SUARA PEKANBARU - Menteri Perhubungan (Menhub), Budi Karya Sumadi sudah menjalani pemeriksaan di Gedung Dewas Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) atau C1 KPK, Jakarta Selatan pada Rabu (26/7/2023).
Pemeriksaan yang dilakukan KPK terhadap Budi Karya berstatus sebagai saksi adanya dugaan suap.
Kasus suap tersebut terjadi diduga di lingkungan proyek pembangunan di Direktorat Jenderal Perkeretaapian Kementerian Perhubungan (Kemenhub).
Hal ini membuat Budi Karya hadir untuk menjadi saksi dan cerita kepada KPK.
"Hari ini saya telah hadir sebagai saksi korupsi dari perkeretaapian," kata Budi Karya.
Meski menjadi saksi, ia sangat bangga karena kehadirannya sebagai dukungan dari pihaknya untuk membantu kinerja KPK menyelidiki korupsi di Kemenhub.
"Terima kasih kepada KPK yang telah melakukan dengan konsisten dan dengan upaya ini Insya Allah KPK dan kami turut serta menghilangkan korupsi di Indonesia," papar Menhub itu.
Untuk hasil lebih lanjutnya, Budi Karya tidak ingin membeberkannya. Ia menyarankan agar para wartawan bisa bertanya kepada pihak KPK.
"Hal-hal lain yang berkaitan dengan pemeriksaan tadi bisa disampaikan dengan pemeriksa (KPK)," beber Budi Karya.
Baca Juga: Datangi Agen dan Pangkalan, Mas Dhito Larang Peternak Gunakan Elpiji Melon
Diketahui, pemeriksaan Budi Karya sebagai saksi berlangsung selama 10 jam. Dimulai dari pukul 7.24 WIB dan baru selesai pada pukul 17.30 WIB.
Hasil dari pemeriksaan tersebut, KPK tentunya menyatakan ada sekitar 10-25 orang yang ditetapkan sebagai tersangka korupsi.(*)
Berita Terkait
Terpopuler
- Honor X7d Resmi Meluncur di Indonesia, HP Tangguh 512GB, Baterai Awet 6500mAh, Harga Rp4 Jutaan
- 7 Parfum Tahan Lama di Indomaret, Wangi Mewah tapi Harga Ramah
- Anggota DPR Habiburokhman sampai Turun Tangan Komentari Kasus Erin Taulany vs eks ART
- 5 Cushion Anti Longsor 24 Jam, Makeup Tahan Lama Meski Cuaca Panas
- 8 Sepatu Skechers yang Diskon di MAPCLUB, Bisa Hemat hingga Rp700 Ribu
Pilihan
-
Eks Wamenaker Noel Ebenezer Dituntut 5 Tahun Penjara!
-
'Desa Nggak Pakai Dolar' Prabowo Dikritik: Realita Pahit di Dapur Rakyat Saat Rupiah Tembus Rp17.600
-
Babak Baru The Blues: Menanti Sihir Xabi Alonso di Tengah Badai Pasang Surut Karirnya
-
Maut di Perlintasan! Kereta Hantam Bus di Bangkok hingga Terbakar, 8 Orang Tewas
-
Setahun Menggantung, Begini Nasib PSEL di Kota Tangsel: Pilih Mandiri, Tolak Aglomerasi
Terkini
-
Fakta Sidang Isbat: Kenapa Idul Adha Bisa Kompak tapi Idul Fitri Beda Hari?
-
Kasus Penembakan TNI di THM Panhead Masuk Tahap Baru, Sertu MRR Hadapi Oditurat Militer
-
Xabi Alonso Bawa Gerbong Staf Pelatih dari Real Madrid ke Chelsea, Siapa Saja?
-
Israel Bajak Global Sumud Flotila di Laut Internasional, Netanyahu Bangga Tangkap Aktivis Gaza
-
Profil Ahmad Bahar, Penulis 'Gibran The Next President' yang Rumahnya Digeruduk GRIB Jaya
-
The Horse and His Boy, Novel Fantasi Klasik Sarat Makna Kehidupan
-
Menhan Sjafrie: Seluruh Kabupaten di Jawa Dikawal Batalyon Infanteri Teritorial Pembangunan di 2026
-
Kisah Kelam Teh Sarah Terjebak Pesugihan Gunung Kawi
-
Menhan Sjafrie: Misi Kemanusiaan Gaza Tertunda Akibat Konflik AS - Iran
-
LPSK Pasang Badan, Lindungi PRT di Jaksel yang Diduga Dianiaya dan Dilaporkan Balik Majikan