SUARA PEKANBARU - Malam Lailatul Qadar merupakan satu malam yang sangat istimewa, dan disebut malam seribu bulan.
Malam Lailatul Qadar ini, tentunya sangat dinantikan oleh setiap umat Islam di bulan Ramadhan.
Pada malam Lailatul Qadar pun umumnya, banyak orang yang berbondong-bondong untuk melaksanakan ibadah, mulai dari itikaf hingga membaca Alquran.
Hal tersebut tak mengherankan, sebab Lailatul Qadar dikenal sebagai malam yang penuh kemuliaan, dan merupakan waktu diturunkannya Alquran.
Keistimewan Lailatul Qadar pun disebut lebih bagus dibandingkan malam seribu bulan, sebagaimana dalam firman Allah SWT dalam Surat Al-Qadr:
Innaa anzalnaahu fii lailatul qodri
Artinya: "Sesungguhnya Kami telah menurunkannya (Alquran) pada malam kemuliaan".
Namun, tidak diketahui bagaimana ciri-ciri orang yang mendapatkan malam Lailatul Qadar tersebut.
Menurut penceramah asal Cirebon, Buya Yahya bahwa waktu kedatangan malam Lailatul Qadar disembunyikan oleh Allah SWT.
"Yang jelas Lailatul Qadar adalah datang, untuk siapa? untuk siapapun yang merindukannya. Rindu itu bukan dengan lidah. Lailatul Qadar dengan kerinduan di dalam hatimu," kata Buya Yahya, mengutip video kanal YouTube Albahjah TV.
Buya Yahya pun menyebut, jika seseorang memiliki kerinduan yang besar terhadap malam Lailatul Qadar, maka Insya Allah, Allah akan memberikan untuknya.
Hanya saja, Buya Yahya mengatakan, orang-orang yang mengklaim menemukan malam Lailatul Qadar perlu dicurigai.
Buya Yahya kembali menegaskan, bahwa Lailatul Qadar datang tetapi disembunyikan oleh Allah SWT.
"Lailatul qadar disembunyikan oleh Allah, bukan saja di tanggal 23. Makanya, Buya mengimbau hidupan malam-malam (di bulan Ramadhan)," katanya.
"Nabi kalau sudah memasuki 10 akhir bulan Ramadan, membangkitkan keluarganya, menyingsingkan lengan bajunya (agar) lebih semangat dalam beribadah, dan menghidupkan malam-malamnya untuk beribadah," tambah Buya.
Selama ini muncul persepsi, kata Buya Yahya, bahwa malam Lailatul Qadar hanya datang di hari-hari ganjil di bulan Ramadhan.
Namun, Buya Yahya mengimbau, sebaiknya setiap orang memaksimalkan bulan Ramadhan tanpa perlu memilih-milih tanggal.
"Setiap malam, jangan pakai milih. Memang Imam Syafii mengatakan, bahwa malam Lailatul Qadar banyak datang di tanggal 23, tanggal 21, akhirnya yang dipilih hanya 23 tok," kata Buya.
"Makanya, lihat ini termasuk merusak ibadah orang itu," tegas Buya Yahya.
Buya Yahya pun menyarankan agar i'tikaf dilakukan setiap malam. Memang, memilih melakukan i'tikaf hanya di malam ganjil bulan Ramadan tidak salah.
Namun, kata Buya Yahya alangkah lebih baiknya jika seseorang dapat meramaikan masjid di setiap malam di bulan Ramadhan. (*)
Berita Terkait
Terpopuler
- 7 Skema Suami Dwi Sasetyaningtyas Kembalikan Dana Beasiswa LPDP
- Gerbang Polda DIY Dirobohkan Massa Protes Kekerasan Aparat, Demonstran Corat-coret Tembok Markas
- Setahun Andi Sudirman-Fatmawati Pimpin Sulsel, Pengamat: Kinerja Positif dan Tata Kelola Membaik
- Viral Bocah Beragama Kristen Ikut Salat Tarawih 3 Hari Berurut-turut, Celetukannya Bikin Ngakak
- 4 HP Motorola Harga Rp1 Jutaan, Baterai Jumbo hingga 7.000 mAh
Pilihan
-
John Tobing Sang Maestro 'Darah Juang' Berpulang, Ini Kisah di Balik Himne Reformasi
-
Pencipta Lagu 'Darah Juang' John Tobing Meninggal Dunia di RSA UGM
-
Hidup Tak Segampang Itu Ferguso! Ilusi Slow Living di Magelang yang Bikin Perantau Gulung Tikar
-
Hujan Gol, Timnas Indonesia Futsal Putri Ditahan Malaysia 4-4 di Piala AFF Futsal 2026
-
Mandiri Tunas Finance Terancam Sanksi OJK Buntut Debt Collector Tusuk Advokat
Terkini
-
Andritany Geleng-geleng Persija Bisa Menang Lawan MU di Ternate
-
Inspiratif, Kisah Suli dan Komunitas TWS Gagas Bantuan Seumur Hidup untuk Guru Honorer di NTT
-
7 Restoran Sunda Lesehan di Bandar Lampung untuk Buka Bersama Keluarga Besar,
-
Tuding Jalan Berlubang Biang Kerok, Ini 5 Poin Penting Perjuangan Keadilan Warga Banten
-
Gali Lubang Tutup Lubang, Istri Oknum Polisi Tipu Rekanan Rp500 Juta Demi Bayar Rentenir
-
Kronologis Bintang PSG Achraf Hakimi Diseret ke Pengadilan Kasus Dugaan Pemerkosaan
-
Banding Ditolak UEFA, Gianluca Prestianni Absen Lawan Real Madrid di Liga Champions
-
Tak Berhenti di Ibu Tiri, Ayah Kandung NS Kini Dibidik Polisi Atas Dugaan Penelantaran Anak
-
Bawa Bodo/Glimt Kalahkan Inter, Gaji Jens Petter Hauge di Bawah Rata-rata Gaji Pemain Liga 1
-
Rumah Duka Alex Noerdin di Palembang Kian Dipadati Pelayat hingga Larut Malam Terkini