Karena PPATK mengecek SDB (Rafael) ditemukan Rp 36-40 miliar. Tapi tentunya uang tersebut harus kita telusuri dari mana," ungkap Asep.
Asep secara tegas mengatakan kalau penyifik sudah mengantongi cukup bukti, dalam penyelidikan kepada Rafael Alun Trisambodo.
Tag
Berita Terkait
-
Raffi Ahmad Angkat Bicara soal Hubungan dan Joint Bisnisnya dengan Rafael Alun Trisambodo
-
Menilik Sosok Jeremy di Pusaran Bisnis Gurita Raffi Ahmad, Hingga Heboh Dikaitkan Kasus Rafael Alun Trisambodo
-
Ciri Artis Inisial R Dibeberkan, KPK Dalami Laporan Masuk Dugaan Keterlibatannya Sama Rafael Alun Trisambodo
Terpopuler
- 5 Mobil Murah 3 Baris Under 1500cc tapi Jagoan Tanjakan: Irit Bensin dan Pajak Ramah Rakyat Jelata
- Promo Superindo 17 Maret 2026, Diskon sampai 50 Persen Buah, Minyak hingga Kue Lebaran
- Timur Tengah Memanas, Rencana Terbangkan Ribuan TNI ke Gaza Resmi Ditangguhkan
- 15 Tulisan Kata-kata Unik Mudik Lebaran, Lucu dan Relate untuk Anak Rantau
- Liburan Lebaran ke Luar Negeri Kini Lebih Praktis Tanpa Perlu Repot Tukar Uang
Pilihan
-
Kabar Duka! Pemilik Como 1907 Sekaligus Bos Djarum Meninggal Dunia
-
Hilal Tak Terlihat, Arab Saudi Tetapkan Idul Fitri 2026 Jatuh pada 20 Maret
-
Link Live Streaming Liverpool vs Galatasaray: Pantang Terpeleset The Reds!
-
Israel Klaim Tewaskan Menteri Intelijen Iran Esmaeil Khatib
-
Dipicu Korsleting Listrik, Kebakaran Kalideres Hanguskan 17 Bangunan
Terkini
-
Laka Lantas Meningkat, Lelah dan Lalai Nyalip Jadi Pemicu Utama Kecelakaan saat Mudik 2026
-
Apakah Sebelum Salat Idulfitri Wajib Mandi Keramas?
-
Niat Mudik Malah Tertipu: Kisah Rizal yang Gagal Scan Tiket di Pelabuhan Ciwandan
-
Ini Lokasi Salat Idulfitri Muhammadiyah di Kota Makassar
-
Wafat di Singapura, Owner Kendal Tornado FC Nilai Bos Djarum Pebisnis Favorit
-
Siapa Dalang Teror Air Keras Aktivis KontraS? DPR Desak Bongkar Aktor Intelektual Oknum BAIS TNI
-
Beda Hari, Kekecewaan Muhammadiyah Sukabumi Usai Izin Salat Id di Lapang Merdeka Tak Dikabulkan
-
Bomber Timnas Bulgaria Sudah Gatal Ingin Injak Rumput Stadion GBK
-
Di Balik Pesta Mewah, Lettice Events Ubah Cara Kelola Limbah Makanan Lebih Efektif
-
Harga Termurah! Promo Spesial Idulfitri Khusus Pulau Jawa dari Alfamart