SUARA PEKANBARU - Seorang siswi SMA di Tapanuli Tengah menjadi korban pemerkosaan oleh 10 pria. Sembilan pelaku telah ditangkap, satu lagi masih dalam pencarian.
Korban awalnya diajak jalan-jalan oleh ARS pada Sabtu (15/7) dini hari. Korban dibawa ke rumah ARS di Kecamatan Pandan.
Di sana, korban diperkosa oleh ARS. Kemudian, pelaku lainnya datang bergiliran untuk melakukan perbuatan tercela.
Pada Senin (17/7), korban bersama temannya mencoba menghadap pelaku lain, ARH, untuk mendapatkan kembali handphone miliknya.
Mereka disuruh pergi ke rumah pelaku lain, ASL. Di sana, korban diserang oleh 6 pelaku lainnya dan diperkosa secara bergantian.
Korban akhirnya menceritakan kejadian ini kepada orang tuanya pada Senin (17/7). Polisi melakukan penyelidikan dan menangkap 9 pelaku, sementara satu pelaku masih dalam daftar pencarian orang (DPO).
Para pelaku dihadapkan pada Pasal 81 ayat (3) Junto Pasal 76D Subsider Pasal 62 Ayat (2) Junto Pasal 76E Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2016 tentang perlindungan anak, dengan ancaman hukuman 5 hingga 15 tahun penjara.
"Korban lalu menghubungi ARS dengan menggunakan handphone temannya CSIS dan diangkat oleh pelaku ARS," kata Kepala Kepolisian Resor Tapanuli Tengah, AKBP Basa Emden Banjarnahor.
"Kemudian korban menyuruh ARS untuk menjemput korban ke daerah Sibuluan. Rencananya korban mau meminta HP," sambung Basa.
"Kemudian ARS datang menjumpai korban dan mengatakan bahwa HP tersebut di tempat pelaku lain, inisial ASL di Gang Teratai, Kecamatan Pandan. Di rumah itu ternyata sudah ada 6 pelaku lainnya," katanya.
Basa membeberkan inisial para pelaku seperti ARS (19), RSL (21), DA (21), MJW (17), FHS (18), AG (17), AAM (21), DHB (17) dan AHC (17). RT masih dalam pencarian.
Data Fakta pemerkosaan siswi SMA di Tapanuli
Ada beberapa poin penting yang bisa diidentifikasi:
1. Korban dan Kejadian:
- Seorang siswi SMA di Tapanuli Tengah menjadi korban pemerkosaan oleh 10 pria.
Tag
Berita Terkait
-
Data Fakta Pemerkosaan Gadis Lugu Pekerja Laundry di Lampung, 5 Kali Tak Berdaya Layani Nafsu Setan si Bos, kini Gadis 16 Tahun Itu Hamil
-
Korban Pemerkosaan Driver Ojol di Jimbaran Diberi Tawaran Kuasa Hukum Oleh Grab
-
Terjadi di Tapteng Sumut! Siswi SMA Jadi Korban Rudapaksa 10 Pemuda, Begini Modusnya
Terpopuler
- 10 Pantangan Feng Shui Rumah yang Sebaiknya Dihindari, dari Pintu hingga Kamar Mandi
- 3 HP Xiaomi RAM 8 GB Murah di Bawah Rp1 Juta, Ini Pilihannya
- 4 Rekomendasi Merk Rice Cooker yang Awet dan Bagus untuk Pemakaian Jangka Panjang
- Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
- Feng Shui Rumah Menghadap Utara, Lakukan 4 Tips Ini agar Energi Seimbang dan Bawa Hoki
Pilihan
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
Terkini
-
3 Zodiak yang Beruntung dan Punya Nasib Baik 12 Agustus 2026, Keinginan akan Terwujud
-
Total 3 WNI Jadi Korban Serangan Bom Drone Houthi Yaman di Selat Bab Al Mandeb
-
ABK WNI Tewas Diserang Kelompok Houthi di Selat Bab Al Mandeb
-
WNA China Diduga Dilecehkan Saat Bikin Video di Lovina Bali
-
Bibit Durian Diturunkan di Pelabuhan Makassar Padahal Punya Izin, Ini Respons Badan Karantina
-
Karhutla Sumsel Mencapai 1.926 Hektare, Ancaman Besarnya Justru Setelah Api Padam
-
Karhutla Sumsel Tembus 664,97 Hektare, 1.077 Kejadian Tercatat hingga Agustus
-
Bank Sumsel Babel dan Kodam II/Sriwijaya Perkuat Akses Layanan Keuangan Prajurit
-
Menteri Kebudayaan Fadli Zon Beberkan Alasan Geser Konser GBN dari Kota Tua ke Kabupaten Bogor
-
Polrestabes Bandung: Sopir Truk Jadi Tersangka Tabrak Lari yang Tewaskan Polisi