/
Kamis, 22 Juni 2023 | 19:18 WIB
Ilustrasi orang tua murid di Pekanbaru saat mengambil rapot anaknya jelang libur sekolah. (Antara/Adeng Bustomi)

SUARA PEKANBARU - Masalah adanya grup WhatsApp siswa SD melakukan LGBT di Kota Pekanbaru masih jadi perhatian serius bagi orang tua murid dan pemerintah.

Walaupun sebelumnya grup WhatsApp untuk Lesbian, Gay, Biseksual, dan Transgender (LGBT) dikonfirmasi hoaks oleh Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Pekanbaru, Abdul Jamal.

Namun Abdul Jamal tampaknya akan terus mencegah agar kejadian tersebut tidak pernah terjadi di Provinsi Riau, terutama di Kota Pekanbaru.

Dilansir Suara Pekanbaru dari kanal resmi Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau, Kamis (22/6/2023) menyampaikan perhatian khusus dari Kadisdik Pekanbaru.

Pasalnya masa libur sekolah akan tiba setelah menyelesaikan kegiatan belajar di sekolah dan rencananya pembagian rapot dilakukan pada Sabtu (24/6/2023).

Diketahui, jadwal libur sekolah disampaikan Abdul Jamal untuk tingkat taman kanak-kanak (TK) sampai Sekolah Menengah Pertama (SMP) dari Senin (26/6/2023)-Senin (10/7/2023).

"Karena tahun ajaran baru itu dimulai 10 Juli (2023). Jadi ada sekitaran 2 minggu (libur sekolah)," ungkap Abdul Jamal.

Tujuannya untuk tidak menghambat proses penerimaan siswa baru dan meluangkan untuk menghilangkan pikiran yang penat bagi para siswa.

"Anak-anak kita liburkan karena sekolah juga akan melakukan penerimaan peserta didik baru," ujarnya.

Baca Juga: Viral Wanita Tak Mau Turun dari Motor saat Hendak Isi BBM, Endingnya Bikin Malu

Ketika liburan nanti, Abdul Jamal berharap orang tua para murid tetap mengawasi anaknya dengan benar. Sebab, permasalahan di Kota Pekanbaru jadi bahan perbincangan publik.

Termasuk adanya kecenderungan untuk mengonsumsi minuman keras dan narkoba yang tidak diharuskan dan dihindarkan oleh siswa. Apalagi maraknya kejahatan saat ini jadi perhatian serius.

"Karena memang sekarang ini tingkat persoalan gangguan di Pekanbaru ini yang pertama itu kita lihat, ada begal," jelasnya.

"Kemudian narkoba, minum-minuman keras baru setahap itu. Makanya kita wanti-wanti terhadap orang tuanya supaya mengawasi anaknya selama dua minggu nanti," sambungnya.

Jamal menutupkan, semasa libur sekolah selama dua minggu pihak sekolah sebaiknya jangan memberikan tugas demi tidak mengganggu liburan mereka.(*)

Load More