SUARA PEKANBARU - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau dikabarkan menutup jalur distribusi pasokan ternak dari Provinsi Kepulauan Riau (Kepri).
Penutupan jalur distribusi pasokan hewan ternak ini, dilakukan untuk mencegah virus flu babi Afrika atau African Swine Fever (ASF).
Keputusan itu diambil Pemprov Riau usai mendengar kabar terkait wabah virus flu babi Afrika atau ASF, yang menghantam peternakan babi di Batam, Kepri.
"(Berkaitan dengan wabah) ASF, sampai saat ini kami masih menutup pemasukan ternak dari provinsi yang sedang (terserang) wabah, yaitu Kepri," kata Faralinda Sari, Minggu (28/5/2023).
Faralinda menerangkan, bahwa Dinas PKH Riau pun telah meningkatkan pengawasan lalu lintas ternak yang masuk ke Riau.
"Seluruh ternak yang berlalu lintas ke Riau harus melengkapi dokumen, Surat Keterangan Kesehatan Hewan (SKKH) uji lab, rekomendasi pemasukan, dan semua harus diurus di DPMPTSP Riau," katanya.
Sebagai informasi, virus flu babi Afrika adalah jenis virus yang menyebabkan penyakit demam babi Afrika.
Virus ini unik, karena merupakan satu-satunya spesies dalam famili Asfarviridae, dan genus Asfivirus.
Dalam sistem klasifikasi Baltimore, virus ini tergolong dalam grup I, yang menandakan virus ini memiliki genom DNA dengan untai ganda. (*/ANTARA)
Baca Juga: Tak Hanya Menyenangkan, Ini 4 Manfaat Liburan bagi Kesehatan Mental
Berita Terkait
Terpopuler
- Dicukur Timnas Indonesia 5-1, Pemain Naturalisasi Kamboja Jadi Sasaran Kemarahan Fans
- 7 HP Murah Spesifikasi Terbaik di Bawah Rp2 Juta, Kamera 108 MP hingga NFC
- Bukan Sekadar Urusan Nasi Uduk di Matraman, 'Waspada Skenario Kerusuhan Agustus 2026'
- 4 Serum Wardah untuk Mengecilkan Pori, Kulit Halus dan Mulus Bertahap
- Nasib Berubah, Ini 4 Shio yang Panen Keberuntungan dan Rezeki pada 29 Juli 2026
Pilihan
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
-
Dicecar 23 Pertanyaan Penyidik KPK, Ini Kata Plt Bupati Sukoharjo
-
Cuma Sisa Rp200 Juta! Perampok Rp1,2 Miliar di Kalideres Diciduk Usai Habiskan 1 M Dalam 8 Hari
-
Survei SMRC Juli 2026: Elektabilitas Prabowo Anjlok Drastis, Disalip Dedi Mulyadi
-
Malaysia Dikit Lagi Resmi Berstatus Negara Maju, Pendapatan Warga Rp 250 Juta per Tahun
Terkini
-
BI Luncurkan Layanan Baru Penukaran Uang Rusak, Warga Sumsel Kini Punya Lebih Banyak Pilihan
-
Dicap Menteri Problematik, Menhut Raja Juli Dikecam Usai Prioritaskan Hutan untuk TNI
-
Tol Akses Patimban Capai 68 Persen, Pemerintah Kebut Konektivitas ke Pelabuhan Strategis Nasional
-
Metodologi Audit BPKP Dinilai Tak Konsisten, Pakar Desak Evaluasi Total
-
Ada Jejaring Kolektif, Pakar Ungkap Kekayaan Negara Bocor Puluhan Tahun ke Kantong Pribadi
-
Truk Hantam Motor Scoopy di Cileungsi, Penjaga Warung Madura Tutup Usia di Tempat?
-
Perempuan Kini Tak Hanya Menabung, Tapi Juga Mulai Memilih Investasi yang Berdampak
-
Stop Jadi Beban Jalanan, Jasa Raharja-Korlantas Polri Perangi Budaya Melawan Arus
-
Industri Hiburan Indonesia Naik Kelas, Teknologi Jadi Senjata Baru di Balik Pengalaman Spektakuler
-
Bale by BTN Permudah Masyarakat Miliki Rumah Lewat Kolaborasi dengan Rumah123