SUARA PEKANBARU - Putri Pinkan Mambo atau MA kembali angkat bicara soal kekerasan seksual yang dilakukan ayah tirinya, Steve Wantania.
Remaja berusia 17 tahun tersebut secara terus terang mengaku sudah diperkosa saat masih berusia 12 tahun.
"Mungkin sudah bisa dibilang termasuk perkosa. Iya, sebesar itu beritanya," kata MA, ditemui di kawasan Kebayoran Lama, Jakarta Selatan.
Ia menegaskan kekerasan seksual yang dialaminya tak hanya terjadi dalam hitungan bulan, melainkan terus berlanjut sejak 2018 sampai dua tahun berikutnya.
"Ya, itu terjadi 2018 sampai 2021. Dan itu informasi bukan terjadi lima bulan doang, ya. (Tetapi) seterusnya sampai dua tahun," katanya.
MA pun membenarkan bahwa dirinya memang sudah di tahap diperkosa oleh ayah tiri, yang merupakan suami Pinkan Mambo.
Mulanya, ia hanya dilecehkan, lama kelamaan kelakuan ayah tiri semakin parah hingga akhirnya melakukan aksi bejat tersebut.
"Iya, perlakuan dia dari kecil-kecil sampai melebar, dan makin parah," katanya.
Steve kemudian dilaporkan oleh ayah kandung MA pada 2021 lalu. Sekarang ini, pelaku sedang menjalani masa kurungan.
Baca Juga: Yaya Sunarya Beberkan Kunci Kemenangan Dramatis Persib Bandung di Markas Persik Kediri
"Sudah sampai pengadilan juga, sudah dipenjara orangnya," kata MA.
Sebelumnya, MA secara tetiba membuat pengakuan, bahwa dirinya sudah dilecehkan oleh ayah tiri yang merupakan suami Pinkan Mambo sekarang ini.
Saat kejadian itu, MA mengaku tak mendapatkan pembelaan dari sang ibu. Pinkan Mambo malah menertawakan, dan menyalahkan sang anak yang tidak bisa menjaga diri. (*)
Tag
Berita Terkait
-
MA Putri Pinkan Mambo Alami Kekerasan Seksual dari Ayah Tiri Selama 2 Tahun: Dari yang Kecil-Kecil sampai Parah
-
Disalahkan Saat Alami Kekerasan Seksual dari Ayah Tiri, MA Minta Pinkan Mambo Sadar
-
Penjelasan Polisi soal Perkara Deasy Natalia Ngaku Korban KDRT-Anak Dilecehkan, Benarkah Laporannya Tidak Diproses?
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Ikuti Jejak Hotel Sultan, Otto Hasibuan Diminta Ikhlas Lepas Lapangan Golf Ottolima ke Negara
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
Pilihan
-
Program Ayah Ambil Rapor Tuai Dilema, Anak Yatim hingga Buruh Harian Punya Cerita Berbeda
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
Pameran Foto "Perisai Tunas" Soroti Perlindungan Anak di Ruang Digital
-
Nasib Ratusan Siswa SMA di Sumsel Terancam, Ombudsman Temukan Dugaan Pelanggaran SPMB
-
BI Sumsel Perkuat Pariwisata dan Ekonomi Digital Lewat Gemilang Palembang Raya x DKG 2026
-
AFC Ajax Boyong Marc-Andre ter Stegen, Maarten Paes Dibuang?
-
Duka Mendalam Klub Juara Liga Champions untuk Korban Gempa Venezuela
-
Mengapa Dokumen WDP Jadi WTP Dicari KPK? Fakta Baru dari Penggeledahan BPK Sumsel
-
3 Manajer KDMP-KNMP Meninggal, Amnesty Desak Latsarmil Dihentikan
-
Gempa Besar Venezuela: Ribuan Orang Hilang Dampaknya Sampai Sejauh 1700 Km
-
Sore di Pantai, Berburu Produk Lokal hingga Menikmati Musik di WKND Market PIK2
-
Sudah Bayar Rp128 Juta, Rumah Tak Kunjung Dibangun, Konsumen Lapor Polda Sumsel