/
Senin, 10 April 2023 | 21:15 WIB
Penceramah asal Cirebon Buya Yahya menjelaskan terkait malam Lailatul Qadar. ((YouTube Al Bahjah TV))

SUARA PEKANBARU - Malam Lailatul Qadar merupakan satu malam yang sangat istimewa, dan disebut malam seribu bulan.

Malam Lailatul Qadar ini, tentunya sangat dinantikan oleh setiap umat Islam di bulan Ramadhan.

Pada malam Lailatul Qadar pun umumnya, banyak orang yang berbondong-bondong untuk melaksanakan ibadah, mulai dari itikaf hingga membaca Alquran.

Hal tersebut tak mengherankan, sebab Lailatul Qadar dikenal sebagai malam yang penuh kemuliaan, dan merupakan waktu diturunkannya Alquran.

Keistimewan Lailatul Qadar pun disebut lebih bagus dibandingkan malam seribu bulan, sebagaimana dalam firman Allah SWT dalam Surat Al-Qadr:

Innaa anzalnaahu fii lailatul qodri

Artinya: "Sesungguhnya Kami telah menurunkannya (Alquran) pada malam kemuliaan".

Namun, tidak diketahui bagaimana ciri-ciri orang yang mendapatkan malam Lailatul Qadar tersebut.

Menurut penceramah asal Cirebon, Buya Yahya bahwa waktu kedatangan malam Lailatul Qadar disembunyikan oleh Allah SWT.

Baca Juga: Firli Bahuri Diduga Bocorkan Penyelidikan Korupsi, Eks Pimpinan KPK: Kalau Gak Ada Kepentingan Ngapain Dia ke Sana?

"Yang jelas Lailatul Qadar adalah datang, untuk siapa? untuk siapapun yang merindukannya. Rindu itu bukan dengan lidah. Lailatul Qadar dengan kerinduan di dalam hatimu," kata Buya Yahya, mengutip video kanal YouTube Albahjah TV.

Buya Yahya pun menyebut, jika seseorang memiliki kerinduan yang besar terhadap malam Lailatul Qadar, maka Insya Allah, Allah akan memberikan untuknya.

Hanya saja, Buya Yahya mengatakan, orang-orang yang mengklaim menemukan malam Lailatul Qadar perlu dicurigai.

Buya Yahya kembali menegaskan, bahwa Lailatul Qadar datang tetapi disembunyikan oleh Allah SWT.

"Lailatul qadar disembunyikan oleh Allah, bukan saja di tanggal 23. Makanya, Buya mengimbau hidupan malam-malam (di bulan Ramadhan)," katanya.

"Nabi kalau sudah memasuki 10 akhir bulan Ramadan, membangkitkan keluarganya, menyingsingkan lengan bajunya (agar) lebih semangat dalam beribadah, dan menghidupkan malam-malamnya untuk beribadah," tambah Buya.

Selama ini muncul persepsi, kata Buya Yahya, bahwa malam Lailatul Qadar hanya datang di hari-hari ganjil di bulan Ramadhan.

Namun, Buya Yahya mengimbau, sebaiknya setiap orang memaksimalkan bulan Ramadhan tanpa perlu memilih-milih tanggal.

"Setiap malam, jangan pakai milih. Memang Imam Syafii mengatakan, bahwa malam Lailatul Qadar banyak datang di tanggal 23, tanggal 21, akhirnya yang dipilih hanya 23 tok," kata Buya.

"Makanya, lihat ini termasuk merusak ibadah orang itu," tegas Buya Yahya.

Buya Yahya pun menyarankan agar i'tikaf dilakukan setiap malam. Memang, memilih melakukan i'tikaf hanya di malam ganjil bulan Ramadan tidak salah.

Namun, kata Buya Yahya alangkah lebih baiknya jika seseorang dapat meramaikan masjid di setiap malam di bulan Ramadhan. (*)

Load More