SUARA PEKANBARU - Ketua Komisi I DPRD Riau, Eddy M. Yatim mengatakan, pihaknya sedang menyusun aturan teknis penunjukan Pj Gubernur Riau.
Menyusul masa jabatan Gubernur Riau, Syamsuar akan segera berakhir pada tahun 2023 ini.
Berdasarkan Permendagri Nomor 04 Tahun 2023, nama-nama Pj Gubernur Riau bisa diusulkan oleh DPRD bersama Kementerian Dalam Negeri.
Untuk itu, dikatakan Eddy, diperlukan petunjuk teknis yang mengatur penunjukan Pj Gubernur Riau tersebut.
"Kalau untuk Pj Gubernur bisa usulan dari DPRD dan Kemendagri. Sekarang sedang disusun, karena produk yang keluar DPRD ini kan juga melalui tatib (tata tertib), soal teknisnya, tentunya persyaratan tetap mengaku pada ketentuan pusat," kata Eddy.
Dia menerangkan, persyaratan yang sudah ditentukan kementerian bahwa usulan Pj Gubernur merupakan pejabat Eselon I.
Sedangkan, di Riau dua orang pejabat Eselon I, yakni Sekretaris Daerah (Sekda), dan Rektor Universitas Riau.
"Harus pejabat struktural pemerintahan. Di kementerian banyak pejabat Eselon I," kata Eddy.
Eddy menambahkan dibukanya ruang bagi DPRD untuk mengusulkan Pj Gubernur, karena legislator merupakan representasi masyarakat Riau.
Baca Juga: Tas Disambar Jambret hingga Jatuh dari Motor, Faroq Ditemukan Tergeletak Penuh Darah di Pancoran
"Konsepnya ruang itu dibuka, bahwa ada suara masyarakat bukan ujug-ujug partai yang mengajukan. Tak bisa seperti itu. Kami berharap ini tidak terjadi seperti di Aceh. Di sana, menolak Pj Gubernur yang ditunjuk, tak sesuai dengan keinginan masyarakat," katanya.
Intinya, dikatakan Eddy, penunjukan Pj Gubernur harus mengakomodir harapan masyarakat, dan disetujui oleh pusat. Meskipun keputusan akhirnya tetap berada di tangan pusat.
"Nanti ada tim penilai akhir di kementerian yang meliputi Setneg, dan Kemendagri. Mereka inilah yang menilai siapa sosok yang layak sesuai persyaratan," kata Eddy.
Terkait kriteria yang akan diajukan DPRD, dia mengatakan, pihaknya meminta masukan dari sejumlah tokoh masyarakat, ulama dan pihak lainnya.
"Sehingga tidak otomatis tiba-tiba ada. Intinya, orang yang paham dengan Riau, dan paham apa yang dibutuhkan Riau dalam konteks pembangunan ke depan," kata Eddy.
"Perkiraan kami harus sudah dipersiapkan sebelum Oktober. Karena nanti syarat ini kita keluarkan ketika surat dari Kemendagri sebelum menjelang hari H, dan di situ kami sudah jadi tak gegabah. Minimal sudah ada nama-nama yang muncul," tambahnya. (*/ANTARA)
Berita Terkait
Terpopuler
- DPR akan Panggil Kajari Batam Buntut Tuntutan Mati ABK Pembawa 2 Ton Sabu, Ada Apa?
- Mahasiswi Tergeletak Bersimbah Darah Dibacok Mahasiswa di UIN Suska Riau
- 6 Fakta Mencekam Pembacokan di UIN Suska Riau: Pelaku Sempat Sandera Korban di Ruang Seminar
- Viral Bocah Beragama Kristen Ikut Salat Tarawih 3 Hari Berurut-turut, Celetukannya Bikin Ngakak
- Habiburokhman Ngamuk di DPR, Perwakilan Pengembang Klaster Vasana Diusir Paksa Saat Rapat di Senayan
Pilihan
-
Update Kuota PINTAR BI Wilayah Jawa dan Luar Jawa untuk Penukaran Uang
-
Jenazah Alex Noerdin Disalatkan di Masjid Agung Palembang, Ini Suasana Lengkapnya
-
John Tobing Sang Maestro 'Darah Juang' Berpulang, Ini Kisah di Balik Himne Reformasi
-
Pencipta Lagu 'Darah Juang' John Tobing Meninggal Dunia di RSA UGM
-
Hidup Tak Segampang Itu Ferguso! Ilusi Slow Living di Magelang yang Bikin Perantau Gulung Tikar
Terkini
-
Kecewa Tak Ditemui Kapolri, BEM UI dan Aliansi Mahasiswa Ancam Gelar Aksi Lebih Besar
-
Hasil Drawing 16 Besar Liga Champions: Man City vs Real Madrid, Chelsea Tantang PSG
-
Hukuman Pelaku atau Perbaikan Sistem? Menolak Narasi "Oknum" yang Berulang
-
THR Karyawan Swasta Kapan Cair? Begini Mekanisme dan Jadwal Pencairannya
-
Diskon Besar hingga Transportasi Gratis! Ini Fasilitas Mudik ke Jakarta yang Ditawarkan Pemprov DKI
-
BLACKPINK Bawa Pesan Keberanian dan Persatuan di Comeback Lagu Terbaru, Go
-
Amnesty International Anggap Tuntutan Jaksa Terhadap Delpedro Cs Sebagai Operasi Pembungkaman Kritik
-
Yamaha Racing Indonesia Rilis Formasi Pembalap 2026 Demi Target Juara Dunia
-
Antara Idealisme dan Uang: Realita Pembajakan Buku dalam Selamat Tinggal
-
2 Kejanggalan Sikap Ayah Bocah di Sukabumi yang Meninggal Disiksa Ibu Tiri, Apa Itu?