SUARA PEKANBARU - Kabar Norizam Tukiman mengumumkan pemindahan pemilik klub PSPS Riau. Membuat suporter tim Askar Bertuah rapat dengan Pemko Pekanbaru.
Hal ini sebelumnya diketahui berasal dari informasi makabola mengutip pernyataan Zamsaham di Facebook.
"Saya Norizam Tukiman dengan ini menyatakan bahwa PSPS Riau FC sudah berpindah tangan, dan orang yang akan menangani adalah orang yang tepat untuk meneruskan mimpi saya," tulisan Zamsaham.
Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru menerima perwakilan suporter dari PSPS Riau di Kantor Wali Kota Pekanbaru, pada Senin (12/6/2023).
Sebagai suporter setianya, mereka cemas Norizam menjual saham PSPS Riau ke orang tidak dikenal. Membuat aliansi pendukung Askar Bertuah menunjukkan integritasnya.
"Fakta integritas seluruh supporter dalam komitmen bersama demi menjunjung tinggi nama Askar Bertuah di bumi melayu," tulis Curva Nord 1955 di Instagram.
Aliansi suporter PSPS Riau memberikan secarik kertas. Sebagai bukti integritasnya terdapat 10 poin yang harus ditandatangani Pemko Pekanbaru.
10 Poin Integritas Suporter PSPS Riau Ditandatangani Pemko Pekanbaru
Dikutip Suara Pekanbaru dari Instagram @muflihun.sstp.map, Wali Kota Pekanbaru, Muflihun mengerti keresahan suporter setelah PSPS Riau dijual.
"Hilir mudik pemberitaan tim kesayangan Pekanbaru yaitu PSPS Riau. Banyak yang mempertanyakan nasib dari tim kebanggaan kita bersama," tulis Muflihun.
Baca Juga: Yuni Shara Dukung Kehadiran Vexanium untuk Transparansi dan Perlindungan buat Karya Seni
Muflihun membenarkan Norizam menjual saham PSPS Riau. Banyak yang menduga kalau mantan pemilik tim kebanggaan Pekanbaru itu akan mengurus Kelantan FC.
"Hari ini saya di depan suporter PSPS Riau dengan tegas menyatakan bahwa benar adanya Bapak Norizam Tukiman selaku pemilik PSPS sebelumnya sudah melepas seluruh sahamnya," tulis Muflihun.
Sampai saat ini, pemilik yang membeli saham PSPS Riau masih jadi misteri. Pihak Pemko Pekanbaru pun juga belum mengetahui siapa sosok tersebut.
"Sampai detik ini saya belum bisa memastikan apakah 100 persen PSPS akan bermarkas di Pekanbaru, tentunya ada sedikit kecemasan bagi investor baru yang memang profesional di kancah sepakbola Indonesia," papar Muflihun.
Kita tahu jika sahamnya dibeli, bisa saja berganti nama dan akan berpindah markas di daerah lain. Seperti contoh saham Pelita Jaya dibeli Madura United.
Faktor tersebut yang menimbulkan kecemasan Curva Nord 1955 dan penghuni tribun lainnya, karena bisa menghilangkan sejarah nama PSPS Riau.
10 poin yang akan dipatuhi dan didukung aliansi suporter Askar Bertuah. Akhirnya ditandatangani oleh Wali Kota Pekanbaru.
"Insya Allah, komitmen ini akan menjadi landasan besar kita mengarungi perjalanan tim ini bersama-sama," pungkas Wali Kota Pekanbaru.(*)
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Aliansi BEM Bersatu: Mobil Fortuner Tiyo Ardianto Tercatat Milik Adik Letjen Purn Setyo Sularso
- Jadwal Pemadaman Listrik PLN Kamis 18 Juni 2026 Wilayah Jogja Jateng, Cek Daftar Lokasinya
- 6 Sepatu Adidas Samba Lagi Diskon 50 Persen di Website Resmi, Kesempatan Langka Separuh Harga
- Struktur Kuno Muncul Kembali di Sendang Kamulyan Trenggalek
- 7 Sunscreen Flek Hitam untuk Usia 50 Tahun ke Atas sesuai Review dan Harga
Pilihan
-
Kejagung Tetapkan Glory Harimas Sihombing Tersangka, Dugaan Jual Beli Titik Dapur MBG Terungkap
-
Wamensesneg Terluka Kena Batu, Kivlan Zen Berdarah Saat Eksekusi Hotel Sultan GBK Ricuh
-
Ketegangan Memuncak di Hotel Sultan: Eksekusi Lahan Jadi Arena Perlawanan
-
'Sempurna Hanya Milik Allah!' Massa Gelar Aksi Damai Minta MBG Lanjut dan Sikat Koruptornya!
-
Link Live Streaming Portugal vs Kongo: Panggung Sesungguhnya CR7?
Terkini
-
Tiket MotoGP Mandalika 2026 Resmi Dijual, Indonesia Sambut Ajang Balap Kelas Dunia Kelima Kalinya
-
Luke Vickery dan Mitchell Baker Jadi WNI, PSSI Tancap Gas Kejar Juara AFF 2026
-
Ratusan Mahasiswa Kalbar Gelar Aksi di Digulis, Bawa 16 Tuntutan untuk Pemerintah
-
Kejagung Tetapkan Glory Harimas Sihombing Tersangka, Dugaan Jual Beli Titik Dapur MBG Terungkap
-
Temui Mahasiswa Demo di Pontianak, DPRD Kalbar: Koruptor Makan Gratis Layak Dihukum Mati
-
Harga Minyak Dunia Turun, Pemerintah Jelaskan Alasan Pertamax Belum Ikut Murah
-
Sony Sonjaya Ungkap Peran Nanik S Deyang Dalam Perkara Dugaan Korupsi MBG
-
Sony Sonjaya 'Bernyanyi', Dugaan Pengadaan CCTV Rp300 Miliar Muncul di Kasus MBG
-
Jadi Korban Hanania Grup, Uang Muka Haji Plus Davina Karamoy 10.000 USD Terancam Hangus
-
Kursi Dirut PLN Digoyang Isu Reshuffle, Danantara Beri Sinyal RUPSLB Digelar!