Prabowo dan Teddy kemudian sepakat lalu bersalaman. Teddy melatih sekitar 4 Kompi tentara.
Namun Prabowo ingin kemampuan mereka ditingkatkan lagi dengan melacak dan menafsir jejak, serta bertahan di alam tropis.
Teddy lalu mengajak 5 orang temannya dari Suku Dayak Kunan untuk mengajari hal itu di Gunung Salak, Jawa Barat. Teddy kerap kali bergaul dengan Suku Dayak itu kala berada di hutan Kalimantan Timur.
Ia sempat diangkat anak oleh salah satu anggota keluarga bangsawan di sana, dan diberi nama Humu.
Selain mengajari melacak jejak kelima orang itu juga menunjukkan ilmu mengayau, salah satu dari orang Dayak tersebut bertanya. "Untuk keperluan apa ilmu mengayau kami ini," kata orang dari Suku Dayak.
Prabowo mengatakan, mengayau musuh negara. "Karena tujuannya berperang, kita harus mengadakan upacara adat terlebih dahulu," katanya.
Akhirnya pelaksanaan upacara segera dilakukan Teddy. Selain itu ia meminta izin kepada kepala Suku Dayak Kunan untuk membawa lima pemuda tersebut ke Timor Timur.
Teddy juga mengajak dua orang tambahan. Ia lalu masuk kembali ke pedalaman di Hulu Sungai Barito dan Mahakam untuk membawa para pengayau diperlukan upacara pemotongan babi dan ayam.
Salah satu rumah telah dikosongkan untuk memfasilitasi acara ini kepala suku memotong ayam. Darahnya ditampung dalam baskom. Ayam itu kemudian diputar-putar, sehingga darah terciprat ke seluruh dalam rumah.
Lalu mulailah pengucapan doa. Warga berteriak. "lakim-lakim," yang berarti sukses, sukses, sukses. Setelah itu mereka makan bersama.
Namun ternyata upacara ini tak berhenti di sini. Sang kepala suku meminta Teddy untuk menginap 3 hari 3 malam di dalam rumah itu seorang diri.
Teddy kaget, karena takut. Tapi tak kuasa menolak. "Masa utusan Prabowo penakut," katanya.
Pada malam pertama Teddy merasa sangat ketakutan. Ia merasa hampir gila. Mentalnya rontok begitu mendengar suara gemuruh air sungai dan angin yang masuk dari dinding kayu.
Suara alam malam itu tampak tak seperti biasanya, begitu bising seakan mengantar makhluk tak kasat mata untuk berkumpul di sekeliling Teddy.
Teddy merasakan kantuk yang tak tertahankan, namun tak bisa tidur dengan tenang karena merasakan seperti ada banyak orang di sekitarnya.
Tag
Berita Terkait
-
4 Manfaat Pijit 'Lato-Lato' untuk Gadis Perawan dan Ibu Menyusui, Remas Pakai Cara Ini, Tampilan Bisa Lebih Indah
-
5 Negara Tak Percaya Tuhan, Alasannya Pilih Seks Bebas, Narkoba, hingga Suntik Mati
-
5 Pria Gagah dan Tajir Pernah 'Mencicipi' Sentuhan Tubuh Luna Maya, Musisi Sudah, Pengusaha Apalagi
-
7 Aksi Maling Bikin Emosi, Dihantam Balok, Pelaku Sangat Nekat Beraksi di Siang Hari dan Berakhir seperti Ini
Terpopuler
- 6 Mobil 7 Seater yang Jarang Rewel untuk Jangka Panjang, Solusi Cerdas Keluarga
- Appi Sambangi Satu Per Satu Kediaman Tiga Mantan Wali Kota Makassar
- Ibu-Ibu Baku Hantam di Tengah Khotbah Idulfitri, Diduga Dipicu Masa Lalu
- Pakai Paspor Belanda saat Perpanjang Kontrak 2025, Status WNI Dean James Bisa Gugur?
- Pajaknya Nggak Bikin Sengsara: Cek 5 Mobil Bekas Bandel di Bawah 70 Juta untuk Pemula
Pilihan
-
Yaqut Kembali Ditahan di Rutan KPK
-
Dean James Masih Terdaftar sebagai Warga Negara Belanda
-
Diskon Tarif Tol 30 Persen Arus Balik: Jadwal, Tanggal dan Rute Lengkap
-
Ironi Hari Air Sedunia: Ketika Air yang Melimpah Justru Menjadi Kemewahan
-
Rudal Iran Hantam Dekat Fasilitas Nuklir Israel, 100 Orang Jadi Korban
Terkini
-
Pemerintah Prioritaskan Sekolah Tatap Muka, Menko PMK: Hindari Learning Loss
-
Renungan Jujur Pasca Lebaran: Euforia Usai, Makna Apa yang Tertinggal?
-
Kenaikan Suhu Bumi Melonjak 75 Persen, Sinyal Bahaya atau Fluktuasi Jangka Pendek?
-
Nekat Bawa 18 Nyawa! Tragedi Gagal Nyalip Bus di Pangandaran Renggut Nyawa Nadila
-
Kabar Duka, Ibu Gilga Sahid Meninggal Dunia
-
5 Item Terlangka di Roblox 2026 yang Jadi Incaran Para Kolektor
-
Update Harga iPhone Terbaru Maret 2026, Ada Kenaikan Capai Rp1 Jutaan
-
OJK Bakal Awasi Bank yang Kasih Dividen Jumbo
-
Double Podium di MotoGP Brasil 2026, Jorge Martin Telah Kembali!
-
Ini Strategi Polres Bekasi Tekan Angka Pencurian Rumah Kosong saat Lebaran