SUARA PEKANBARU - SFA siswi SMP 1 Negeri Jambi yang kritik Pemkot Jambi bantah ucapan Kemenko Polhukam RI, Mahfud MD yang menuduh dirinya "fitnah polisi".
Pasalnya pernyataan Mahfud MD diungkap melalui salah satu media massa berada di Gedung Kementerian Keuangan pada Selasa (6/6/2023).
"Anak yang dilaporkan memang bersalah. Dia sudah minta maaf, karena emosi memfitnah kantor polisi," kata Mahfud MD.
Kutipannya membuat SFA klarifikasi melalui unggahan akun TikTok @fadiyahalkaff pada Kamis (8/6/2023) yang merasa dirinya tidak pernah mengatakan hal seperti itu.
"Mohon izin saya menyampaikan atas dasar keterangan dari Bapak Menkumham RI, Bapak Mahfud MD. Yang mengatakan di stag media massa pada Selasa tanggal 6 Juni 2023," ungkap SFA.
"Yang berbunyi di antaranya saya bersalah emosi memfitnah kantor polisi," tambahnya.
SFA mempertanyakan ke Mahfud MD mendapatkan sumber darimana yang menyebut dirinya sudah fitnah kantor kepolisian.
"Saya tidak tahu bersumber darimana," tegas siswi SMP itu.
"Di sini dapat saya jelaskan dan saya klarifikasi bahwa saya tidak pernah sama sekali mengatakan baik secara langsung maupun di akun video TikTok memfitnah kantor polisi," paparnya.
Baca Juga: Keistimewaan The Juilliard School, Kampus Impian Putri Ariani AGT
Dari semua video yang diunggah melalui akun TikTok miliknya untuk mengkritik Pemkot Jambi, terutama ke Wali Kota Jambi, Syarif Fasha.
"Saya hanya mengkritik Instansi Pemkot Jambi dengan perkataan tidak baik tidak dapat ditiru, karena saya seorang pelajar," bebernya.
Walaupun cara mengkritik SFA mengeluarkan perkataan yang tidak pantas ke Pemkot Jambi sebagai "kerajaan Fir'aun" membuat ia dilaporkan atas pelanggaran UU ITE.
"Dikarenakan saya dalam keadaan emosi tidak dapat saya kontrol dari pernyataan Pemkot Jambi tentang poin yang saya anggap tidak semuanya benar atau hoaks," tuturnya.
Sejak mengkritik Syarif Fasha pada Senin (1/5/2023), SFA hanya memperjuangkan hak nenek Hafsah yang rumahnya jadi korban keserakahan Pemkot Jambi.
Lantaran mengizinkan perusahaan dari China beroperasi di sana menyebabkan mobil bertonase besar, membuat rumahnya nenek Hafsah jadi korban.
"Saya mempunyai bukti data-data itu semata-mata memperjuangkan hak-hak nenek saya sebagai pejuang kemerdekaan RI yang diambil hak kemerdekaannya," pungkasnya.
SFA membuat video melalui TikTok-nya karena laporan yang dilayangkan nenek Hafsah tidak pernah digubris oleh Pemkot Jambi.
Selain itu, karena SFA dianggap melanggar UU ITE, pengacara Hotman Paris tentunya akan mengawal keamanan untuk siswi SMP itu.(*)
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Bedak Tabur atau Bedak Padat Dulu? Panduan Makeup Flawless Tahan Lama
- 4 Sabun Cuci Muka yang Bagus untuk Memutihkan Sesuai Review Pembeli
- 4 Shio yang Menarik Keberuntungan 12 Juli 2026, Masa Sulit Diprediksi Berakhir
- Aisyah Zakkiyah, Komisaris Baru PTPP yang Viral Punya Gaji dan Tunjangan Miliaran
- Bedak Tabur Apa yang Bikin Glowing dan Tahan Lama? Ini 5 Rekomendasi sesuai Review dan Harga
Pilihan
-
Hari Pertama Sekolah Mencekam! SDN Srengseng Sawah 15 Diteror Bom, Gegana dan Densus 88 Turun Tangan
-
Iran Luncurkan Serangan Balasan ke Amerika, Serbuan Drone Meluncur
-
Garda Revolusi Iran Tutup Lagi Selat Hormuz Sampai Batas Waktu Tak Ditentukan
-
Jadi Tersangka Bareng Eks Jampidsus Febrie, Don Ritto Sudah Ditahan di Rutan Polda Metro Jaya
-
Polri Tetapkan Febrie Adriansyah dan DR Tersangka Kasus Dugaan Korupsi serta TPPU
Terkini
-
Cedera Lagi, Mauro Zijlstra Tinggalkan TC Timnas Indonesia, Dipastikan Absen di Piala AFF 2026
-
Apa Itu Kacamata Photocromic? Cek 3 Rekomendasi Terlaris di Shopee dengan Review Jujur
-
Eks Jampidsus Febrie Adriansyah Dicekal ke Luar Negeri Usai Jadi Tersangka Korupsi-TPPU
-
Misi Juara Piala Asia 2027, Timnas Iran Perpanjang Kontrak Amir Ghalenoei
-
Biaya Haji 2027 Diusulkan Naik, Mengapa DPR Menolak APBN Menanggung Ongkos Jemaah?
-
ASUS Resmi Rilis Kontroler ROG Raikiri II Pro PC untuk Gamer Kompetitif
-
3 Body Scrub yang Ampuh Memutihkan Kulit Sesuai Review Pembeli
-
Skandal KUR BNI, Kejati Ungkap Korupsi Rp41,48 Miliar Libatkan 900 Petani Fiktif
-
IRGC Iran: Operasi Pembalasan ke Amerika Akan Terus Berlanjut
-
Prabowo Harus Turun Tangan! Minta KPK Ambil Alih Kasus Febrie Demi Selamatkan Sistem Hukum